Semakin menipis stok warrior di arena laga 225 cukup membuat kecut beberapa pemain yang tersisa, sampai2 mereka harus menggunakan map 6.71 AI agar permainan dapat seimbang. Walaupun sudah banyak Dotters yang tampaknya sudah tidak mau lagi menjamah arena, dilangsungkanlah pertandingan hari ini dengan komposisi sbb.

Serenade: Tiny

iMboh: Disruptor

YooHoo: Jah’rakal (-random)

AI: Na’ix

Sejak awal pertandingan, YooHoo mengambil lane bawah yang berhadapan langsung dengan Serenade yang menggunakan Tiny. last Hit Tiny masih cukup jitu, namun sempat terhalang dengan skill Blind yang bolak balik dicast oleh Jah’rakal. Dengan item Life Steal di awal2, YooHoo tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam menghadapi Tiny.

Namun ketika iMboh bergabung dengan Tiny, sudah pasti abottt. Hal ini disebabkan pada saat war, Na’ix malahan ngupil di hutan tanpa mempedulikan towernya yang dihajar oleh tim Scourge. Dan sempat YooHoo memaksakan diri untuk war, namun yang terjadi malah YooHoo dipelokoto habis2an dengan kombinasi avalance, toss dan petirnya Disruptor yang mengakibatkan darah YooHoo langsung merah. Sukseslah YooHoo dipelokoto 2x oleh Serenade dan iMboh sementara sang Na’ix masih tenang2 saja ngupil di zona nyamannya.

Sejak saat itu strategi dirubah. YooHoo menyerahkan sepenuhnya urusan defense ke Na’ix sementara dia berusaha meningkatkan level dengan creepingan di hutan. Didapatnya item van Guard dan Power Tread dengan susah payah karena tidak satu pun tower diperoleh Sentinel, sementara iMboh dan Serenade terus mendesak dan dalam sekejap semua tower luar berhasil dihancurkan.

YooHoo yang melihat pemandangan ini hanya bisa mengelus dada, padahal item Na’ix sudah cukup lumayan yaitu Desolator, namun tetap saja tidak bisa memelokoto musuh2nya. Na’ix cukup sukses bertindak sebagai Decoy sementara YooHoo mengambil Aegis dari Roshan, bahkan sampai 2x. Ketika item BKB sudah dimilik Jah’rakal, permainan mulai berubah. Tiny yang sejak awal sebenarnya sudah bisa membawa pentungan, karena kesalahan teknis yakni lupa ambil ultinya, baru belakangan bisa membawa pentungan. Namun dengan bekal STR yang besar, pukulan itu pun tidak begitu terasa, demikian juga dengan petirnya Disruptor.

namun menyerahkan sepenuhnya permainan tim kepada AI adalah satu kesalahan besar. Terbukti dengan Jah’rakal yang menghajar suda hero sendirian, yang akhirnya harus ditebus dengan 1 Aegis, sementara Na’ix masih enak2an di belakang nutuki creep. Menyadari hal ini, YooHoo mengatoskan Jah’rakal dengan terus memberinya item STR untuk menjaga digangbang dua hero musuhnya, karena sudah pasti temannya yang AI kurang bisa diharapkan.

Saat mencapai level 25, Jah’rakal yang sudah punya Satanic dan sempat beli item bahan Heart of tarasque mempunyai HP sekitar 3800!!! sementara damagenya sendiri ga gede2 amat. Ini memang salah satu strategi agar tidak gampang dipelokoto. Dan dengan skillnya sendiri, seluruh tower dan bangunan dapat dihancurkan dengan mudah. fin.

2 Comments on Jah’rakal in STR mode

  1. bahari says:

    hwee.., Dotter toh ternyata…
    ayo war…
    hehehe, seolah aku bisa ngeDot..