Setelah mendapatkan cukup pembekalan untuk saling bertanding, digelarlah dua kali BIG WAR pada edisi sore hari yang cerah ini. Dan tidak seperti biasanya, Juragan bahkan rela ngeringkesi barang2nya untuk pindah ke 226, sehingga sudah bisa dipastikan perang yang biasanya damai dan tenang, akan diwarnai dengan lambe2 moncol dari para pemainnya. Artinya, yang main bukan hanya tangan ataupun jarinya, melainkan juga lambenya 🙂

Sebelum dimulai, ada baiknya penulis memperkenalkan sosok calon Dewa yang dengan gigih terus berjuang demi mempertahankan pridenya. Dialah the ONE, yang selalu konsisten menggunakan Axe (sama seperti iMBoh tempo dulu). Adapun yang dapat penulis tuliskan secara singkat mengenai ONE: (berdasarkan versi penulis)

– Irama permainan ONE mudah ditebak oleh musuh, sehingga dengan mudahnya musuh memberikan sedikit shock terapi kepada Axe, yang langsung mundur. Padahal Axe seharusnya maju terusss…

– Mengetahui bahwa Axe adalah hero yang harus maju terus, ONE belum mengenal semua karakter hero musuh dengan baik, sehingga pada saat melawan Kunka, dia terus merangsek maju tanpa memperhitungkan skill pasif Kunka yang memberikan splash damage bagi AoE yang cukup sakit pada level2 awal.

– Axe belum bisa mengukur jarak apabila melawan hero range, jadi saat melawan hero seperti Viper, dia maju untuk mengejar Viper, namun saat dia mundur, Viper dengan racunnya menitili dia dari belakang.

– Axe masih belum terbiasa menggunakan burung, sehingga levelnya bisa tertinggal karena dia harus pulang ke rumah untuk berbelanja.

– Axe masih mengacu kepada salah satu pemain, dimana seharusnya dia bisa menemukan pola Axe nya sendiri.

Mudah2an bisa menjadi bahan evaluasi, dan langsung saja inilah review pertandingan sore hari ini…

(Karena belakangan nick name suka diganti2 dan membuat bingung, maka penulis kembalikan ke nick name aslinya saja ya)

 

FIRST BATTLE

SENTINEL
YooHoo: Furion
Dewa Babel: Sand King
One: Axe

SCOURGE
Juragan: Pandaren
iMBoh: Goblin Clockwerk
Muzicman: Kunka

Permintaan ONE yang minta sebolo dengan YooHoo membuat mode permainan tidak di -sp. Semua pemain, kecuali ONE, langsung menggunakan -random untuk mendapatkan gacoannya.

Pada menit2 awal, para pemain seperti biasa masih berkutat di lane masing2 demi mendapatkan skill ulti. Dewa Babel yang ada di lane atas, menggunakan skill Sand Stormnya secara efektif untuk memelokoto iMBoh, sementara YooHoo di lane tengah berhadapan dengan Pandaren yang senantiasa memberikan jurus mabuknya kepada Furion. Axe yang di lane bawah, cukup kerepotan menghadapi Kunka, dengan kombinasi apik skill pasifnya dan skill melontarkan air ke atas, sehingga Axe langsung terbunuh. Untungnya, YooHoo yang melihat hal itu langsung teleport di tempat kejadian dan ganti memelokoto Kunka.

Setelah mendapatkan skil ulti, Dewa Babel dan YooHoo cukup matang dalam bercombo, dimana pada suatu saat epicenter dikeluarkan oleh SandKing, dan trap pohon Furion persis mengurung hero lawan, sehingga praktis dia berada di tengah2 epicenter. Di lain pihak, Furion beberapa kali melepaskan Axe yang berusaha digangbang oleh musuh2nya dengan kombinasi skill teleport, penggunaan trap pohon dan penggunaan item Eul dan Force Staff. Untungnya Sand King pun sigap mensupport teman2nya, sehingga Axe tidak sampai terbunuh.

Ajakan iMboh untuk membuat pertandingan selanjutnya cukup membuat gairah dari pemain lainnya. Bahkan Juragan melihat hal itu langsung cepat2 left game, ketika dia mungkin nggak tahan melihat Frozen Throne nya ditutuki musuh 🙂

SECOND BATTLE

SENTINEL
YooHoo: Tuskar
Dewa Babel: Pandaren
One: Axe

SCOURGE
Juragan: Viper !!!
iMBoh: Slardar !!!
Muzicman: Abadon

Untuk pertandingan kedua kelihatannya cukup seru karena kebetulan Juragan dan iMboh masing2 memegang hero andalannya. Hal ini cukup menyiutkan nyali YooHoo, apalagi mengingat Viper nya Juragan yang selalu ber-lothar ria, dalam bayangan YooHoo adalah pemelokotan besar2an terhadap Axe. Namun, mudah2an masih bisa dibantu deh…

Sekali lagi, menit2 awal digunakan untuk saling menjajal kemampuan satu sama lain. YooHoo yang di tengah selane dengan Juragan, dibuat tidak mampu creepingan saat Viper selalu meludahkan racun slow nya sehingga praktis Tuskar tidak bisa terlalu maju ke depan. Axe yang ada di lane bawah pun dibuat cukup kerepotan menghadapi pedang es nya Abadon. Dan Pandaren yang ada di lane atas melawan Slardar cukup mampu membendung si Slardar.

Namun hal yang tidak disangka2 iMboh adalah Tuskar tahu2 menggelinding dari dalam hutan dan berhasil tepat sasaran membunuh Slardar ditempat. Sementara saat mencapai level 6, Axe pun masih dibuat bengong dengan skill ulti Abadon yang memungkinkan dia pulih, saat dihajar. Adapun Tuskar, dengan menggunakan kombinasi nggelinding, ice block dan walrus punch, cukup sukses menghajar musuh2nya. Dan ketika bolak-balik Viper terbunuh dan timnya tidak dapat menemukan irama permainan, perang moncol pun dimulai. Sebenarnya hal ini juga merupakan dampak yang negatif jika semua player berada di satu ruangan.

Yang terjadi selanjutnya adalah Babel yang terlalu maju ke depan, dimana pada saat itu lane bawah sudah berhasil dibolongi oleh Sentinel, menyangka tidak mendapatkan backup dari teman2nya. Dan juga Axe yang sempat tertinggal, sempat merasa pesimis karena ditinggal oleh teman2nya. iMboh sendiri tidak ikut defend bersama kedua temannya, melainkan menyerang langsung ke lane atas bersama para creepnya. Namun yang terjadi selanjutnya adalah Frozen Throne yang berhasil dihancurkan oleh tim Sentinel.