Setelah saya sempat ngobrol dengan kolega saya yang bernama Martinez Meinardi, saya jadi teringat model2 permainan tempo doeloe. Sebenarnya paragraf pertama ini tidak perlu saya tulis, namun atas permintaan langsung dari beliau yang menginspirasi saya, jadi paragraf ini saya tulis dan memang tulisan saya ini diinspirasi oleh ucapannya 🙂

Mungkin tidak banyak yang tahu permainan yang satu ini, apalagi anak2 sekarang yang tahunya hanya NDS dan PSP saja. Balik ke tahun 1980-an, permainan ini sangat populer. Bahkan, kalau saya tidak salah ingat, sampai ada lagunya 🙂 Saya sendiri termasuk sebagian orang yang beruntung karena ayah saya sempat membelikan saya satu Game & Watch yang ceritanya adalah seekor serigala yang menangkap telur dari empat sudut dengan topinya. Permainan ini termasuk Never Ending Game, dimana yang memacu kita semata2 hanyalah score. Jadi biasanya kita berkompetisi untuk banyak2an score dengan teman2. Sementara teman2 sekampung saya yang lain tidak pernah merasakan mempunyai Game & Watch, saya sempat punya permainan ini sampai akhirnya Game & Watch nya hilang pada saat saya di Rogojampi. Semakin merebaknya permainan ini, waktu saya SD, saya pernah membeli Game & Watch yang lain, yang rupanya sudah lebih canggih sedikit, dimana Game & Watch nya memiliki dua layar yang otomatis arena permainannya menjadi lebih lebar dari generasi pertama. Ayah saya dan saya waktu itu sampai keliling-keliling ke beberapa toko, sebelum kemudian saya beli yang bertitel Life Boat, yang ceritanya kita mengendalikan perahu yang menampung orang yang terjun dari kapal yang terbakar. Sebenarnya saya mengincar permainan yang berbeda (Mario Bros), yaitu tukang yang mengontrol barang yang akan dikirim, namun game tersebut tidak ada. Ada beberapa game populer yang ditawarkan seperti Submarine Battle dan lainnya, tapi saya akhirnya membeli Life Boat. Keesokannya di sekolah, ketika teman saya membawa Game & Watch nya yang Submarine Battle, saya baru merasa agak menyesal karena kemarin sudah membeli Submarine Battle. Dan sementara itu harga satu unit Game & Watch kalau tidak salah ingat dijual seharga Rp. 40.000,- suatu jumlah uang yang cukup besar saat itu, mengingat harga beras satu kilo baru seharga Rp. 250,- saja…