PROLOG

=====

Entah karena apa, hari ini Juragan dan YooHoo selalu bermain dalam satu tim selama dua permainan berturut2 dan mengutip dari perkataan Rahadi: “Jika tidak ada ELANG, akulah ELANG kata sang BELALANG”, ketidakhadiran Dirty Dewa Suzy menjadikan pemain2 runner up menjadi cukup bersemangat dalam memelokoto musuh2nya. Ketika melihat kehadiran YooHoo, Serenade segera menginstruksikan bahwa permainan dapat segera dimulai.

GAME PERTAMA

==========

Walaupun sudah di -sp namun tim GuAN Yoo masih jadi satu tim dan menghasilkan komposisi pemain sebagai berikut:

Scourge:

YooHoo: Atropos Bane Elemental

Juragan: Viper Netherdrake

Sentinel:

Dave: Axe

Serenade: Rikimaru Stealth Assassin

Melihat lawan dan kawannya, Serenade langsung menggunakan Rikimaru. Menyadari hal ini, YooHoo berusaha untuk memikirkan cara combo terbaik untuk membungkan Rikimaru agar tidak “jadi” karena YooHoo menyadari sekali Rikimaru dibiarkan jadi, ga ada yang dapat menghentikannya. Hero Atropos yang diharapkan YooHoo cukup mampu memelokoto lawan2nya pada permainan awal. Bahkan first blood diperoleh YooHoo setelah memelokoto Axe pada battle satu lawan satu di lane tengah di dekat tower Sentinel.

Viper yang ada di lane bawah bersama Rikimaru sempat juga dipelokoto dan menjadi bulan2an Rikimaru ketika Rikimaru dan asap birunya menjadi tidak mampu dibendung oleh Viper. YooHoo yang saat itu sudah memiliki gem, bertemu dengan Rikimaru di area hutan Sentinel dan posisi Juragan ternyata masih ada di tower tengah (Astagaaa…) padahal sudah ditandai oleh YooHoo. Beruntung YooHoo masih bisa mengalahkan Rikimaru karena masih level2 awal.

Kemunculan Rikimaru yang terang2an farming menjadi incaran YooHoo. Karena sejak awal sudah sangat waspada dengan Riki, YooHoo yang mencium bau Riki langsung mengkode Juragan yang sejak saat itu menjadi sangat patuh dan mengikuti kemanapun Atropos pergi. Dengan kombinasi Fiend’s Grip, Absorb, Dagon (oh yes) dan racun serta slow Viper, bahkan Axe pun sempat dipelokoto dan dibantai ketika berpapasan di area hutan Sentinel. Rikimaru yang sempat terlihat langsung dipelokoto pula. Sejak beberapa kali dipelokoto, rupanya Rikimaru menjadi sangat berhati2, terbukti tidak pernah kelihatan lagi dan justru menaikkan experience lewat creepingan di hutan.

Sementara itu Axe yang beberapa kali keliatan bokongnya justru menjadi bulan2an dari Viper dan Atropos, apalagi Atropos sudah memiliki Agahnim yang mengakibatkan Fiend’s Gripnya menjadi bertambah sakit. Pembokongan dan pemelokotan yang terjadi tak ayal membuat Serenade menjadi geram, dan dia langsung mengatakan YooHoo sebagai ahli strategi yang sadis dan kejam. Bahkan ucapan ini juga dilontarkan oleh Juragan, teman setimnya sendiri yang justru membuat YooHoo terperangah. Apakah Juragan tidak tahu betapa mengerikannya Rikimaru kalau sudah “jadi” ? Rikimaru yang dilengkapi Cranium Basher, Manta dan Butterfly 1 aja, bahkan sudah tidak perlu bantuan Axe lagi untuk memelokoto kedua musuhnya. Oleh karena itu sejak awal genderang perang ditabuh, perlu taktik untuk menghambat Rikimaru agar tidak jadi!

Bak seorang Cao Cao yang kejam, pemelokotoan terhadap tim Sentinel terus berlanjut. Battle yang ada di lane bawah cukup seru dimana akhirnya Rikimaru berhasil membunuh Atropos walaupun harus ditebus dengan kematiannya sendiri. Viper yang saat itu sudah mempunyai Manta, menjadi cukup menakutkan bagi musuh2nya. Dengan demikian, berhasillah strategi yang diterapkan YooHoo, yaitu Atropos akan mendominasi awal dan tengah permainan, sementara Viper akan menjadi hero penentuan di akhir permainan.

Ketika pada akhirnya Rikimaru sudah mempunyai Manta dan Cranium Basher, barulah Juragan menyadari kehebatan Riki dan dia cukup senang dengan jarak level serta item yang cukup beda jauh antara Sentinel dan Scourge, sehingga perlawanan Rikimaru yang walaupun masih merepotkan sudah tidak berarti lagi. Ketika YooHoo sudah mempunya Boot of Travel, ketidaksigapan Juragan terbukti dengan mengabaikan pesan YooHoo, dimana dia masih enak2an creeping di hutan ketika YooHoo travel di lane bawah. Tapi overall, kepatuhan Juragan dalam menjalankan Viper cukup diacungi jempol, maka Tree of Life berhasil direbut oleh tim Scourge.

GAME KEDUA

========

Serenade rupanya tidak puas dengan hasil pertandingan dan dia langsung mengadukan pemelokotan terhadap dirinya dan Dave kepada Sang Dewa Babel yang kebetulan masuk arena pertempuran. Untuk game kedua, GuAN Yoo masih tetap berpasangan, sementara posisi Serenade digantikan oleh Sang Dewa Babel…

Pada awalnya sempat kuatir apabila Babel menggunakan Meepo, namun ternyata dihasilkan komposisi hero sbb:

Sentinel

YooHoo: Huskar

Juragan: Slardar

Scourge

Dave: Axe

Dewa Babel: Krobelus

Ketika genderang perang dibunyikan, YooHoo yang satu lane dengan Sang Dewa langsung minta tukar dengan Juragan, sehingga Juragan menjadi satu lane tengah dengan Babel, suatu kehormatan yang jarang sekali didapatkan oleh Juragan. Sementara itu, YooHoo yang selane bawah dengan Axe tidak bisa secara optimal memberikan serangannya, akibat Serenade yang ternyata masih belum pulang dan menjadi penasehat bagi Dave. Dengan adanya seorang Andi di belakang Dave, permainan Axe menjadi lebih mantap dan tidak mudah bagi seorang YooHoo untuk memelokoto Axe. Namun berkat serangan nitili yang terus menerus, Axe menjadi korban awal YooHoo yang mana dia sudah kehabisan mana sehingga tidak bisa mengeluarkan skillnya

YooHoo yang langsung otw ke tengah, dibuat geram melihat Slardar nya Juragan yang sok atos, menerobos spiritnya Krobelus demi melihat HP Krobelus yang merah dan dikompor2i oleh abab panas Serenade. Maka sudah bisa dipastikan Slardar tewas karena kesembronoannya. Padahal YooHoo sudah memperingatkan dia untuk mundur (tanpa chat). beruntung Krobelus telat mundur sehingga bisa diLife Break oleh Huskar dan tewas pula.

Sepeninggal Serenade, permainan menjadi semakin seru dimana Sang Dewa Babel menjadi cukup mudah untuk dipelokoto walaupun masih susah juga. Terbukti dengan tindakan Sang Dewa untuk membunuh Roshan, pada saat GuAN Yoo menekan tower di lane tengah. Saat Huskar sudah mempunyai Van Guard, Phase Boot dan mekanism, Huskar langsung merangsek maju memelokoto musuh2nya. Apalagi ditambah dengan item Agahnim yang menyebabkan cooldown Life Breaknya menjadi 8 detik saja. Battle terjadi di lane bawah, diamana Dewa Babel dengan item Lotharnya dan kumpulan spiritnya mendesak maju mengalahkan musuh2nya. Namun, akibat ketinggalan level dan kurangnya koordinasi dalam satu tim, dia bisa dipelokoto dan bahkan Aegisnya sudah terpakai pula. Beruntung dia masih bisa melarikan diri.

Ketika serangan sudah difokuskan pada lane tengah, YooHoo yang sudah pede bergerak memelokoto musuh2nya dengan kombinasi Life Break dan Burning Spearnya. Bahkan Axe yang maju menjadi bulan2an target dari tim Sentinel yang dengan sukses memelokoto Sang Dewa dan Dave bergantian. Maka tanpa menunda2 lebih lama lagi, Frozen Throne berhasil dihancurkan.

Nice teamwork, GuAN Yoo… Cia Yoo… :o) fin.