Mungkin ungkapan itulah yang tepat dijadikan sebagai judul pertandingan pada edisi kali ini. Setelah permainan mode sebelumnya yang menggunakan -sd diwarnai dengan “disconnect” ataupun leaver secara terang2an, akhirnya berkat request dari seorang Juragan, semua sepakat untuk menggunakan mode -ap, yang artinya perang secara terang2an. Untuk edisi kali ini, hero2 yang berlaga adalah sebagai berikut:

DEWA Babel: Traxex
iMboh: Axe

YooHoo: Ursa
Juragan: Centaur Warchief

Kehadiran Ursa secara terang2an di lane tengah pada menit2 awal cukup menyulitkan Dewa Babel yang kebetulan juga mengambil lane tengah. Cicilan panah yang ditembakkan pada Ursa seolah tidak berpengaruh apa2, sedangkan cakaran Ursa cukup terasa sakit pada HP Traxex yang memang tipis dari sononya. Sementara CW dan Axe yang bertarung di lane bawah terlibat dalam pertarungan yang cukup sengit sebelum kemudian Juragan tewas dibantai Axe dan menghasilkan first blood bagi Axe. Kehadiran Ursa pada tempat pertempuran sudah sangat terlambat, sehingga Axe mampu meloloskan diri.

Setelah semuanya memiliki ulti masing2, Dewa Babel langsung memulai ciri khasnya yaitu berperang secara solo. Dengan damage dan kecepatan serang yang dimilikinya, tidak sulit bagi seorang Traxex untuk menghancurkan tower, dan dalam sekejap mata, tower2 Scourge berhasil dihancurkan, sementara Ursa dan CW masih berkutat dengan Axe yang ada di lane bawah.

Beberapa kali Ursa dan CW dibuat kecele saat berusaha menarget Axe yang rupanya mampu mencium gelagat tidak enak yang mengakibatkan Axe ngacir terlebih dahulu. Axe sangat piawai menggunakan phase boot dengan sangat efektif, sehingga dia dengan mudah mampu meloloskan diri. Dalam satu kesempatan, Ursa dan CW berhasil mencuri Aegis terlebih dahulu, sementara Traxex dan Axe yang datang belakangan tidak mampu berbuat banyak. Adapun Traxex sangatlah ciamik memanfaatkan item Ghost Scepter sehingga beberapa kali pun dia bisa lolos.

Untunglah YooHoo dan Juragan cukup telaten menangani creep2 Sentinel di lane tengah yang sudah bongsor2 semua. Ketika ada sebuah peluang, target segera ditetapkan atas iMboh. Dengan bantuan Blink Dagger, tidaklah sulit bagi seorang Ursa untuk melompat dan mencakari musuh2nya, terutama Axe. Adapun Juragan sendiri, lambat laun CWnya semakin bertambah atos dan sulit untuk dijatuhkan. Dan datanglah kesempatan untuk menyerang balik, ketika kedua hero musuhnya sama2 terbunuh dalam satu peperangan. Ursa dan CW langsung menuju lane bawah dan menjebol tower penjaga berikut 2 bangunan dipinggirnya, yang mengakibatkan creep Scourge menjadi besar2.

Situasi imbang ini berlangsung cukup lama, sebelum kemudian, muncullah peperangan memperebutkan Aegis di depan Roshan, yang kembali dimenangkan oleh YooHoo dan Juragan. Demikianlah, pelan tapi pasti, Juragan dan temannya berhasil membalikkan keadaan  dan bahkan menang.