Untuk kesempatan kali ini, penulis akan mengetengahkan sebuah pertandingan akbar, yaitu pertandingan antar dewa yang sangat menarik untuk disimak. Berikut komposisi pemain:

SENTINEL

Dewa One: Axe

Dewa Babel: Phantom Lancer

YooHoo: Pugna

SCOURGE

Dewa Closed: Lion

Muzifreak: Viper

AI: Purist

Semua pemain melakukan -random, kecuali Dewa One. Dan tidak perlu digambarkan bagaimana senangnya Dewa One tatkala dia melihat bolo2nya siap untuk melakukan 3D terhadap dirinya 🙂

Sejak pendota iMboh menyatakan pensiun, tidak pernah ada lagi yang pernah mengambil Axe sebagai gacoannya. Namun pada kesempatan kali ini, Dewa One tanpa ragu2 langsung mengambil Axe sebagai gacoannya. Dan melihat Axe yang sudah ngacir duluan sebelum genderang perang ditabuh, YooHoo menyimpulkan bahwa Dewa One sudah sangat sering latihan sendiri di rumah, sehingga dia sudah cukup piawai menggunakan Axe, walaupun mungkin masih belumlah selihai permainan iMboh.

Genderang perang pun ditabuh, dan masing2 hero langsung mengambil lane sendiri2 demi mendapatkan skill ultinya. Pugna yang mengambil lane tengah langsung dihadang oleh Viper, yang sedikit demi sedikit menitili HP Pugna yang memang sudah tipis dari sononya itu. Walaupun Pugna sempat membalas dengan Nether Blast nya, namun bagi Viper serangan itu tidaklah begitu terasa.

Dewa One yang ada di lane bawah berhadapan dengan AI Purist, mampu melakukan rolenya dengan baik, yaitu dengan memelokoto Purist sehingga First Blood menjadi milik Axe. Sekali lagi hal ini masihlah kurang cepat dibandingkan dengan Axe yang dijalankan oleh iMboh. Sementara itu, di lane atas, pertarungan antara dua Dewa, yaitu Dewa Babel melawan Dewa Closed. Tentu saja Phantom Lancer bukanlah tandingan Lion di level2 awal. Dengan gampang, Lion memelokoto Phantom Lancer sehingga levelnya pun tidak bisa berkembang dengan maksimal.

Axe yang sudah pede dengan kemampuannya, levelnya langsung melesat meninggalkan teman2nya. Namun sayangnya dia menjadi over confident, manakala terjadi battle dan kedua temannya sudah menyingkir, tinggal Axe seorang diri, langsung dijadikan bulan2an oleh musuh2nya, dimana dalam tempo sebentar saja, Axe sudah berhasil dibantai dengan sukses oleh lawan2nya. Ketika hal ini terjadi berulang2, nyali Dewa One menjadi ciut dan sejak saat itu, dia terlihat menjadi kurang pede dalam menyerang.

Sementara itu, peranan Pugna yang berusaha untuk mengecilkan level musuh2nya cukup efektif. Dengan kombinasi Decrepify dan Nether Blast serta Dagon nya, Pugna berhasil memelokoto lawan2nya, dan beberapa kali Oblivion Staff nya cukup efektif memberikan damage yang cukup terasa buat lawan2nya tatkala mereka menggunakan skill, khususnya Viper yang skill slownya merupakan skill yang harus dicast terus-menerus.

Memasuki permainan akhir, YooHoo boleh merasa lega ketika Sang Dewa Babel sudah berhasil menjadikan item Radiance nya. Dengan Azwraith yang beradiance, tentu saja hal itu akan membuat kocar kacir musuh2nya, karena kombinasi skill Spirit Lance dan item Difusal Blade dan Radiance, tentu saja akan terasa sangat menyakitkan bagi semua lawannya. Tidaklah membutuhkan waktu yang lama bagi Dewa Babel untuk merangsek maju menghancurkan tower dan sekaligus Frozen Throne.

Ada satu hal yang perlu dicatat untuk pertandingan kali ini, yaitu map yang digunakan sepertinya adalah map yang cacat, dimana hampir semua keterangan item maupun skill tidak kelihatan alias blank. Sehingga bahkan dewa sekaliber Closed, harus tanya kepada musuh2nya yakni item Dagon itu bahannya apa saja? 🙂

Tags: