Masih tentang kucing-kucing yang mengisi masa kecil saya. Beberapa kali saat ayah saya pulang dengan membawa pecel lele, kucing-kucing ini selalu kebagian jatah. Dan dasar saya juga suka pilih kasih, saya selalu memberikan bagian yang lebih banyak kepada si Sweng Sweng, sementara yang lain juga mendapat bagian yang relatif lebih sedikit.

Adalah seekor kucing yang saya beri nama Suap Suap. Ternyata si Suap Suap ini adalah induk dari kucing-kucing kecil yang biasanya saya kasih makan. Dan pada suatu malam, saat saya membagi-bagikan tulang dan duri ikan lele yang habis kami santap, si Suap Suap juga ikut datang dan mengeong-ngeong minta jatah. Namun karena saya tidak begitu tertarik dengan kucing yang sudah besar, saya tidak memberi dia bagian.

Namun diluar dugaan saya, ternyata si Suap Suap mengambil langkah berani, yaitu dengan cakarnya, dia merebut tulang ikan yang sedianya menjadi jatah si Sweng Sweng. Sweng Sweng sendiri rupanya cuek. Setelah bagiannya diambil oleh Suap Suap yang langsung dibawa kabur, dia balik mendekat ke saya sambil mengeong-ngeong minta bagiannya diganti. Astaga, ternyata diantara kucing juga ada persaingan satu sama lain. Apalagi kalau saya lihat, saat kucing makan, kucing selalu menggeram-geram dan menjaga dengan baik jatah makanannya agar tidak direbut oleh kucing lainnya.