Edisi hari ini diwarnai dengan pemelokotoan2 yang cukup seru dengan absennya Dirty Dewa Suzy yang sebenarnya sudah diajak main bersama, namun karena sesuatu hal Dirty Dewa Suzy meninggalkan arena pertempuran sebelum sempat menyapa para Dotters. Justru Anton Pram yang terlihat nongol duluan di arena DotA.

Ketika seorang Muzifreak, Serenade dan Sang Dewa Babel sudah menampakkan batang hidungnya, maka permainan segera digelar kembali dengan komposisi sebagai berikut: (pemasangan tim diperoleh dengan cara sut :))

Sentinel

Sang Dewa Babel: Geomancer Meepo

Juragan Calon Dewa: Slardar Slytherin Guard

Muzifreak: Strygwyr Bloodseeker

Scourge

Serenade: Rikimaru Stealth Assassin a.k.a Eksekutor

YooHoo: Pit Lord a.k.a. Super Babu 🙂

Imboh: Lord Abaddon a.k.a Second Eksekutor

Pram: Venomancer a.k.a. ???

Permainan dimulai… YooHoo yang satu lane tengah dengan Meepo dibuat cukup repot dengan Geostrike Meepo yang pada awal2 dirasakan cukup sakit juga. Apalagi YooHoo masih belum mempunyai Arcane Boots. Serenade yang melihat hal itu segera memberi kode untuk melakukan tukar lane dengan YooHoo, sehingga YooHoo segera pindah ke lane bawah bersama Pram, melawan Strygwyr yang saat itu sudah mendahului levelnya.

Adanya pertukaran seperti itu mengakibatkan level YooHoo dan Serenade sempat tertinggal dari Meepo. Bahkan saat Rikimaru masih level 5, Meepo sudah melesat jauh dengan mencapai level 8 terlebih dahulu. Untunglah setelah Arcane Boot dari YooHoo sudah jadi, ditambah lagi dengan item Mekanismnya, pemelokotoan terhadap Sang Dewa Babel dapat segera dimulai. Juragan dan Muzifreak pun tidak dapat berbuat banyak melihat Meepo yang selalu dipelokoto oleh musuh2nya. Yang cukup mengherankan adalah mengapa sejak awal tim Sentinel tidak ada yang membeli Gem atau mata? Padahal sudah jelas musuhnya adalah hero yang menghilang permanen.

Combo yang cukup enak dipraktekkan oleh Rikimaru dan Pit Lord, dimana mereka masing2 mempunyai skill Disable, khusus untuk menangkal Meepo. Dengan asapnya, Riki mampu menghajar Meepo, sementara disusul dengan Kuburan Tua-nya Pit Lord. Sementara Anton Pram yang memang masih perlu mengasah intuisinya, sempat mengeluarkan Poison Nova yang sangat pas waktunya, yaitu saat hero2 musuhnya sedang berkeliaran di lane bawah.

Beberapa kali semua hero Sentinel tumbang, sehingga mengakibatkan semakin gampangnya hero Scourge nge-push lane sehingga langsung mendapatkan tower dan memberikan kepuasan tersendiri bagi personilnya. Suatu saat Meepo yang dimainkan dengan sangat baik oleh Sang Dewa babel bahkan sempat melawan Roshan dan mendapatkan Aegis hanya dengan dua ekor Meepo saja, namun hal itu tidak berlangsung lama, karena segera dibantai lagi oleh tim Scourge.

Ketika permainan sudah mencapai permainan akhir, Juragan dengan gaya saklek-nya mendapat mandat langsung dari Sang Dewa, yang berteriak lantang, tanpa mengetik-ngetik lagi:

“GAN… INGAT TUGASMU!!!” Lawan yang ikut mendengar sudah mengira-ngira bahwa tugas yang dimaksudkan Sang Dewa tidak lain adalah membakar Rikimaru agar kelihatan di map. Namun tak dinyana, Juragan malahan maju dengan pedenya (merasa sok atos? :)) pas persis di depan tower, yang dengan gampangnya langsung “dikubur” oleh Pit Lord dan ditutuki oleh teman2nya. Riki yang tugasnya memang sebagai eksekutor, langsung ngeblink dan menghabisi Juragan saat itu juga.

Ketika sudah hampir mencapai ending, YooHoo dengan item Guinsonya siap menggoreng lawan2nya, yang ditarget pertama kali tidak lain adalah Juragan, yang mana ketika jadi KFC, segala kemampuannya hilang seketika selama 3.5 detik. Rikimaru yang melihat hal itu tidak menyia2kan kesempatan untuk memelokoto musuh2nya dan demikian pula dengan Abaddon. Ketika dilihat jam hampir pukul 18.00, permainan langsung diakhiri dan semuanya langsung cabut ke East Coast demi merayakan sebuah peristiwa yang penting dari salah seorang Dotters kita… fin… 🙂