Setelah beberapa lama vakum menulis review, untuk edisi kali ini, penulis sengaja membuat review terbaru dengan mengetengahkan judul yang tentunya cukup menggelitik untuk disimak. Mungkin yang tersirat pada benak pembaca pada saat membaca judul review edisi kali ini adalah pertempuran besar2an yang sangat seru, yang melibatkan semua jagoan yang sedang berseteru dan pada akhirnya dengan darah (HP) yang sangat tipis, Divine Rapier dapat diperoleh dengan susah payah. Namun kenyataannya ternyata tidaklah seperti itu.

Sebelumnya, perlu diketahui komposisi pemain yang berlaga pada edisi kali ini:

Juragan a.k.a. Mr. Kinclong : Traxex (Drow Ranger)
Dewa Babel : Tuskarr

melawan

Man.Cek.Tong: Pudge (Butcher)
iMboh: Atropos (Bane Elemental)

Sejak awal pertandingan, tampak sekali permainan berjalan berat sebelah. Dewa Babel yang terkenal dengan permainannya yang sangat agresif, terus2an menekan Scourge, dengan kombinasi cantiknya dia mampu menekan level Butcher sehingga Butcher menjadi tidak banyak berkembang. Namun seiring dengan berjalannya waktu, anehnya Kinclong yang seharusnya sangat pede dengan heronya menjadi sangat berhati2. Sesekali ia terlihat di map, namun langsung menghilang. Dan sesuai dengan dugaan pada musuhnya, Kinclong sudah dapat dipastikan menggunakan item andalannya, Lothar Edge si Penyambung Nyawa Anda (dikutip dari ucapan Sketcher, pioneer DotA yang sudah lama pensiun sejak dulu alias pensiun dini)

Dewa Babel yang melihat kenyataan ini dibuat cukup gemas dengan polah tingkah Kinclong. Padahal dengan skill Silence nya, seharusnya Kinclong bahkan sudah bisa membunuh Atropos tanpa harus terkena efek Fiend’s Grip-nya. Sampai pada pertengahan permainan, Kinclong cukup pede dengan gaya hit and run nya sementara Dewa Babel menjadi bulan-bulanan Atropos dan Butcher, maka sudah bisa ditebak, Dewa Babel pun tak henti2nya mengomel melihat situasi seperti ini.

Ketika permainan sudah memasuki babak akhir, Kinclong dengan item2nya yang sudah jadi langsung mampu membolongi pertahanan Scourge dengan membobol lane tengah. Namun, anehnya dia langsung mundur teratur, yang ternyata mempersiapkan senjata ultimate dalam pertandingan DotA yaitu Divine Rapier. Dewa Babel yang saat itu ada di lane sebelah kanan dibuat terperangah, saat dilihatnya Kinclong dengan sangat pede langsung berjalan sendirian memasuki markas musuh, dengan mengantongi senjata Divine Rapier. Hal ini terjadi supaya genaplah perkataan yang diserukan oleh Dewa Babel, dimana Kinclong bertindak seperti Lutung Kasarung yang berani menantang semua lawan2nya.

Tentu saja tindakan sembrono Kinclong langsung dimanfaatkan dengan baik oleh iMboh, yang dengan sigap meng-cast Fiend’s Grip, tepat pada saat Kinclong ada di depan dua tower terakhir Frozen Throne. Traxex mungkin memang punya damage besar, bahkan dengan Divine Rapier, damagenya bisa mencapai 500. Namun, Traxex bukanlah hero yang kuat, sehingga dengan Fiend’s Grip saja HPnya sudah merah apalagi dengan ditutuki dua tower. Hasilnya sudah dapat ditebak, Kinclong langsung mati ditempat. Hal yang membuat geram Dewa Babel adalah, Kinclong mati dengan meninggalkan Divine Rapier, yang tentu saja langsung diambil oleh iMboh. Anehnya, justru pada saat kritis seperti itu, Kinclong dengan santainya leave pertandingan, meninggalkan Dewa Babel yang sempat bengong dengan tingkah polahnya.

KeDewaan Dewa Babel sungguh terbukti ketika dia memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan. Tentunya dengan Divine Rapier berada di tangan, iMboh langsung menerobos masuk pertahanan Sentinel dan dia berhasil menjebol semua tower yang ada, yang disisakan adalah Tree of Life. Tindakan sembrono Kinclong ternyata ditiru oleh iMboh, dimana dia dengan sengaja masuk ke fountain lawan dan mati disana. Tentu saja Divine Rapiernya lagi2 jatuh dan diambil oleh Dewa Babel. Hal ini membuat geram partner iMboh yaitu Man.Cek.Tong, maka dia berusaha langsung menutuki Tree of Life demi mendapatkan kemenangan. Namun sayang, Dewa Babel dengan hero Traxex dan item Divine Rapier memang sangat dewa, padahal tinggal satu pukulan saja Tree of Life sudah hancur, namun keburu mati dulu oleh pukulan Traxex.

Bahkan Dewa Babel masih sempat membunuh Roshan dan mengantongi Aegis, sebelum kemudian iMboh dan Man.Cek.Tong sama2 fokus pada penghancuran Tree of Life.