Pertandingan antara hidup dan mati pada edisi kali ini terbagi menjadi dua bagian, dimana di tengah2nya diisi dengan permainan monopoli akibat absennya Juragan dan Dewa Babel, yang ngga tahu juntrungannya.

Pada pertandingan pertama, ditemukanlah komposisi pemain seperti ini:

SENTINEL
YooHoo: Sylabear, Lone Druid
Juragan: Balanar, Night Stalker
— vs —
SCOURGE
iMboh: Nevermore, Shadow Fiend
Serenade: Barathrum, Spirit Breaker

Permainan berjalan dengan cepat, yang merupakan salah satu ciri permainan 2v2, dimana skill individu sangat menentukan untuk meraih kemenangan, dibandingkan kerjasama tim (sekalipun hal ini tidak berlaku apabila ada Lich :))

Pada level2 awal, Barathrum mengambil lane bawah, berhadapan dengan Sylabear, yang entah kenapa cukup sulit juga memelokoto Barathrum, yang mampu menjaga jarak dengan sangat baik. Sementara Juragan yang bertipe melee, cukup direpotkan dengan Nevermore yang memang bertipe range, sehingga sangat mudah memelokoto Juragan.

Menjelang malam tiba, YooHoo sudah mengkode Juragan untuk membokong Barathrum yang ada di lane bawah, namun apa lacur, saat dilihat Balanar larinya kok santai2 saja. Ternyata Juragan tidak mengambil skill ke 3 sehingga sudah dipastikan larinya sudah pasti kalah oleh skill pasifnya Barathrum yang memang tersohor itu.

Gagal membokong, membuat kepercayaan diri Juragan cukup terganggu juga dengan beberapa kali Balanar dipelokoto oleh duet Barathrum dan Nevermore, dan nyatalah bahwa Balanar ternyata tidak mampu berbuat banyak melawan Barathrum.

Untungnya Sylabear dan beruangnya dengan telaten menjadikan item2nya dan netral creep juga di hutan sehingga saat kedua2nya sudah menjadi beruang, musuh2nya cukup kewalahan menghadapi keberingasan mereka berdua. Juragan yang seolah mendapatkan angin segar, kembali bangkit dan bahkan YooHoo dan Juragan masih sempat bertarung dengan Roshan sebelum kemudian mereka menghancurkan Frozen Throne (dikarenakan adanya kode dari Juragan bahwa dia minta permainan cepat diakhiri, soalnya mau pergi sama bojone)

Sepeninggal Juragan, Serenade, iMboh dan YooHoo langsung menggelar permainan lain, yaitu permainan monopoli yang memang sedang hot akhir2 ini. Mungkin satu hal yang dapat dicatat dari beberapa babak permainan adalah adanya tagihan sewa dari iMboh yang walaupun bukan property yang mahal, namun berkat kartu aksi gandakan sewa, uang 12M yang dibayarkan menjadi sangat terasa, apalagi di awal2 permainan, sehingga bak tsunami, semua uang dan property dari YooHoo dan Serenade hanyut terbawa gelombang dan menjadi milik iMboh. Astagaaaa 🙂

Ketika mereka sudah bermaksud mengakhiri permainan, kok ndilalah, muncullah seorang Muzifreak ke arena 225, yang tentu saja disambut dengan tangan terbuka oleh YooHoo dan teman2nya, dan serta merta mereka duduk lagi untuk bertarung di arena DotA, dengan hero2 sbb:

SENTINEL
Muzifreak: Dirge, Undying
iMboh: Lord Abaddon
— vs —
SCOURGE
YooHoo: Terror Blade, Soul Keeper
Serenade: Mortred, Phantom Assassin

Permainan pun dimulai… Muzifreak yang memang cekelane Undying tampak sangat efektif menggunakan skill kuburan dan sedot HPnya saat dia bertarung melawan Terror Blade di lane tengah. Sementara itu, iMboh yang sejak awal sudah beringas bermaksud membunuh Mortred, malah terbunuh oleh tower Scourge. Namun saat dia revived, dia langsung berhasil mendapatkan first blood dengan memelokoto Mortred.

Mortred yang memang hero late, di menit2 awal dibuat tidak berkutik melawan keganasan Abaddon, dimana dengan pedang esnya, dia selalu menyeruduk maju memukuli Mortred dan hanya karena skill Blur dan Blinknya semata2, Mortred mampu menyelamatkan diri.

Ketika terjadi perang 2v2 di lane tengah, Mortred yang memburu Abaddon malah tewas, akibat skill Dirge yang menyedot HP dari area yang sudah ditentukan sebelumnya. Sementara itu, Terror Blade yang sudah memiliki item Difusal Blade, cukup sukses memelokoto musuh2nya. Lambat laun dnegan telaten, Mortred semakin mantap, apalagi saat memasuki level 11 dimana critical strikenya sudah mencapai 400 damage.

Dengan Mortred dan bayangan ilusi Terror Blade, maka tidak ada keraguan lagi untuk menentukan pemenangnya. Walaupun sempat pula Mortred dikejar oleh Abaddon dan dibackup oleh Dirge, namun hal itu tidak berlangsung lama, ketika Lord Abaddon malah tidak sempat keluar skill pasivenya ketika Critical Mortred sudah mencapai 800 damage. Dalam tempo tidak sampai 30 menit, duet Terror Blade dan Mortred berhasil menghancurkan Tree of Life

-fin