Pertandingan edisi kali ini semakin mengukuhkan posisi Syu sebagai salah satu Dewa yang harus diperhitungkan. Banyaknya jam terbang Syu mampu mewujudkan ambisinya untuk melampaui teman2nya. Ditambah lagi pengalaman demi pengalaman yang diperolehnya dari B-Net dan support dari teman-teman kosnya semakin memantapkan posisinya sebagai Dewa nomor satu, sekalipun irama permainannya masih sebagai backstabber ataupun pembokong. X-Arm, seorang Dotter lama yang pernah juga bercokol di arena 225, yang terkenal dengan ungkapannya yang terkenal, “Aku ojo ditinggal rek” tampaknya juga tidak sabar lagi menanti kemunculan Dewa Syu di arena pertandingan yang berbeda, dimana dia dan konco2nya meyakini kehadiran Syu akan mendongkrak kemampuan dan skill mereka, sementara bagi Dewa Syu sendiri hal ini dapat digunakan sebagai kesempatan yang sangat bagus untuk menjajal hero2 cupu yang bahkan tidak pernah dibayangkan sendiri oleh Dewa Syu saking cupunya.

Adanya predikat ranking pertama game Age of Empire serta runner up lomba DotA sekecamatan, mau tidak mau memaksa Syu untuk terus mengupdate dirinya sendiri, karena masih ada hari2 dimana Syu bahkan tidak bisa berkutik melawan Dotters yang ada di 225. Maka, migrasinya ke Ibukota tentu saja merupakan petualangan baru lagi bagi Syu, dimana dia akan berperan sebagai Babel atau guru bagi X-Arm dan kawan2nya.

Ketika pada saat ini, Syu dihadapkan pada sebuah kondisi dimana dia boloan dengan Babel, Syu memanfaatkan kesempatan ini dengan menggunakan Traxex sebagai gacoannya, hero yang katanya tidak pernah digunakan sekali pun. Babel pun cukup tanggap. Dia sudah menyadari bahwa panggung sandiwara sudah digelar, sehingga dia langsung mengambil Techies sebagai gacoannya.

Adapun lawan mereka adalah cupu2 yaitu iMboh dan YooHoo. Perasaan galau yang pada awal dirasakan tidak menyurutkan semangat juang mereka dengan memilih Tiny dan Vengeful Spirit sebagai gacoannya.

Pada menit2 awal, Tiny dan Venge langsung menarget Syu, dimana Tiny pada awal2 sudah memperoleh Double Damage, sehingga pemelokotoan terhadap Syu menjadi mudah sekali dilakukan. Syu, yang biasanya mendapatkan first blood, tampak cukup emosi dan menyalahkan Babel yang tidak mengkodenya. Namun Babel pun berkilah, bahwa dia sudah mengetikkan 0 untuk mengingatkan Syu. Walhasil, first blood berhasil ditumpahkan dengan darah Syu sebagai korbannya, dan diambil oleh YooHoo.

Babel dengan techiesnya semakin garang menanamkan ranjau daratnya dan beberapa kali iMboh dibuat tewas oleh karena ledakan tersebut. Hal ini sering terjadi sehingga bahkan YooHoo dan iMboh sempat trauma ketika melewati lane tengah karena takut ada bom. Gem yang sempat dibeli Venge pada menit2 awal sempat menjadi barter antara YooHoo dan iMboh ketika mereka dipelokoto satu persatu oleh Traxex.

Traxex, yang dikomando oleh Syu, lambat laun menjadi sangat menakutkan. YooHoo yang mencoba duel dengan Traxex tidak menyangka bahwa Syu mengambil skill Silence dan status di awal2 level, dan bahkan tidak mengambil Frost Arrow sama sekali. Sebuah skill yang sama sekali diluar dugaan dari Traxex yang biasanya selalu mendahulukan Frost Arrow dari yang lain2nya. Dengan silence area selama 6 detik, mudah saja bagi Traxex untuk memelokoto musuh2nya, dan tidak berapa lama kemudian tower lane tengah Scourge sudah dihancurkan dan langsung sempat memberikan damage pada dua tower terakhir di depan Frozen Throne.

Item Maelstorm yang digunakan Syu terasa sangat sakit bagi YooHoo dan iMboh, dan beberapa kali Syu berhasil memelokoto YooHoo dan iMboh. Kedewaan Syu terlihat disamping kemampuan membunuhnya, juga kemampuan melarikan dirinya yang mampu memanfaatkan blank spot dengan sangat baik. Satu saat pengejaran yang dilakukan iMboh dan YooHoo sampai pada tempat Roshan. Traxex lari dibalik Roshan dan langsung portal pulang ke rumah. YooHoo yang melihat hal itu, tampak bingung dan bahkan tidak sempat menggunakan Avalance nya, karena untuk berada di balik Roshan, seorang hero harus berjalan memutar, sementara Syu sudah berhasil meloloskan diri. Sebenarnya Venge pun bisa melakukan Swap, namun mungkin karena no mana, jadi sekali lagi Syu berhasil meloloskan diri.

Di tengah keterdesakannya, YooHoo melontarkan ucapan yang langsung ditangkap Babel sebagai nasar “Iki lek sampe menang iso bancakan temenan” Anehnya setelah itu, perlawanan dari Syu dan Babel seolah menurun drastis. Benar2 aktor sandiwara kawakan. Syu cukup terlihat permainannya dengan tindakannya yang suka menjual beli item yang sudah dimilikinya, yang artinya dia memandang sebelah mata dari musuh2nya. Babel juga tidak jauh berbeda, dimana dia menjadi sangat mudah dipelokoto dibandingkan dengan awal2nya.

Saat Tiny bahkan sudah memakai Agahnim, yang mengakibatkan dia bisa pegang kayu, mempunyai ekstra damage terhadap building dan juga splash attack, pemelokotoan terhadap Syu dan Babel pun dilanjutkan. Tanpa ba-bi-bu mereka langsung menyerang lane tengah sampai akhirnya Tree of Life berhasil dihancurkan. Ternyata Dewa Syu selain jago bermain, dia juga pandai bersandiwara. Thank you Dewa Syu!