Setelah cukup lama vakum, sempat juga digelar pertandingan yang cukup lumayan sore hari ini, apalagi dengan kedatangan Dewa One yang memang sudah cukup lama absen. Sayangnya kehadiran Dewa One ini tidak diikuti dengan hadirnya para pendota lainnya yang pada ngelewes pulang. Bahkan seorang juragan yang sempat pada pagi harinya ngeriwik minta sesi, ternyata harus ngelewes juga.

Maka yang tersisa pun hanyalah 4 orang pendekar, dan sesuai kesepakatan diambillah mode single draft walaupun Dewa One sebenarnya sudah minta untuk menggunakan hero andalannya Axe.

Setelah dimulai, diperoleh komposisi hero sbb:

Sentinel

Dewa One … Disruptor

Dewa K4suY … N’aix

Scourge

YooHoo … Rhasta

Dewa Babel … Centaur Warchief

 

Setelah cukup lama tidak bertanding ternyata memberikan dampak terhadap menurunnya skill dari para pendota yang sedang berlaga. Namun, Dewa One sebenarnya masih sering berlatih sendiri melawan AI, walaupun hero yang digunakannya selalu Axe. Jadi ketika dia satu lane tengah dengan YooHoo, maka agaklah susah bagi seorang Dewa One untuk menggunakan Disruptor. Bahkan di permainan awal, Dewa One sempat tertinggal beberapa level. Di lane bawah, terjadi pertarungan sengit antara N’aix dengan CW, dimana terjadi saling bunuh membunuh antara keduanya. YooHoo yang sempat berusaha membokong N’aix malah terbunuh karena tipisnya HP si Rhasta, namun dengan bantuan ular2nya, YooHoo pun berhasil membunuh N’aix. Adapun ular2 Rhasta, banyak membantu untuk menghabisi tower2 Sentinel sehingga dalam sekejap, keadaan Sentinel sudah semakin terdesak ketika lane bawah berhasil dijebol juga.

Memasuki pertempuran tengah, N’aix yang sementara itu sudah jadi, semakin beringas. Dengan kombinasi magic imun nya, otomatis skill Rhasta tidak mampu berbuat banyak dalam menghadapinya. Ditambah lagi item Armlet yang memang menjadi andalan N’aix serta Sange Yasha yang menyebabkan korbannya slow. Untungnya Rhasta yang saat itu sudah mempunyai Eul dan Force Staff, serta skill Hex, beberapa kali mampu meloloskan diri dari suasana gawat walaupun pada akhirnya sempat juga dibantai oleh N’aix.

CW yang semestinya dapat diandalkan ternyata tidak berkutik melawan N’aix karena semakin tebal HP yang dimiliki oleh musuhnya, damage yang dilakukan N’aix ternyata semakin besar. Jadi item Blade Mail pun tidak mampu berbuat banyak.

Untungnya Scourge sudah menang nge-push terlebih dahulu sehingga saat N’aix sudah jadi, yang tersisa hanyalah tree of life, maka dengan creep saja, tree of life berhasil dihancurkan.

Tags: