Ibadah Raya Paskah
Minggu 16 April 2017
Pdt. Judy Koesmanto
Yohanes 19:17, 30 (TB)  Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Artinya tiap dosa, tulah dan kutuk sudah dihapuskan, Tuhan memberikan yang terbaik bagi kita.
1 Petrus 1:18 (TB)  Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
Sia sia artinya tidak sesuai dengan tujuan. Jadi hidup kita sia-sia kalau kita hidup melenceng dan tidak memuliakan Tuhan.
Bagaimana sikap kita menghadapi Paskah?
Salib tidak boleh sia sia dlm hidup saya.
Simon dr Kirene
Lukas 23:1, 26 (TB)  Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.
Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.
Markus 15:21 (TB)  Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
Simon yg tidak tahu apa2 dipaksa untuk pikul salib. Demikian pula kita sering mengalami fase dimana kita yg tidak bersalah dan tak tahu apa2 dipaksa untuk melakukan sesuatu.
Ibrani 12:1-8 (TB)  Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
Dalam fase hidup kita, ada fase didikan Tuhan. Untuk menolong kita bagi Tuhan terlalu mudah! Kita adalah anak anak Tuhan, jadi kita harus belajar pikul salib. Pengampunan tidak boleh hanya di mulut, tapi harus ada di dalam hidup. Pikul salib butuh keputusan, jadi untuk mengampuni harus lewat perbuatan.
Kembali ke kisah Simon;
Lukas 23:1, 26 (TB)  Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.
Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.
Matetes: Dimana Tuhan ada, disitu aku berada
Seharusnya Simon bisa langsung membawa salib ke bukit Golgota, namun Simon pikul salib untuk mengikuti Yesus.
Drama singkat (mirip My Stupid Boss) ttg sebidang tanah yg dibangun bangunan depot soto, diminta penjual sate madura sama dibeli jasa raharja
Ciri orang yang memandang Tuhan
1. Mudah berubah, menyesuaikan kehendak Tuhan. Punya hati lembut dan ditegur oleh Tuhan. Perbedaan mendengar dan mendengar dg sungguh2, adalah hidupnya berubah.
2. Bersemangat; semangat selalu berasal dari dalam, bukan dari luar. Karena seorg yg semangat akan mendapatkan upah. Contoh kisah Abraham. Abraham percaya kpd Tuhan dan tetap bersemangat memandang Tuhan.
Jadi jika dipaksa pikul salib, terima dg sukacita krn ada kemuliaan Tuhan dibalik salib itu. PUJI TUHAN!
2 Tawarikh 15:1-8 (TB)  Azarya bin Oded dihinggapi Roh Allah.
Ia pergi menemui Asa dan berkata kepadanya: “Dengarlah kepadaku, Asa dan seluruh Yehuda dan Benyamin! TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya.
Lama sekali Israel tanpa Allah yang benar, tanpa ajaran dari pada imam dan tanpa hukum.
Tetapi dalam kesesakan mereka berbalik kepada TUHAN, Allah orang Israel. Mereka mencari-Nya, dan Ia berkenan ditemui oleh mereka.
Pada zaman itu tidak dapat orang pergi dan pulang dengan selamat, karena terdapat kekacauan yang besar di antara segenap penduduk daerah-daerah.
Bangsa menghancurkan bangsa, kota menghancurkan kota, karena Allah mengacaukan mereka dengan berbagai-bagai kesesakan.
Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”
Ketika Asa mendengar perkataan nubuat yang diucapkan oleh nabi Azarya bin Oded itu, ia menguatkan hatinya dan menyingkirkan dewa-dewa kejijikan dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin dan dari kota-kota yang direbutnya di pegunungan Efraim. Ia membaharui mezbah TUHAN yang ada di depan balai Bait Suci TUHAN.
Roma 16:13 (TB)  Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.
Jadi Rasul Paulus pernah tinggal di rumah Simon, yang mengalami pertobatan saat Tuhan wafat.

Ketika kita semakin berkurang maka Yesus akan semakin bertambah. Di dalam kelemahan kita, KuasaNya menjadi sempurna
Lyrics:
Verse:
Smua karna AnugrahMu
Hari ini ada
Bukan karna kuatku
Namun karna RohMu
Pre chorus:
Kubawa hatiku, penyembahanku
Ku semakin berkurang Yesus semakin bertambah
Chorus:
Mengikut Yesus itulah kesukaan hatiku
Kulepas semua hak ku untuk mengenal kehendakNya di hidupku
Mengiring Yesus itulah kekuatan hidupku
Kuyakin anugerahnya mampu jadikanku hamba yang berkenan selalu.

Tags: