S.E.R.U !!!

Mungkin itu kata pertama yang terlintas di benak penulis saat membuat review ini. Sekalipun hero andalan Meepo nya Dewa Babel ini sudah sering dikalahkan juga di masa lalu oleh beberapa jagoan yang terang2an udah pensiun dini, namun belakangan hero ini cukup ditakuti apabila Dewa Babel yang menjalankannya, karena terbukti dengan improve dari map yang terakhir, yaitu Meepo sudah bisa menjadi dua clone saat mencapai level 3 tentunya menjadi momok tersendiri bagi beberapa pemain amatir seperti YooHoo dan Dewa Juragan. Karena dengan menjadi dua di level2 awal, tentu saja skill poof nya menjadi sangat menakutkan dan biasanya memberikan reward first blood bagi Dewa Babel. Tidak hanya sampai disitu saja, permainan Dewa Babel dengan Meepo sebagai gacoannya amatlah tersohor, dimana Meepo di ronde2 awal selalu menjadi korban pemelokotoan, namun menjelang tengah dan akhir permainan justru menjadi dewa yang sangat menakutkan. Namun yang lebih mengerikan disini sebenarnya adalah skill Dewa Babel yang mana tidak seorangpun dari pemain2 amatir lainnya yang mampu memainkan Meepo secantik Sang Dewa. Dan permainannya semakin berkembang, ketika Dewa Babel yang juga ahli strategi ini mampu meletakkan seekor Meepo di tengah hutan sebagai sarana lari di level2 awal.

Mungkin tidak ada yang pernah mengira bahwa Dewa Juragan yang sedianya hampir selalu leaver saat bermusuhan dengan Dewa Babel yang memegang Meepo, ternyata pada edisi kali ini justru bertahan. Barangkali itu pilihan yang sangat pas, karena apabila dia leaver, tentu saja edisi kali ini tidak akan pernah terjadi. Saat kopyokan awal, Juragan dengan tampang pede nya bertanya kepada YooHoo : “Pengen menang dengan kemungkinan 90%?” yang langsung dijawab ho.oh oleh YooHoo mengingat dia sudah lupa rasanya menang. Ternyata pertanyaan tersebut cukup gegabah, karena sekalipun Juragan mendapatkan Centaur Warchief yang merupakan hero bawaan sejak lahir, namun Dewa Babel dengan tertawa ngakak justru mendapatkan Meepo. Berikut adalah hasil kopyokan edisi kali ini:

SENTINEL
YooHoo: Venomancer
Juragan: Centaur Warchief

SCOURGE
Sang Dewa Babel: Meepo Geomancer
A.I: N’aix

Seperti sudah diduga sebelumnya, permainan berjalan dengan sangat alot. YooHoo yang selane dengan N’aix di tengah pun tidak dapat berbuat banyak dengan keberingasan Life Stealer, yang ternyata versi AI nya di map ini diset cukup agresif, terbukti dengan nekatnya N’aix menerobos pertahanan musuh, melewati tower demi memburu musuhnya. Sementara di lane bawah, Juragan dan Sang Dewa saling bunuh membunuh secara bergantian. Tidak banyak yang bisa diceritakan di permainan awal, para pemain masih berhati-hati dalam menghadapi lawannya

Memasuki permainan tengah, keberingasan Dewa Babel mulai membuat ciut nyali Juragan dan YooHoo setelah beberapa kali dia berhasil menekan mundur gelombang creep Sentinel sehingga mengakibatkan Dewa Babel berada di atas angin. YooHoo dan Juragan mati2an menahan keberingasan Sang Dewa dengan melawan Meepo secara terang-terangan. Skill Return Damage, stun area CW, ditambah dengan item blade mail terbukti cukup efektif dalam meredam keberingasan Dewa Babel. Di lain pihak, Venomancer juga berusaha menjadikan item2nya dan Poison Nova pun terbukti cukup efektif dalam meracuni Meepo. Tidaklah mungkin melawan Meepo seorang diri sehingga dalam beberapa kesempatan Sang Dewa dipelokoto dengan cukup sukses oleh duet YooHoo+Juragan sehingga Sang Dewa mulai main taktik, yaitu dengan bergerilya dan mengantongi Aegis. YooHoo dan Juragan sebenarnya pun sudah keroso kalo Dewa Babel melawan Roshan, namun apa mau dikata, posisi Sentinel sudah terdesak dan N’aix yang sementara itu tidak pernah diacuhkan ternyata sudah jadi juga, karena fokus YooHoo dan Juragan memang untuk membungkam Meepo.

YooHoo dan Juragan pun sadar bahwa melakukan strikes back akan sangat sulit, sehingga mereka lebih memfokuskan diri pada membendung Meepo saja. Lambat laun item Juragan pun semakin jadi, yaitu Van Guard, Heart of Tarasque, Assault Cuiras dan Blade Mail yang memberikan efek HP Centaur menjadi 4000 lebih, sementara YooHoo sendiri sudah memiliki Sange Yasha, Blade Mail dan Butterfly. Sekalipun Meepo juga sudah mempunyai Cuiras, namun Juragan mencoba peruntungan dengan melawan Meepo kembali, dengan dibantu semprotan racun dari Venomancer. Walhasil, Dewa Babel menjadi cukup keder dan tidak sembarangan maju ke depan untuk melawan duet YooHoo dan Juragan.

Sekalipun kalah, namun kemenangan besar berhasil diraih YooHoo dan Juragan, ketika terjadi pertempuran di area Roshan. Sang Dewa, yang terlihat habis membunuh Roshan, tentu saja berhasil mengantongi Aegis. Pada saat itu muncullah Juragan dan YooHoo yang langsung menantang Meepo bertarung. Sadar bahwa dirinya mengantongi Aegis, tentu saja Meepo bersedia. Ternyata Juragan sudah sangat atos, penggunaan blade mailnya tentu saja menghalangi poof yang akan dilakukan Meepo sementara itu Venomancer pun menutuki Meepo yang sudah merah dari jauh. Ketika respawn di tempat yang sama akibat Aegis, Juragan dan YooHoo masih berada di tempat yang sama dan kembali menghajar Meepo yang hidup kembali, namun tak perlu waktu lama sebelum Meepo berhasil dibunuh kembali. Dengan demikian, Meepo berhasil dikalahkan!!! (padahal sudah pakai Aegis) Tentu saja hal ini akan menjadi catatan tersendiri bagi Sang Dewa agar untuk selanjutnya harus berpikir masak2 apabila hendak mengambil Meepo.

Demikianlah, sekalipun Tree of Life berhasil dihancurkan, namun YooHoo dan Juragan cukup puas karena telah memelokoto Meepo habis2an dan memang tujuan permainan kali ini tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk membungkan Meepo.

Tags: