Setelah cukup lama rehat, YooHoo memutuskan untuk menulis kembali review edisi spesial kali ini. Berdasarkan permintaan dari seorang Serenade dan edisi pertandingan kali ini memang layak untuk dibuatkan review, maka YooHoo berusaha untuk menyajikan review seobjective mungkin. Mohon maklum apabila masih ada unsur subjectivitasnya. Selamat menyimak 🙂

Setelah beberapa hari cukup sibuk dengan menjaga UNAS tahun ini, pertandingan pun kembali digelar antara Sentinel dan Scourge. Dan thanks for the -sp mode, sehingga dihasilkan komposisi pemain sebagai berikut:

Sentinel
=======
Serenade: Lich
Yasalam: Jah’rakal
YooHoo: Terror Blade

Scourge
======
Dewa Babel: Axe
Dewa Juragan: Centaur Warchief
Dewa Syu: Faceless Void

Pertandingan melawan tiga dewa pun dimulai. Bahkan player sekaliber Dewa Syu tanpa sungkan mengambil dan memilih gacoannya pada saat-saat terakhir, ketika gelombang pertama creep sudah jalan. Pada menit-menit awal, melawan Dewa Babel yang menggunakan Axe membuat YooHoo dengan Terror Bladenya menjadi ngos-ngosan. Walaupun Babel sukses difirstblood olehYooHoo, namun serangan baliknya setelah dia revive sungguh mengejutkan, dimana Axe melakukan blocking creep di belakang tower Sentinel, sehingga mudah saja bagi creep2nya untuk menutuki tower yang ada di lane bawah, sementara YooHoo tidak mampu berbuat banyak dalam meredam keberingasan Axe.

Di lane yang berbeda, ada Yasalam yang selalu dipelokoto oleh Dewa Syu. Mati-matian YooHoo dan Serenade berusaha menumbuhkan guts Yasalam, namun karena Yasalam terkenal dengan kebandelannya dalam mengikuti petunjuk teman-temannya, maka hal tersebut sangatlah sulit untuk dilakukan. Serenade yang berhadapan dengan Centaur Warchief tidak terlalu mengalami kesulitan yang berarti.

Juragan yang menggunakan Centaur Warchief, bolak balik harus menerima omelan dari kedua Dewa yang lain, yang menganggap permainan Juragan sebagai tanker belumlah maksimal seperti biasanya. Hingga akhirnya, sosok Juragan bahkan hampir tidak pernah terlihat saat perang.

Selain ahli dalam individu hero skill, Syu dan Babel juga ahli dalam strategi. Hal ini dibuktikan sendiri oleh YooHoo dan teman-temannya, ketika mereka berhasil menjebol tower tengah, namun belum sampai bangunannya, kemudian terjadi serangan balik dari Syu dan kedua temannya, yakni berusaha mengocak dari serangan 3 lane. Dan cara itu terbukti sangat efektif untuk mendesak Sentinel sehingga bahkan untuk defend saja rasanya sudah setengah mati dan ngos-ngosan.

Axe sebagai tanker seringkali maju ke depan dan sering terkena Purge dari Difusal Bladenya YooHoo sehingga sudah dipastikan Axenya digangbang rame2. Sementara itu Faceless Void menggunakan Chronospherenya untuk menyelamatkan diri. Bahkan pernah ada satu saat dimana Faceless Void dikalahkan ketika melawan Yasalam satu lawan satu di lane bawah. Sejak kejadian itu, guts Yasalam menjadi semakin besar untuk menaklukkan konco2ne, dan dia setengahnya usdah tidak mendengar teman2nya lagi, terbukti dengan maju terus pantang mundur.

Juragan yang sempat berpindah lane, sempat mendapat omelan dari Dewa Syu bahwa dia harus menjaga lane atas demi mensukseskan taktik kocak mengocak yang sangat merepotkan YooHoo dan teman-temannya. Ada satu saat Axe yang berusaha mendesak, malah digangbang oleh YooHoo dan teman-temannya. Namun yang terjadi adalah sosok Axe tahu-tahu lenyap begitu saja. Dan astaga… Seperti membenarkan dugaan YooHoo ternyata Axe menggunakan Lothar Edge. Dengan demikian genaplah pernyataan seperti apa yang pernah diLOTHARkan Dotter senior Angling: “Lothar Edge… Penyambung nyawa Anda…” 🙂

Ga pake lama, YooHoo langsung membeli Gem of True Sight, walaupun Serenade juga sudah membeli Dust of Appearance. Maka pemelokotoan terhadap Axe pun dilanjutkan. Yang cukup aneh adalah seorang Dewa sekaliber Dewa Babel, yang memegang hero sekaliber Axe, kok ndilalah masih mau pakai lothar. YooHoo sangat curiga ada yang mengisiki Dewa Babel, dan tuduhan langsung terarah kepada Dewa Syu yang memang terkenal dengan suka main belakang.

Walhasil, Setelah cukup lama berjuang, akhirnya terbuka juga jalan buat YooHoo dan teman-temannya untuk melakukan strikes back. Langsung mereka bertiga menyerbu ke lane tengah yang memang menjadi satu-satunya harapan mereka untuk bisa menang melawan tiga Dewa. Dan untungnya lane tengah sudah tidak memiliki tower, sehingga lebih memudahkan buat mereka untuk langsung menghancurkan gedung Scourge. YooHoo langsung mengajak kedua temannya untuk focus penghancuran dua tower terakhir penjaga Frozen Throne tanpa mempedulikan dua lane yang lain yang masih meger2. Adapun Dewa Syu masih berusaha memperjuangkan nasib terakhirnya dengan memencoloti YooHoo dan mengurungnya di dalam Chronosphere. Tak pelak usahanya sia-sia berkat support dari Lich yang kebetulan berada di luar Chrono, sehingga malah Syu yang diedel-edel musuhnya setelah Chrononya selesai.

Sepanjang permainan, selain mengomeli Dewa Juragan, Dewa Syu tampak sangat frustasi, dimana dia kelihatan sangat diam dari awal sampai akhir, dan langsung ngelewes pulang, begitu Frozen Throne berhasil direbut Serenade dan kedua temannya. Adapun Yasalam, yang merayakan kemenangan besar dari pertandingan kali ini tampak tidak mampu menyembunyikan kegembiraannya ketika dia pada akhirnya mampu mengalahkan Dewa Syu dalam pertandingan satu lawan satu, antara Jah’rakal dengan Faceless Void. Tim Serenade terlihat sangat gembira, karena jarang sekali mereka mampu mengalahkan gabungan Tiga Dewa sekaligus, sekalipun buat YooHoo, apabila Dewa Babel menggunakan hero andalannya yang berupa hero keroyokan, pasilah hasil akhirnya tidak seperti ini.

Namun pertandingan tetaplah pertandingan, dan bahkan anak SD pun tahu, dengan dalih apapun, Serenade dkk tetap memenangkan pertandingan ini dan Yasalam mendapatkan experience yang luar biasa yang tentunya menambah pengetahuannya sedikit lebih maju dalam dunia perDotAannya.

fin.