Judul yang sangat cocok mengungkapkan panasnya kancah peperangan sore hari ini, dan atas permintaan Serenade, YooHoo bersedia menuliskan review untuk edisi pertandingan kali ini, yang merupakan pertandingan perdana semenjak 2 PIC yang terkalahkan tempo hari, yang terpaksa memimpin field trip dengan posisi nyonyor, sehingga menorehkan luka yang cukup dalam, ditambah lagi dengan absennya kedua PIC dari arena DotA, membuat semua pemain seakan ketularan penyakit SAKAUnya Juragan.

Sejak pagi hari, Juragan sudah mulai memanas2i  para Dotters, karena sepeninggal beberapa rekan Dotters, rupanya Juragan yang sempat bermain sendiri, sudah melampaui level bacotnya Sang Dirty Dewa Syu. Hal ini diungkapkan dengan gamblang dan jelas oleh iMboh, yang terang2an mengaku kecewa dan sakit hati melihat polah tingkah Juragan, yang apabila mendapat angin segar, bacotannya bahkan melampaui bacot dari Dirty Dewa Syu sendiri. Syu yang tidak tahu menahu akan hal ini sempat kaget ketika dikonfirmasi di lapangan. “Aku ga ikut main waktu itu,” akunya terus terang. Namun setelah dikonfirmasi terhadap iMboh, kebacotan itu bermula ketika iMboh yang dengan kelapangan dadanya bersedia disandingkan dengan Yasalam, tentu saja dengan mudah dapat dikalahkan oleh Juragan yang rupanya menangkap peluang itu sebagai peluang yang bagus untuk membacoti teman setim ITCHYnya, sehingga tidak berapa lama, iMboh menyatakan bahwa ITCHY dibubarkan.

Bagi YooHoo sendiri, hal ini tidak menjadi masalah, karena itu berarti sudah tidak ada pertandingan ITCHY vs TL yang biasanya selalu dikumandangkan Juragan pada pagi hari dengan semangat yang menggebu2 sementara ‘njekethek’ sore harinya, dia ngelewes2 pulang duluan daripada konco2ne. Jadi mode permainan -sp menjadi populer kembali.

Demikian pula yang terjadi pada sore hari ini. Saat jam sudah menunjukkan jam tiga lebih, spontan pahlawan2 DotA sudah berdatangan memadati arena. Dirty Dewa Syu, yang sejak pagi, bahkan sudah cangkruk di 225,  anehnya malah ngeloyor pergi, setelah diberi kode oleh Bapaknya, yang terlihat sekali keImbaan Syu di DotA, tidak ada apa2nya jika dibandingkan dengan Bapaknya di dunia nyata. Tanpa kehadiran Dewa Syu, tidak menyurutkan Dotters lainnya untuk tetap bermain. Sementara itu, iMboh untuk sementara menyatakan tidak join.

Jadilah YooHoo, Serenade dan Horman melawan tiga generasi Sang Dewa Babel, Juragan dan Yasalam (tentu saja). Horman yang tidak kunjung datang, segera digantikan posisinya oleh iMboh dengan senang hati. Mortred, Skeleton King dan Tide Hunter langsung berhadapan dengan Prophet, Magina dan Kardel. Sebenarnya komposisi ini sudah cukup pas, namun kehadiran Horman kembali membuat game harus direset lagi dan inilah komposisi pemainnya setelah di -sp.

SENTINEL
======
Sang Dewa Babel: Meepo (milih terakhir, ga isin karo gelar dewane)
iMboh: Slardar
Juragan: Centaur Warchief
Muzicman: Strygwyr

SCOURGE
======
Serenade: Treant Protector
YooHoo: Spectre
Yasalam: Venomancer
AI: Invoker

Penggunaan mode -pa untuk memilih AI sempat diprotes oleh beberapa pihak sebelum kemudian semuanya menyetujui. Bagi kedua PIC, dibolokan dengan Yasalam dan AI merupakan pukulan yang cukup telak menghajar tubuh2 letih mereka berdua. namun apa mau dikata, mereka maju saja dengan apa yang dipunyai dan berharap semoga AInya enak dan Yasalam juga enak mainnya 🙂

Permainan awal diisi dengan permainan tengah antara Spectre yang melawan dua hero musuh langsung yaitu CW dan Strygwyr. Menghadapi Strygwyr yang HPnya ga habis2, serta CW yang atos dan mempunyai stun, membuat HP Spectre selalu merah dan hampir2 ga dapat berbuat apa2.

First Blood menjadi milik Yasalam setelah sukses memelokoto Meepo di lane atas dengan bantuan Invoker dan bayangan Spectre, sebelum kemudian Meepo ternyata juga membunuh Invoker. iMboh yang ada di lane bawah juga sempat dipelokoto oleh Treant dan Invoker yang dibantu dengan bayangan Spectre pula.

Seperti biasa, seekor Meepo yang dikintilkan di hero kawannya membuat kawan2nya tidak mampu mendapatkan level dengan cepat, namun di lain pihak, bagi Meepo sendiri levelnya menjadi sangat cepat naiknya. AI Invoker beberapa kali sempat miss saat dicommand sehingga Invoker menjadi bulan2an bagi tim Sentinel. Sementara itu Yasalam yang sebenarnya diharapkan untuk menjaga AI ataupun mengkode teman2nya saat AI dihajar, tidak mampu berbuat banyak, walaupun begitu, Yasalam menjadi sangat aware dengan keselamatan dirinya dan tidak membiarkan dirinya dipelokoto oleh musuh2nya.

Memasuki permainan tengah, Sang Dewa Babel semakin garang, apalagi setelah Meeponya menjadi beberapa buah. Bahkan dia berani mengklaim “Wis satu2 aja majunya” yang mana dia menjadi sangat pede dengan kemampuan Meeponya. Maka tidak berapa lama saja, tower Scourge sudah jadi bulan2an tim Sentinel sehingga hanya tersisa tower yang ada di gerbang2 masuk markas Scourge.

Menyadari hal ini, YooHoo dan teman2nya langsung merapatkan barisan demi menjaga keutuhan markas mereka. Mereka menyadari bahwa peluang untuk strikes back sangat tipis. Sementara itu Invoker lambat laun sudah jadi dan bahkan dia memakai item Manta Style, sebuah item yang sebenarnya cukup tabu digunakan untuk hero INT. Meepo yang sudah ndewo sangat pede merangsek maju ke depan untuk menghajar musuh2nya.

Posisi Meepo yang pertama ditemukan dengan mudah oleh Haunt nya Spectre, dimana Meepo ternyata lagi melawan Roshan sendirian, maka semuanya bergerak menuju kesana, walaupun begitu sergapan ini tidak membuahkan hasil yang memuaskan, yang malah menjadikan pukulan balik bagi tim Scourge sendiri. Sejak saat itu mereka semua bersepakat, apabila hendak membantai Meepo, harus serentak. Datang bergantian malah akan menjadi pukulan balik bagi mereka.

Invoker yang sudah lumayan jadi, dimanfaatkan dengan sangat baik oleh kedua PIC, yaitu digunakan sebagai pembuka war, dengan jurus sabit dan meteornya, ternyata Invoker mampu memporak porandakan barisan Meepo serta teman2nya, yang langsung disambung dengan jiret dari Treant Protector. Disinilah peran Yasalam sebagai pemain DotA cukup diperhitungkan. Dengan pembuka seperti itu dan Haunt dari Spectre, Yasalam dengan sabar dan telaten menitili hero2 musuhnya sehingga sempat pula mendapatkan double kill!!!

Dan hal ini bahkan sempat terulang selama beberapa kali. Meepo yang tiga kali mendapat Aegis serta beli juga, sempat dibuat bingung, yang walaupun mereka sudah menang posisi, namun barisan defender dari Scourge tak ayal membuat mereka kebingungan juga. Selanjutnya, Sang Dewa Babel mulai main strategi. Dengan memanfaatkan puffnya Meepo, dia berusaha mengocak tim Scourge ke lane2 yang berbeda, dimana CW yang sudah sangat atos, sudah berani membadak tower sendirian. Sementara itu Strygwyr dengan skill Rupturenya siap mengincar hero yang dalam keadaan low, sehingga ada satu saat dimana Serenade yang tidak sadar HPnya sudah sedemikian lownya, dibunuh dengan sukses oleh Strygwyr.

YooHoo yang menggunakan Spectre langsung membeli item Dagon, yang beberapa kali item ini terbukti cukup efektif membunuh langsung beberapa hero yang HPnya sudah tipis dan berusaha melarikan diri, termasuk sempat pula item ini digunakan untuk membungkam Meeponya Dewa Babel. Namun dikarenakan hero2 Sentinel yang sudah atos, maka tidaklah terlalu sulit bagi tim Sentinel untuk mendesak Scourge yang memang sudah kelelahan bertahan. Tanpa adanya Dirty Dewa Syu, ternyata permainan masih bisa bertahan sampai menit ke -50. Namun baik Serenade maupun YooHoo sudah bersepakat, bahwa mereka berdua cukup puas dengan hasil pertandingan, yang meskipun tim mereka kalah, namun mereka mendapat pelajaran yang berharga untuk membungkan Meeponya Sang Dewa Babel

Beberapa analisa yang sempat dicatat adalah:
– Jika melawan Meepo, diperlukan satu hero untuk dapat mendisable SEMUA Meepo. Pendisablean satu Meepo saja tidaklah berarti apapun. Contoh, dalam kasus kali ini, pembukaan dari Invoker dengan sabit dan meteornya, serta tornadonya mampu memporak porandakan barisan Meepo. YooHoo mengetahui hal ini, ketika dia bahkan dapat menarget satu Meepo tanpa diketahui Meepo lainnya sebelum kemudian Meepo yang sudah low, dapat bunuh dengan Dagger dan Dagonnya.
– Butuh 1 item instan kill untuk menjaga agar jangan sampai Meepo yang low mendapatkan heal baik dari efek mekanism ataupun dari vladmirnya.
– Untuk melawan Meepo jangan keluar satu persatu, melainkan harus diserang secara serempak. Kesalahan yang sering dilakukan adalah menyerang Meepo yang berbeda, sehingga serangannya menjadi tidak efektif dan percuma.
– Sering2 ngecek Roshan. Meepo yang tanpa Roshan saja sudah sulit dibunuh, apalagi yang pakai Aegis. Dijamin setelah semua ulti dikeluarkan, saat Meepo revive lagi,  tidak ada ulti yang bisa dipakai untuk membungkam Meepo.
– Hero yang ideal melawan Meepo adalah 2 hero area dan 1 hero eksekutor

Satu2nya hiburan pada pertandingan kali ini bagi 2 PIC adalah mampu memelokoto Sang Dewa Babel dengan Meeponya yang konon juga ditakuti bahkan oleh Dirty Dewa Syu sendiri. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kedua PIC. Semoga bisa lebih memelokoto lagi di edisi2 selanjutnya. fin.