Akhirnya… setelah beberapa bulan tanpa adanya BIG WAR, bagaikan menemukan sejumput rumput hijau di padang pasir yang tandus, para jawara2 DotA berkumpul kembali pada sore hari nan agak mendung, sejumlah 6 pemain!!! Begitu kurangnya jumlah pemain akibat merotolnya satu demi satu para jagoan2 kita, sehingga jumlah 6 pemain saja sudah sangat sulit dan itu sudah dianggap sebagai Big War. Namun sebelumnya, ada baiknya kita melongok permainan partai tambahan yang terjadi sebelumnya antara YooHoo+AI melawan iMboh+Juragan, untuk menghindari anggapan atau asumsi bahwa review ini ditulis berdasarkan subjektivitas semata (Juragan -> GA OLEH IRIII…)

Sebagaimana sudah diprediksi sebelumnya, YooHoo langsung dibolokan dengan AI, yang mana insting YooHoo sudah merasakan adanya ketidakberesan. Pemilihan hero Disruptor dan AI Tiny menjadi mimpi buruk, ketika iMboh dan Juragan langsung memilih hero yang merupakan gacoannya sejak bayi yaitu Slardar dan Axe. Mungkin perlu digarisbawahi jika berboloan dengan AI, mohon untuk tidak memilih Tiny dalam satu team karena sangat tidak dapat diajak kerjasama. Ada satu saat dimana Tiny dengan LONGORnya ngeBLINK ke tengah2 Axe dan Slardar yang langsung melakukan Avalanche. Namun program AI ini kelihatannya tidak dibuat untuk mengecek siapa musuhnya, sehingga Juragan yang melihat hal itu, langsung dengan gembira langsung menSTUN Tiny sementara Axe juga sudah bersiap dengan Berserknya. Dengan tidak adanya Tiny, YooHoo dengan Disruptornya tentu saja menjadi bulan2an pemelokotoan iMboh dan Juragan habis2an dan mereka menang dengan sangat mudah.

Selanjutnya langsung masuk ke partai utama, pertandingan edisi hari ini yang sangat sengit…

SENTINEL

======

Serenade: Lich

iMboh: Slardar

Dave Horman: Mortred

SCOURGE

======

Juragan: Axe

YooHoo: Viper

Dewa Babel: Goblin Shredder

Ketika pemain dishuffle, dan hero2 sudah terpilih, permintaan Dewa Babel untuk memilih Krobelus, langsung ditolak mentah2 oleh YooHoo dan Juragan yang langsung mengode Babel untuk menggunakan hero yang sudah ditentukan, yakni cuma ada dua pilihan: Meepo atau Shredder, dan akhirnya diputuskan untuk memilih Goblin Shredder. Sementara itu, YooHoo yang ingin MENCOBA Disruptor juga ditolak mentah2 oleh Juragan, yang tentu saja sudah melihat pada pertandingan partai tambahan sebelumnya 🙂

Pertandingan pun dimulai dan Viper berada di lane tengah melawan Serenade yang terkenal kepiawaiannya mendeny dan leveling dengan sangat cepat. Pada menit2 awal, banyak terjadi saling bunuh membunuh antara Sentinel dan Scourge dan level mereka pun rata2 seimbang. Scourge yang unggul dalam ngepush tower sempat kehilangan irama permainan pada permainan tengah, ketika tim Sentinel sudah bergabung dan menyerang menjadi satu, dimana skill Chain Frostnya Lich tetap menjadi momok dalam perang besar.

Viper yang beberapa kali membuka battle dihajar beberapa kali oleh lawan2nya, timing yang sering salah mengakibatkan Sentinel mulai mengimbangi pada saat permainan tengah. YooHoo sebagai hero carry sempat dihajar baik fisik maupun mental, dan oleh tim lawan maupun kawannya sendiri, dengan ucapan2 spontan seperti : “Koyok gak tau bolo YooHoo ae…” atau “Lha timbangane mati kabeh” tanpa melihat bahwa YooHoo sebenarnya juga sudah beberapa kali mati. Ucapan Serenade yang mengatakan bahwa YooHoo kalau main safe nemen sebenarnya juga tidak bisa dibenarkan. Jadi semua tergantung hero yang digunakan. Hero2 tanker yang sering digunakan Juragan memang seharusnya berada di garis depan, sementara hero area Shredder bisa mengikuti. Terakhir hero carry akan muncul untuk melakukan finishing. Untungnya YooHoo menganggap ucapan2 itu sebagai strategi musuh untuk memecah belah kesatuan tim.

Sering missnya melihat minimap merupakan salah satu faktor fatal yang sering terjadi. Untuk kali ini, hal ini dialami juragan saat dia menyerang di lane tengah tanpa melihat posisi temannya ataupun chat dari YooHoo, sehingga ketika musuhnya muncul semua, barulah Juragan sadar bahwa YooHoo sudah portal ke lane atas.

Untunglah, walaupun semuanya jadi, Shreddernya Babel masih mampu bertahan di tengah perang besar, walaupun YooHoo merasa Shreddernya tidaklah begitu beringas seperti biasanya. Selama beberapa lama, Scourge dan Sentinel cuma tarik ulur saja, dimana Sentinel hanya bertahan sambil menunggu timing yang pas untuk serangan balik, dan Scourge hanya menggiring creeps sampai pada pertahanan tower terakhir.

Kesalahan dilakukan oleh Serenade, ketika Lichnya yang kemajuen langsung diracun oleh Viper yang Lotharan dan dihajar bersama Babel yang ada disitu juga. Kedua temannya yang datang membantu, langsung disambut juga oleh Axe yang kali ini sangat sigap mensupport teman2nya sampai2 terlontar ucapan oleh Serenade: “Loh Juragan kok iso moro2 ndek kono?”

Dengan absennya ketiga hero Sentinel, mudah buat Dewa Babel cs untuk menghajar tower dan bangunan Sentinel dan memang pertandingan edisi kali ini menjadi milik mereka… namun untuk tim Sentinel sendiri sebenarnya sudah melakukan perlawanan terbaiknya terbukti level mereka rata2 sudah lebih dari level 20 semua.

===