Be a Part of solution by forgiving others

Ps. Billy Zakarian (Preacher)

Are you a part of the solution?
Or
Are you a part of the problem?

Kita mempunyai perahu2 yang berbeda. Saat kita berada di dalam perahu, apakah kita menjadi bagian dari masalah atau solusi?

Tokoh alkitab semuanya merupakan bagian dari solusi, contohnya Yesus.
Saat Yesus meredakan angin ribut, Yesus adalah bagian dari solusi. Setelah meredakan angin ribut, maka murid2Nya menjadi tenang.
Contoh lainnya adalah Yusuf, yang hidupnya sangat mengenaskan, penuh dengan tragedi. Namun Yusuf adalah bagian dari sebuah solusi.
Di dalam penjara, dia bisa membuat segala sesuatunya menjadi lebih teratur, demikian pula saat dia ada di rumah Potifar.
Yakub juga merupakan bagian dari sebuah solusi.
Contoh saat ini adalah Ps. Yusak dan Ps.Abraham Alex, yang merupakan bagian dari solusi, mampu mengatasi semua hal dan menyelesaikan masalah.

“We cannot solve a problem by creating more problems”
Kita tidak dapat menyelesaikan masalah dengan cara menciptakan masalah yang lain.

Contoh dari demo BBM, mereka mencoba menyelesaikan masalah dengan menciptakan maslah baru yaitu bakar2, tindakan anarkis – yang ternyata tidak bisa.

Yunus 1:1-3;11-15
Kemudian mereka mengangkat Yunus, mencampakkannya ke laut dan laut berhenti mengamuk (ayat 15)
Gara2 seorang Yunus, semua orang di kapal jadi binasa. Jadi Yunus adalah contoh orang yang bagian dari sebuah masalah.

Orang yang tidak mau mengampuni adalah orang yang menjadi masalah.

Mengapa Yunus menjadi bagian dari masalah? Ada 2 point.

1. Yunus menjadi sumber masalah karena dia tidak mau mengampuni.
Mengapa Yunus tidak mau ke Niniwe?
Karena Yunus melihat kota itu tidak layak untuk diampuni, sebaiknya dibinasakan saja. Kebanyakan bangsa Asyur yang suka membantai dan membunuh. Ternyata keluarga Yunus dibunuh oleh orang2 Niniwe.

“Christianity is all about forgiveness”

Tuhan telah mengampuni kita, maka kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, maka kita menjadi orang2 yang menjadi bagian dari solusi.

2. Yunus tidak bisa selaras (sejalan) dengan Tuhannya.
Karena Yunus tidak taat, disuruh ke Niniwe, malah pergi ke Tarsis.
Kenapa Yunus tidak bisa selaras dengan Tuhan? Karena Yunus tidak bisa mengosongkan dirinya, yaitu kita hidup bukan untuk kita, tapi Kristus yang hidup di dalam kita.

“I don’t stop even though I feel tired. I stop when I’m done”

contoh: Yesus. Dia tidak berhenti sampai pekerjaanNya selesai.

“The most foolish people in the world is people who do not want to forgive”