Postingan pertama saya di hari pertama tahun baru ini akan mengisahkan sebuah cerita sederhana. Selamat menyimak 🙂

Pada suatu ketika, hiduplah seorang pemuda bernama Gepet. Dia tinggal di sebuah desa kecil yang letaknya berada di tengah-tengah antara desa Utara dan desa Selatan. Untuk menuju ke salah satu desa tersebut, Gepet harus naik sampan, karena desa kecil dimana ia tinggal berada di tengah2 danau.
Nah, suatu hari, ada hajatan di desa Utara dan Gepet juga diundang. Namun di saat yang sama, desa Selatan juga mengadakan pesta dan mereja juga mengundang si Gepet. Ketika tiba harinya, Gepet berpikir,”Ah sebaiknya aku pergi ke desa Utara lebih dulu, karena makanannya disana terkenal enak.” Maka berangkatlah si Gepet mengayuh sampannya menuju desa Utara. Di tengah perjalanan, dia melihat rombongan yang menuju ke desa Selatan. Hatinya menjadi bimbang dan dia berpikir,”Wah kalau sebanyak ini orang2 yang menuju desa Selatan, jangan2 nanti makanannya sudah habis. Ah, sebaiknya aku menuju ke desa Selatan lebih dahulu.” Maka si Gepet memutar haluan sampannya menuju ke desa Selatan. Namun lagi2 di tengah perjalanan, dia kembali melihat rombongan yang lebih banyak lagi menuju Utara. Pikirnya,”Wah, rombongan yang ke utara kok jauh lebih banyak dari yang ke Selatan ya, dan kabarnya di Utara, makanannya lebih enak. Jangan2 nanti aku kehabisan. Sebaiknya aku putar haluan ke utara ah…” Sekali lagi Gepet memutar haluan sampannya menuju Utara, tapi belum lagi sampai ke tujuan, dia bimbang lagi. “Kalau aku pikir2 sebaiknya memang aku ke selatan dulu karena mereka yang di Utara menyembelih dua kerbau, sedangkan di Selatan, hanya satu kerbau. Kalau aku datang sedikit terlambat ke utara, tentunya masih tersisa makanan buatku.” Akhirnya diputarlah haluan sampannya kembali ke selatan.
Sesampainya di desa Selatan, dilihatnya orang-orang sudah kenyang dan bahkan pulang semua. Tak ada sedikitpun makanan yang tersisa untuk si Gepet. Menahan lapar, Gepet menghibur dirinya,”Ah tidak apa-apa. Toh aku masih bisa dapat makanan dari desa Utara.”  Gepet pun mengayuh sampannya menuju desa Utara. Namun dia harus mengalami kekecewaan lagi saat dilihatnya acara perjamuan pun telah usai. Maka pulanglah si Gepet sambil menahan lapar tanpa mendapatkan apa-apa.
(Dari majalah Bobo tahun ???)

Barangkali kadang2 kita juga bersikap seperti Gepet. Ketika ada beberapa peluang yang notabene menjanjikan hasil yang besar, kita buru2 mengejarnya. Kita begitu mudah terbawa arus orang2 yang mengejar hal-hal tertentu, tanpa berpikir bahwa jika kita fokus pada satu hal, tentunya hal itu akan memberikan hasil yag maksimal, dibandingkan apabila kita hanya membuang2 waktu untuk mengejar hal-hal yang akhirnya mungkin kita akan banyak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bisa kita capai.

Selamat Tahun Baru… Semoga kisah sederhana diatas dapat memberikan inspirasi di tahun yang baru ini. Mari kita belajar untuk fokus pada satu tujuan dan konsisten mengejar tujuan itu. Tuhan memberkati.

Oleh: Wahyu Kurniawan