Hanya sekedar berbagi buat teman2, dari beberapa kali saya membeli buku di toko buku. Suatu kali saya tertarik membeli buku tentang komputer yang cukup tebal. Sayangnya, bukunya disampul dan tidak ada contoh bukunya yang bisa dilihat lebih dulu. Kalau dilihat dari sampul dan intisari buku yang tercetak di belakang, kelihatannya cukup bagus dan cocok dengan kebutuhan saya. Namun sesampai di rumah, saya cukup kecewa dengan isi buku yang ternyata sangat kurang contentnya. Mengapa buku itu bisa sampai sedemikian tebal, ternyata si penulis memasukkan listing program di dalam buku. Aneh juga, padahal dia juga menyertakan CD dimana program2 tersebut sudah ada di dalamnya. Dan parahnya lagi, listing program itu seolah-olah hanya dicopas, tanpa disertai penjelasan yang berarti untuk baris2 programnya. Barangkali hal ini juga bisa menjadi masukan bagi teman-teman penulis, agar seyogyanya mempersiapkan tulisannya dengan bijak, artinya tidak sekedar listing program yang dicetak di dalam bukunya. Saya kurang mengerti, apakah ini termasuk salah satu strategi pemasaran, namun yang jelas, hal ini cukup mengecewakan karena bukunya sendiri juga cukup mahal. Dilain pihak, ketika saya melihat buku lainnya yang jauh lebih tipis, ternyata justru banyak mengandung hal-hal penting dan informasinya sangat bermanfaat buat saya. Listing program yang disertakan di buku hanya diambil yang memang mau dibahas dengan acuan script yang disertakan di CD nya. Jadilah sebuah buku tersebut, buku yang tipis, namun sarat informasi yang saya butuhkan, dengan harga yang lebih murah pula. Jadi, kesimpulan saya, dalam membeli buku, kita hendaknya juga mampu memilih buku yang berbobot atau tidak, jangan hanya terpaku pada penampilannya atau tebal tipisnya buku. Jadi ingat satu quote yang cukup populer: Don’t Judge a Book from Its Cover…

 

Oleh: Wahyu Kurniawan