Kekalahan yang sangat telak diperoleh oleh Babel, YooHoo dan Muzifreak melalui dua pertandingan berturut2 pada sore hari ini melawan Serenade, iMboh dan Juragan, yang tetap enggan menyandang gelar Dewa sekalipun sudah memelokoto habis2an lawan2nya.

YooHoo yang menggunakan twin brothers Magina dan TerrorBlade juga dibuat tidak berkutik menghadapi kesolidan tim Mboh Gandi. Pada pertandingan pertama, Magina yang terlalu sering mati pada menit2 awal, membuat Strygwyrnya Juragan cepat naik level dan Blink-nya Magina justru menjadi senjata makan tuan, dimana saat di Rupture, tentu saja tidak bisa nge-blink. Lucifer-nya Babel juga sering dijadikan bulan2an dari iMboh yang (selalu) menggunakan Axe serta Serenade dengan Barathrumnya.

Kesalahan yang dilakukan oleh tim Babel pada pertandingan pertama menurut analisa YooHoo adalah sebagai berikut:
* Tim Babel tidak ada pemimpinnya yang mengatur jalannya permainan, kapan waktu memburu hero dan kapan waktu ngepush tower
* Babel yang bertipe solo-er, seringkali berusaha ngepush sendirian, sementara taktik ini sebenarnya kurang cocok dengan adanya Barathrum dan Strygwyr di tim lawan, sehingga mereka mudah nge-track posisinya
* Adanya kegiatan creeping dari Muzifreak tanpa persetujuan bolo2nya (saat nyerang, Muzifreak masih nanggung sampai menghabisi creep dulu)
* Sejak awal sudah tidak pakai burung
* Tidak ada yang mau support, sementara Serenade di tim lawan, bahkan memasang mata di hampir setiap sudut, sehingga sudah dipastikan terang benderang deh hutannya
* Babel sejak awal pertandingan menjadi bulan2an tim lawan akibat permainan solonya
* Combo Barathrum dan Axe sangat mengerikan
* Adanya skill spesial dari tim lawan (Rupture, Bloodrage, Berserker Call, Nether Strike) yang mengakibatkan Magina tidak bisa memanfaatkan skill Blinknya secara optimal

Keburengan tim Babel pada pertandingan selanjutnya sebenarnya dipicu oleh permintaan Sang Dewa Babel sendiri, yang kelihatannya tidak terima dirinya dipelokoto. Dia meminta untuk diadakan rematch dengan bolo yang sama, namun tidak mengatur strategi hero apa yang akan dipakai, jadilah sekali lagi mengulangi kesalahan yang sama, yaitu memakai hero2 targeting seperti Terror Blade dan Meepo. Sementara itu, strategi dari tim musuh semestinya masih sama, yaitu bertahan dan menyerang secara bersama2. Dengan adanya Rikimaru yang dipegang oleh Serenade, tim Babel menjadi kesulitan untuk memelokoto musuh2nya.

Sebenarnya pada level2 awal, YooHoo cukup menikmati memelokoto Axe di lane atas, walau ada momen2 dimana Axe mestinya bisa membunuh Terror Blade yang HPnya sedikit, malah lari ke belakang. Namun yang terjadi malah Axe yang mampu membunuh Terror Blade terlebih dahulu. Kesalahan yang dilakukan YooHoo adalah terlalu bernafsu hendak memelokoto Axe, tanpa mengecek dan menghitung HPnya sendiri yang sudah low. Sementara itu secara single hero, sebenarnya pada permainan awal, tim Babel sudah unggul, bahkan sudah lebih dulu membolongi lane Scourge, namun apa daya semuanya berbalik seperti mimpi buruk, tim Babel harus menelan pil kekecewaan yang kedua kali walau di awal2 pertandingan sempat yakin menang.

Adapun kesalahan yang bisa dianalisa dari pertandingan kedua (versi YooHoo) adalah sebagai berikut:
* (INI YANG UTAMA, JADI SAYA TULIS PAKAI HURUF BESAR!!!) ADANYA PERKATAAN2 NGALOP DI AWAL PERTANDINGAN, YANG BELAKANGAN DITENGARAI YOOHOO SEBAGAI MANTRA YANG MAMPU MEMBALIKKAN KEADAAN, SEPERTI KATA2 MANTRA BERIKUT:
1. WAH… DI ATAS KERTAS KITA SUDAH KALAH
2. KITA MAIN FUN YO REK… NOTHING TO LOSE. KALO KALI INI KALAH, YO GAK POPO WONG SING PERTAMA MAU WIS MENANG. TAPI LEK MISALE MENANG, YO MEREKA SING TAMBAH BURENG
3. KALAH GAK POPO YO REK
4. ABOT IKI REK, MUSUHE DEWO (PADAHAL SAAT NGOMONG SEPERTI ITU, LEVEL MEREKA SUDAH JAUH DIATAS)
5. DAN SEABREG2 PERKATAAN NGALOP LAINNYA 🙂
* Serenade dan kedua kawannya HAMPIR SELALU bersama2 baik dalam defense maupun menyerang, walaupun sempat juga sekali dua kali mereka kurang kompak
* Tim Mboh Gandi berhasil meramu combo dan peluang keberhasilan combo itu sangat tinggi dalam memelokoto musuh2nya. Combonya adalah sebagai berikut, diawali dengan Juragan yang ngeblink di tengah2 Meepo dan langsung stun, lalu berserker call dari Axe terhadap salah satu Meepo dan akhirnya Rikimaru sebagai eksekutor terakhirnya
* Muzifreak yang terlihat hampir selalu langsung mundur walau HPnya masih ijo royo2 di tengah peperangan sehingga kedua temannya sudah pasti dipelokoto
* Skill Toss Muzi yang sangat merugikan untuk battle besar, dimana ada satu saat TerrorBlade malah ditoss di tengah2 musuh yang langsung memelokotonya habis2an
* YooHoo yang misunderstanding istilah Mata terhadap Dewa Babel
* Kecolongan Aegis di Roshan, tanpa menyadari bahwa mata sudah disebar oleh Serenade hampir diseluruh map
* Permainan tim Mboh Gandi sangat cantik dan kompak, sementara di tim Babel, kurang adanya koordinasi kerjasama tim yang baik, sehingga saat battle, bingung mencari targetnya sementara Rikimaru tahu2 sudah nutuki dari belakang dan seringkali terlambat menyadarinya
* Tidak adanya hero area yang mampu mensupport Meepo sehingga Meeponya walaupun jadi juga, namun masih kalah ketika mereka melakukan combo

Saat tim Mboh Gandi pada akhirnya bisa mencapai lane tengah, maka mereka tanpa menunggu lama lagi langsung menghancurkan Tree of Life. Perkataan iMboh yang biasanya “Wah iki mujizat rek, iso ngalahno DEWO” yang biasanya terlontar saat akhir pertandingan ternyata tidak keluar…

Pelajaran:
Next time, kalau sudah tahu musuhnya selalu bersama2 dalam defense maupun attack, lawannya juga harus demikian dan diatur rolenya, siapa yang pakai hero tanker, siapa yang support dan siapa yang killer, serta harus ada minimal satu hero area. Sebenarnya Tiny bisa dipertimbangkan untuk peran hero area dengan avalance dan tossnya, namun kekurangsigapan Muzi karena mungkin agak jarang berdota dikarenakan kegiatan perbojoan, mengakibatkan posisi hero area ini tidak mampu diisi Muzi secara maksimal.

-fin