Pertempuran demi pertempuran mewarnai arena laga 225 dan 226. Bahkan seorang pemain yang sudah cukup lama pensiun sempat menongolkan batang hidungnya beberapa waktu yang lalu. Untuk edisi kali ini, penulis menyajikan bentuk pertempuran yang mungkin kurang menarik karena cukup banyak petarung yang menyerah bahkan di awal pertandingan.

Adapun komposisi dari salah satu pertandingannya adalah sebagai berikut:

 

Sentinel

Ma.Ling.Seng: Centaur Warchief
iMboh: Raigor Earthshaker

Scourge

Rapat: Undying
Dewa Babel: Axe Mogul Kahn

 

Sejak awal, pertandingan tampak terlihat berat sebelah, apalagi pertandingan antara Ma.Ling.Seng dan Dewa Babel. Dewa Babel dengan Axe sebagai gacoannya langsung merangsek maju ke depan pertahanan tower pertama Sentinel yang ada di lane bawah, sementara Ma.Ling.Seng tidak mampu berbuat banyak menghadapi keberingasan Axe, dimana dia lebih memilih bertahan di sekitar towernya sendiri sambil mencari peluang.

Sementara iMboh dan Rapat yang ada di lane tengah cukup konsisten menjalankan gacoan heronya masing2. Walaupun Raigor sudah nyata2 anti Undying, akibat echoslam-nya, namun Dewa Babel dan kawannya masih mampu melakukan penekanan yang luar biasa terhadap pertahanan Sentinel.

Saat permainan tengah, Ma.Ling.Seng sering melakukan kesalahan2 fatal di pihaknya, sehingga ada saat2 dimana Dewa Babel yang sudah merah, lolos dari sergapan CW dan Raigor, hanya gara2 posisi stun yang kurang pas sehingga Babel bisa meloloskan diri dengan menggunakan town portal. Ada pula saat2 di hutan scourge, dimana Axe yang sudah merah, malah mampu memberikan double kill!!!

Ma.Ling.Seng dan iMboh yang menyadari hal ini, langsung mengirimkan request untuk Remake. Nah mulai dari sinilah permainan menjadi kurang seru. Karena pada saat hero yang dipilih adalah Ursa dan Viper (Babel berpasangan dengan Ma.Ling.Seng) iMboh dan temannya langsung menyerah tanpa syarat dan minta permainan untuk segera diremake lagi 🙂

 

Permainan berikutnya, Ma.Ling.Seng berpasangan dengan Rapat, hero yang diperolehnya sebenarnya cukup lumayan, yakni Atropos dan Nessaj, namun sayangnya di pihak lawan juga mendapatkan hero yang bagus, yakni Axe dan Slardar. Sungguh mengherankan mengapa seorang Axe bisa terus2an muncul. Sang Rapat yang bertugas untuk membendung Dewa Babel dibuat kerepotan dengan aksi keberingasan Axe. Hasilnya sudah dapat ditebak, Nessaj sempat tertinggal cukup jauh di level2 awal.

Untungnya Ma.Ling.Seng dan Rapat masih bisa mengimbangi permainan2 lawannya, jadi ya ngga nyonyor2 amat juga sih. Di saat permainan tengah pun, Axe makin menggila dengan kombinasi skill yang cantik, dia berhasil memperoleh Double Kill dengan membunuh Ma.Ling.Seng dan Rapat. Ternyata setelah dicermati lagi, ada saat dimana Culling Blade digunakan pada waktu yang hampir bersamaan. Nah dari hal inilah akhirnya dapat ditarik sebuah kesimpulan yaitu ada bug pada map yang baru ini. Atau kalau tidak, Axe nya jadi Imba Banget!!!

Beranjak dari fakta ini, maka permainan ditunda dulu untuk sementara, dan gelar keDEWAan Babel belakangan ini sudah sangat sering kita lihat, patut dipertanyakan, apalagi dia akhirnya ikut2an leave duluan karena hero nya ngga cocok