Tulisan ini sengaja saya buat untuk memperingati akan keDIRTYan Dewa Babel, yang memiliki strategi yang sangat dirty demi sebuah pride. Saat pertandingan untuk edisi kali ini berhasil digelar, setelah berkali2 diulang2, maka pemain2 yang berlaga adalah sbb:

YooHoo: Faceless Void
Serenade:Terror Blade
iMboh: Slardar

Dewa Babel: Naga Siren
Muzifreak: Venge
AI+: Morphling

Sejak awal pertandingan dimulai terlihat pertandingan berat sebelah. YooHoo yang berhadapan langsung dengan Dewa Babel dibuat tipis HPnya, ketika Sang Dewa dengan bayangan ilusinya mendesak YooHoo dan bahkan sampai di belakang tower. YooHoo tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk mengembangkan permainannya, sehingga praktis Faceless Void dibuat menjadi tidak berkutik menghadapi keberingasan Dewa Babel.

Setelah sukses memelokoto iMboh dan YooHoo, Dewa Babel semakin mengembangkan permainannya dengan mengepush masing-masing lane. Muzi yang terkenal dengan permainan safenya, lambat namun pasti mulai membuat Venge-nya semakin jadi! Sementara itu Morphlingnya AI benar2 menjadi nightmare buat YooHoo cs. Dimana Morphling menggunakan skill stun dan wave formnya dengan sangat efektif.

Dalam tempo yang tidak terlalu lama, lane bawah sudah berhasil dibolongi oleh Dewa Babel dan kawan2. Satu2nya hiburan buat YooHoo adalah ketika dia berhasil mengejar dan membunuh Naga Siren di dalam chronospherenya. Babel yang terkenal dengan kepiawaiannya untuk melarikan diri, untungnya masih sempat kesangkut ekornya sehingga dia dibuat diam tak bergerak di dalam chronosphere.

Namun pada detik2 itu, Sang Dewa Babel leaver, yang entah karena koneksinya yang putus, atau dia tidak tega melihat tim Scourge akan strikes back (Yooho dan kawan2 lebih cenderung memilih pilihan kedua, dimana dia sengaja mencabut kabelnya untuk menjaga pridenya) Namun pertandingan tetap dilanjutkan dengan Muzifreak yang dipelokoto oleh tim Scourge, sehingga dia juga leaver! Seolah tidak puas dengan hasil ini, Dewa Babel langsung berdiri di sebelah YooHoo dan saat terjadi battle di depan Tree of Life, Sang Dewa SENGOJO memegangi kedua tangan YooHoo agar bisa dikalahkan oleh Naga Sirennya yang tentunya saat itu sudah dijalankan oleh AI. Tindakan ekstrim dari Dewa Babel ini sebenarnya tidak disangka oleh YooHoo, bahwa Dewa sekaliber Dewa Babel masih mau melakukan tindakan serendah itu… 🙂 Ketika YooHoo dan iMboh dipelokoto oleh AI, Dewa Babel pun menandak2 kesenangan bagaikan mendapatkan sekantong permen di hari Halloween. Sekalipun pada akhirnya Tree of Life berhasil dihancurkan namun Dewa Babel masih tetap tidak peduli. -fin