Setelah cukup lama banget menanti2 sebuah pertandingan yang seru, akhirnya untuk edisi kali ini, terjadilah sebuah permainan yang memakan waktu sekitar 70 menit. Sebuah rekor yang layak dibanggakan setelah beberapa pejuang pada pensiun dan mundur dari rimba persilatan. Edisi pertandingan kali ini sebenarnya diawali oleh tingkah polah Juragan uang belakangan ini semakin suka leaver apabila heronya gak pas. Untuk shuffle player pertama, didapatilah komposisi pemain Ma.Ling.Seng dan KiMCHi dengan Luna dan Viper. Belum sempat dimulai, ternyata Juragan sudah leaver terlebih dahulu.

Adapun pertandingan yang sebenarnya dimulai dari sini.

 

SENTINEL (Team TI)

=============

Ma.Ling.Seng: Rylai
KiMCHi: KunKa
Juragan: Balanar

SCOURGE (Team TL)

=============

Dewa Babel: Goblin Techies
Udan: Viper
AI: Invoker

Seolah sudah diatur (padahal dishuffle), team TI bergabung kembali menjadi satu, walaupun posisi Ma.Ling.Seng justru berada di ruangan yang berbeda dengan kedua kawannya. Saat sudah dimulai, terjadi perdebatan dalam menentukan hero yang cocok, karena sudah diketahui bersama, mungkin oleh karena racikan Sang Dewa Babel, AI nya adalah Invoker! Pada awalnya, Ma.Ling.Seng akan mengambil Gondar sebagai gacoannya. Namun karena lawannya adalah Dewa Babel yang menggunakan Techies, dimana dia sangat piawai meletakkan bom2 di sudut2 tertentu, maka Ma.Ling.Seng langsung mengambil Rylai untuk mensupport kedua temannya.

Pertandingan pun dimulai, KiMCHi yang berhadapan langsung dengan Dewa Babel langsung terbunuh akibat suicide dari Techies dan Babel pun mengantongi tambahan 200 gold sebagai bonus First Blood. Adapun Ma.Ling.Seng yang selane bawah dengan Invoker, juga tidak mampu berbuat banyak, terlebih lagi setelah skil2 Invoker sudah bisa keluar semuanya. Balanar yang berusaha membokong Viper pun harus menerima nasibnya setelah dia malah dipelokoto dan terbunuh oleh Viper.

Dewa Babel dengan Techies-nya terus mendesak pertahanan Sentinel. Terbukti sekali dia mampu menggunakan semua skill Techies dengan sangat efektif dan dalam tempo yang singkat, beberapa tower Sentinel sudah menjadi korbannya, sementara tower Scourge sendiri masih aman2 dan sehat walafiat. Harapan team TI untuk memelokoto Invoker pun hanya pulasan belaka, tatkala Invoker yang diharapkan menjadi mesin ATM bagi Ma.Ling.Seng dan teman2nya, justru mampu memanfaatkan skillnya dengan baik, dan mampu menetapkan timing dengan sempurna, yakni saat menyerang dan saat melarikan diri. Beberapa kali team TI dibuat CENGGUR ketika Invoker yang sudah digangbang, malah windwalk dan ngga tau lari kemana deh.

Di lain pihak, tim Sentinel yang tidak dapat maju ke baris pertahanan musuh karena takut dipasangi bom oleh Babel membuat Ma.Ling.Seng langsung membeli sentry ward dalam upayanya menghindari bom2 Techies. Dan terbukti cukup efektif ketika dipasang di lane tengah, maka terlihatlah semua bom yang sudah dipasangi oleh Dewa Babel dan siap untuk diledakkan kapan saja. Meskipun demikian, ada saat dimana Ma.Ling.Seng yang baru mau meletakkan Sentry, sudah kena bom duluan oleh tumpukan bom yang ada di lane bawah. Dia pun tewas bersama Juragan, sementara untungnya KiMCHi berhasil melarikan diri (lolos dari ledakan)

Untungnya Juragan mau membeli Agahnim sebagai item awal Balanar, sehingga hutan menjadi terang benderang karena jangkauan Balanar yang sangat luas, maka tidak ada lagi spot yang bisa digunakan Babel untuk sekedar ngintip, ngutan ataupun meletakkan bom2nya di selempitan pohon2 di hutan.

Lambat laun, Invoker menjadi sangat mengerikan ketika tahu2 HPnya sendiri sudah tebal dan damagenya juga sudah besar. Beberapa kali pertempuran 3v3 dimenangkan oleh timnya Dewa Babel ketika Invoker yang ternyata bertindak sebagai initiator, berhasil memporakporandakan barisan pertahanan 3 hero dari Sentinel dengan meng-cast eul ke semua hero dan Dewa Babel selalu maju ke tengah untuk melakukan suicide dan ditutup dengan serangan racun dari Viper. Untungnya Ma.Ling.Seng sejak awal sudah membeli item2 yang tepat untuk melarikan diri, sehingga bahkan sergapan Viper yang terjadi di lane bawah tidak sampai membunuh Rylai yang saat itu langsung mengcast eul pada Viper, dan Udan pun hanya berkomentar hambar,”Lehhh diumbulno rek!” Ungkapan yang sangat tepat untuk menggambarkan suasana hatinya yang galau karena batal memelokoto Ma.Ling.Seng.

Memasuki permainan tengah, Kunka sudah membeli gem untuk berusaha mendesak balik serangan dari tim Scourge yang bertubi2. Namun sayangnya, kehadiran Invoker selalu membuyarkan rencana tim Sentinel. Melihat hal ini, Ma.Ling.Seng berusaha mengkode kedua temannya untuk fokus pada satu lane dulu. Tetap saja yang terjadi justru Dewa Babel dan kedua temannya yang sudah nyampai di lane tengah terlebih dahulu dan menghajar tower terakhir pertahanan Sentinel. Skill Freezing Field  milik Rylai yang pada menit2 awal masih bisa dibanggakan untuk membunuh tim lawan, karena sifatnya yang Chanelling dapat dengan mudah dipatahkan oleh Invoker, yang rupanya tidak hanya memakan item Orchid (bisa silence lohhh) saja, melainkan juga item Guinso yang mampu mengubah hero musuh menjadi pitiks dalam waktu 3.5 detik. barulah Ma.Ling.Seng menyadari pentingnya item Black King Bar (BKB) dalam situasi perang besar seperti ini. Jadi yang dilakukan tim Sentinel hanyalah benar2 bertahan dari gempuran musuh2nya.

Sampai beberapa saat lamanya, tim Sentinel hanya diam di markas, mondar-mandir, atas, tengah, bawah untuk mengusir pasukan creep dan heronya yang berusaha semakin menekan pertahanan Sentinel. Untuk lane tengah tidak diragukan lagi sudah jebol dan mengakibatkan creepnya Scourge sudah besar2 yang tentunya cukup merepotkan (low gold, low experience)

Ketika permainan berjalan semakin lama, KiMCHi dan Balanar pun menjadi semakin kuat. Balanar yang memegang gem, kali ini langsung berinisiatif untuk menghajar Invoker, yang tentunya tidaklah segampang itu. Kedua temannya selalu membantu dengan cara mendisable Invoker dengan salah satu skill Rylai dan lainnya. Sementara dipihak lawan, rupanya Viper selalu membayang2i Invoker. Namun pernah terjadi Viper yang menyelinap di hutan Sentinel terlihat oleh tim Sentinel yang langsung menhajarnya di tempat. Kemunculan Dewa Babel yang terlambat malah membuat Babel juga ikut terbunuh di tempat yang sama (Thanks to Balanar’s skill)

Lambat namun pasti, tim Sentinel mulai melakukan strikes back diawali dengan jebolnya tower dan bangunan di lane tengah. Walaupun peperangan sangat seru, KiMCHi dan Juragan berusaha memelokoto lawan2nya dengan mengejarnya di balik tower. Untungnya Ma.Ling.Seng memanfaatkan kesempatan yang langka itu, ketika dia sudah mempunyai item Eye of Skadi dan Shiva Guard, yang semakin membuat pelan creep2 disekelilingnya, dengan konsisten berusaha menghancurkan bangunan dan tower di lane tengah. Pas banget timingnya, ketika lane atas pun sudah diserang oleh segerombolan creep Sentinel, Ma.Ling.Seng langsung menuju ke lane atas untuk menghancurkan satu bangunan yang tersisa. Maka, kedua lane tengah dan atas berarti sudah dikuasai oleh Sentinel, tinggal lane yang bawah…

Ajakan KiMCHi dan Juragan untuk Roshan, ditanggapi dengan semangat oleh Ma.Ling.Seng, dimana mereka bersama2 menghajar Roshan dan Ma.Ling.Seng lah yang mengantongi Aegis. Dengan berbekal Aegis, Ma.Ling.Seng berusaha mendobrak pertahanan terakhir Scourge yaitu lane bawah. Tower pun berhasil dihancurkan sementara kedua temannya menyerang di lane tengah. Untungnya decoy Ma.Ling.Seng untuk menarik perhatian lawannya kena juga. Namun sebagai gantinya Ma.Ling.Seng harus terbunuh dua kali ketika dia digangbang oleh lawan2nya, sementara creep Sentinel berhasil menghancurkan tower penjaga Frozen Throne.

Dengan bekal gold yang cukup banyak, Ma.Ling.Seng mampu revive heronya dan langsung portal di lane bawah (boots of travel). Dengan dibarengi oleh Balanar dan Kunka yang saat itu sudah atos2 (Kunka menggunakan radiance) maka bangunan terakhir Scourge berhasil dihancurkan yang mengakibatkan Mega Creeps!!! Dan tidak sampai 3 menit kemudian, Frozen Throne berhasil dihancurkan…!!!

Kalau menurut penulis, untuk pertandingan kali ini, baik yang menang maupun yang kalah sama2 puas, karena semua heronya bahkan sudah mencapai level 25 semua dan segala strategi dan teamwork semuanya sudah dikeluarkan habis2an untuk bertahan dan menyerang. Selamat team TI untuk strikes back-nya!!!