PENGANTAR
=======
Sekali lagi, istilah DEWA kembali diombang-ambingkan. Dan kali ini yang menjadi tokoh intelektualnya justru dari Sang Dewa Babel sendiri yang sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan titel DEWA yang selama ini disandangnya. Namun apa lacur, karena kisikan dari teman2nya dan abab panas iMboh yang sudah sangat tersohor itu, Dewa Babel pun ikut2an berusaha “LEMPAR DEWA SEMBUNYI TANGAN” dimana tentu saja target semuanya adalah YooHoo. YooHoo yang belakangan sudah bisa main fun dalam setiap episode, dipaksa untuk merasa risih juga ketika Dewa Babel ikut2an berusaha mencopot gelar Dewanya dan dipasangkan pada YooHoo yang mati2an tidak mau menyandang gelar tersebut.

KONSEKUENSI GELAR DEWA
=================
Di saat Dotters2 lainnya mungkin dengan entengnya “mau” dijuluki sebagai DEWA, namun ada sedikit konsekuensi bagi Dotters2 di 225 (tentu saja, tidak termasuk Dewa Syu) antara lain:
– Seorang DEWA harus siap dipasangkan dengan Yasalam, dimana fenomena ini menjadi berkelanjutan pada setiap permainan (sudah tidak ada lagi -sp)
– Seorang DEWA harus siap dipelokoto, karena dia akan selalu menjadi target yang pertama (Nama DEWA selalu berada di tempat pertama :))
– Akan ada ungkapan “Biarpun kalah, sing penting mateni DEWO”
– Dalam setiap Battle, DEWA lah yang menjadi target nomer satu. Jadi bisa dibayangkan kenyonyoran DEWA setelah tiap war selalu dijadikan bulan2an
– Seorang DEWA “DIPAKSA” untuk milih yang pertama, sehingga lawan2nya akan mengambil hero antinya karena milih belakangan
– DEWA juga harus siap di ABABi disepanjang permainan
Untuk kejelasan dari istilah Dewa, silakan mengacu pada tulisan2 saya yang terdahulu, bahwa sebenarnya DEWA itu hanya istilah saja yang menggambarkan individual skill yang mungkin lebih baik, tetapi bukan untuk dipelokoto seperti yang sering terjadi di arena 225. Karena DEWA jugalah player yang sama dengan yang lain, dan bukan mempunyai HP yang tidak bisa kalong, maka selihai2nya DEWA apabila digangbang pasti akan nyonyor juga.

PENGOMBANG-AMBINGAN ISTILAH DEWA
=========================
Mulai terjadi pengombang-ambingan istilah DEWA dari beberapa ungkapan sbb:
-” Lek ngeblink iso pas, ancene DEWO tenan” (Babel)
-” Iki lek sampek kalah, kudu sujud. Bayangno Clinkz iso ngalahno Sand King?” (Babel)
-” Iso eroh lek aku (Barathrum) menggok nang ngisor. Pancene DEWO” (Serenade)
(Padahal teknik yang digunakan Serenade dengan mengecoh lawannya dan langsung TP, sebenarnya adalah teknik DEWA yang sesungguhnya. Karena DEWA bukan hanya bisa membantai musuh2nya, namun juga mempunyai surviving skill yang sangat tinggi)

REVIEW
=====
Supaya tidak penasaran berikut adalah Review Pertandingan yang walaupun 2v2, cukup terasa ketegangannya, karena di sepanjang permainan, sealu disinggung soal DEWA dan terjadi perang mental antara ITCHY vs TL, biarpun kadang2 iMboh juga ikut2an mengABABi rekan setimnya. ITCHY dalam kesempatan ini memegang Sentinel sementara TL memegang Scourge

1st Game

iMboh: Axe 4Eva
YooHoo: Magina

Dewa Babel: Krobelus
Serenade: Rubick

Untuk edisi kali ini, YooHoo memilih hero yang paling terakhir yang ditengarai oleh lawan2nya main licikan karena jelas Magina adalah hero ANTI dari Krobelus dan Rubick (Ini juga merupakan salah satu BUKTI keTIDAKDEWAannya YooHoo) dimana tradisi memilih terakhir biasanya dilakukan oleh Dewa Babel untuk memelokoto musuh2nya.

Pada permainan awal, YooHoo yang selane dengan Rubick, tidak mengalami kesulitan yang cukup berarti demi memelokoto Serenade, namun jurus2 Serenade sempat membuat Magina kerepotan juga, yaitu jurus petirnya dan pengangkatannya, walaupun sebenarnya bagi Magina ga begitu kerasa.

Sementara itu Axe yang selane dengan Krobelus mampu membuahkan First Blood dengan cukup sukses, namun langsung dibalas oleh Dewa Babel saat dia kembali ke lane yang sama (INI merupakan bukti keDEWAan Babel, dimana salah satu ciri seorang DEWA adalah memberikan FIRST BLOOD kepada musuhnya untuk mengukur kekuatannya sendiri. Dan langsung dibalas pada saat battle berikutnya)

Ketika Rubick dan Krobelus sudah bermain combo, Magina dan Axe sangat kesulitan menghadang laju keduanya, sehingga dalam tempo yang sangat singkat, tower Sentinel sudah dijadikan bulan2an. Apalagi ketika terjadi battle di lane bawah yang mana Babel dan Serenade sukses memelokoto kedua lawannya (Ini juga merupakan salah satu BUKTI keTIDAKDEWAannya YooHoo). Exorcism Dewa Babel sangat menakutkan dan dapat digunakan secara efektif oleh Babel, yang mana ini merupakan bukti fisik yang sangat kuat, bahwa Babel layak menyandang gelar DEWA.

Satu2nya kesalahan yang dilakukan oleh tim TL adalah MENUNDA2 permainan. Jika saja mereka menyadari bahwa musuhnya adalah musuh yang mampu bermain lama, dan menjadi semakin kuat, mungkin mereka akan langsung menghajar habis bangunan Sentinel. Namun entah karena apa, mereka lebih memilih mundur untuk membunuh Roshan terlebih dahulu. Ketika YooHoo dan iMboh menyadari hal ini, mereka langsung bergerak menuju Roshan, dan Roshan yang tinggal sedikit itu langsung dihabisi oleh mereka dan Aegis mejadi milik Sentinel. Kemunculan Serenade dan Babel di tempat Roshan sesaat setelah Roshan dibantai justru merupakan kesalahan yang fatal, dimana mereka langsung dipelokoto dengan sukses oleh duet Axe+Magina

Semenjak itulah, angin permainan berbalik dimana YooHoo dan iMboh mulai memukul balik tim Scourge dan kemunculan hero musuhnya yang tidak serempak semakin memudahkan Magina dan Axe dalam memelokoto musuhnya.Item yang dimiliki Magina dan Axe lambat laun sudah semakin bagus dan ketika Magina sudah memiliki item Manta Style, tidaklah mengalami kesulitan yang berarti dalam mendesak Scourge, dan bahkan Exorcism Dewa Babel sudah tidak begitu terasa lagi, dan kemenangan menjadi milik tim ITCHY untuk edisi kali ini

2nd Game

iMboh: Slardar 4Eva
YooHoo: Clinkz

Dewa Babel: Sand King
Serenade: Barathrum

Seolah ‘tidak terima’ dengan kekalahannya, diadakan rematch sekali lagi dengan hero yang sama. Dan yang kali ini milih terakhir adalah iMboh yang sengaja memilih Slardar untuk meredam skill Sand Stormnya Babel. Ketika permainan dimulai, Clinkz yang selane dengan Dewa Babel langsung tukar posisi dengan Slardar karena Dewa Babel dengan Sand Stormnya menjadi sangat menjengkelkan dimana dia selalu menghilang di balik debu pasirnya (kok gak kelilipen yo motone?) Bahkan Slardar harus mengakui kepiawaian Dewa Babel yang memanfaatkan Sand Stormnya dengan sangat efektif karena mengetahui jumlah mana dari Slardar.

Clinkz yang selane dengan Barathrum menembakkan Fire Arrownya demi mencicil Barathrum, dan anehnya tindakan Clinkz ini langsung disambut dengan ucapan “Pancene DEWO” oleh Serenade yang mana ungkapan ini tidak relevan, karena Clinkz memang begitu cara mainnya. Ketika skill Wind Walk Clinkz sudah maksimal, Clinkz langsung patrol dan pergi ke lane bawah demi menghajar Dewa Babel dan tindakan ini sukses memberikan FIRST BLOOD buat YooHoo.

Namun untuk selanjutnya, tidaklah mudah untuk memelokoto Serenade dan Babel, dimana mereka main dengan sangat bagus dan berhati2, walaupun ada sempat terjadi Babel yang terlalu kelihatan di map sehingga dipelokoto oleh kedua lawannya. Slardar yang menjadi garis depan tim Sentinel sangat efektif menggunakan Sprint dan Stun Areanya, sementara Clinkz yang selalu hilang, muncul pada saat yang tepat untuk memelokoto musuh2nya.

Sementara Barathrum yang hampir2 tidak pernah terlihat creepingan di map, selalu charge musuh2nya walaupun saat charge Clinkz selalu gagal karena skill Wind Walknya itu. Namun saat Barathrum sudah memiliki gem, dia sempat hampir memelokoto Clinkz sebelum Clinkz langsung sadar dan melarikan diri. Ternyata ms Barathrum masih dibawah ms Clinkz pada saat dia wind walk, sehingga sekali lagi Clinkz bisa meloloskan diri.

Ketika item Cranium Bashernya Clinkz sudah jadi, pemelokotoan terhadap TL kembali dilanjutkan. Dan Barathrum yang sempat membeli gem dua kali, dipaksa untuk melepaskan gemnya tersebut. Kemudian, keputusan Clinkz untuk menggunakan item Eye of Skadi kembali memancing polemik istilah DEWA, yang ditengarai YooHoo kadang2 NGAWUR pol dan ada gejala untuk mendiskreditkan Dotter tertentu. Masak hanya dengan memiliki item Skadi sudah dianggap DEWA lagi?

Akhirnya karena berjuang dengan cukup gigih, kemenangan kembali berpihak kepada tim Sentinel. Dan di akhir pertandingan, bahkan sampai ke tempat makan pecel, pembicaraan tentang DEWA ini semakin panas dan berlanjut. Dewa Babel berusaha mencopot gelar DEWAnya untuk diberikan kepada YooHoo yang mati2an menolak gelar tsb, karena sudah mencium gelagat bosok dari Babel, karena disamping memberikan gelar DEWAnya, dia juga akan mewariskan kedua murid dan cucu muridnya, yakni Juragan dan Yasalam, dan untuk edisi selanjutnya, pembicaraan sudah bisa ditebak, yaitu YooHoo akan dibolokan dengan mereka seterusnya. jadi bahkan ketika terjadi pertunjukan sujud yang sangat didramatisir, YooHoo juga melakukan hal yang sama, yang berarti TIDAKLAH SAH dan titel DEWA tetap menjadi milik Babel, karena Meeponya sendiri sampai saat ini masih belum pernah dikalahkan oleh siapapun. Wis trimo ae nasibmu Bel… 🙂
-fin-