Kelumpuhan adalah dampak yang paling mudah dikenali pada serangan stroke. Padahal tidak selalu separah itu, terkadang stroke ringan juga memicu dampak yang sering tak disadari namun sangat mengganggu contohnya depresi dan susah tidur.

“Tidak ada istilah stroke ringan. Pasien yang mengalami serangan yang kita sebut stroke ringan tetap menghadapi ancaman serius dalam hidup kesehariannya,” ungkap Annie Rochette, peneliti dari University of Montreal seperti dikutip dari Healthday, Selasa (4/10/2011).

Rochette menyimpulkan hal itu setelah melakukan pengamatan terhadap 200 pasien yang mengalami stroke ringan dalam 6 bulan terakhir. Seluruh partisipan yang diamati umumnya mengalami keluhan yang sama, yakni susah tidur dan sering merasa gelisah.

Temuan ini menegaskan bahwa serangan stroke seringan apapun tidak boleh dianggap remeh. Kadang pasien tidak cukup hanya mendapat perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) saja, tetapi harus diperiksa juga oleh ahli saraf dan jika perlu oleh psikiater.

“Dibandingkan populasi secara umum, orang-orang yang mengalami stroke ringan 5 kali lebih berisiko untuk mengalami stroke lagi dalam 2 tahun berikutnya,” tambah seorang juru bicara Heart and Stroke Foundation, Dr Michael Hill.

Sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/10/04/083430/1736132/763/stroke-ringan-sekalipun-bisa-memicu-depresi-dan-susah-tidur?ld991107763