Kota Surabaya mendadak dihebohkan dengan serangga yang sebelumnya jarang sekali terlihat. Serangga ini disebut dengan Tomcat atau kumbang Rove. Walaupun tidak termasuk kedalam bangsa Army Ants namun serangan serangga Tomcat ini bisa dibilang sangat berbahaya. Racun yang dikeluarkan diyakini lebih ganas dari serangan ular cobra. Cairan yang dikeluarkan dari dalam tubuh makhluk kecil ini adalah cairan hemolimf atau toksin yang disebut sebagai aederin. Gatal hingga nanah bening adalah efek yang akan ditimbulkan jika anda dihinggapi oleh serangga Tomcat

Tempat hidup serangga Tomcat adalah di hutan mangrove dan bukannya di sebuah kota besar layaknya Surabaya. Jika hewan ini sekarang menyerang kota, hal tersebut dikarenakan habitatnya diperkirakan telah rusak. Di lingkungan aslinya, Tomcat adalah makanan untuk burung. Jika populasi burung menurun, bisa dipastikan jumlah Tomcat juga akan semakin meningkat dan tak terkontrol. Hal yang mungkin bisa menanggulangi masalah ini adalah dengan penyemprotan, namun hal tersebut tidak akan menolong jika tidak di imbangi dengan ketersediaan tempat habitat untuk hewan kecil berwarna hitam dan merah tersebut

Pada dasarnya serangga Tomcat tidaklah menggigit. Ia akan secara otomatis mengeluarkan cairan jika ia bersentuhan dengan kulit manusia. Racun tomcat juga bisa melekat di baju, handuk atau pakaian manusia. Dan jika terkena hewan ini, maka dianjurkan jangan menggaruk bekas yang ditimbulkan dan segera menghubungi dokter agar efek gigitan tomcat tidak semakin meluas ke area yang lain. Warga Surabaya sendiri diharapkan tetap waspada karena Tomcat yang ada di kawasan tersebut diperkirakan mencapai jutaan ekor. Hal ini juga bisa menjadi pelaran bagi kita semua agar lebih mau untuk memelihara kelestarian lingkungan agar habitat hewan yang seharusnya berada di hutan tidak menyerang kota kembali

Sumber:  http://achiles79-blog.blogspot.com/2012/03/serangga-tomcat-di-surabaya.html