Sebenarnya ada dua game, tapi saya rapel aja biar cepet reviewnya yah…

YooHoo Squirrel: Atropos Bane Elemental

versus

Sang Dewa Babel: Puck Fairie Dragon

CD Tinez: Barathrum – lalu Leviathan

versus

Imboh: Leviathan – lalu Barathrum

Mode permainan: yang pasti tidak -sp 🙂

PERJUANGAN MELAWAN MIRANA SYNDROME

===========================

Seperti sudah terjadi belakangan ini, banyak diantara Dotters (terutama YooHoo) yang terkena Mirana Syndrome, yang ciri2 spesifiknya sudah dijelaskan oleh Juragan di postingan yang berbeda. Untuk edisi sore hari ini, setelah sepanjang hari merenungi kekalahan telak dari pertandingan terakhir, YooHoo memutuskan untuk join lagi dengan asumsi untuk FUN belaka dan tidak sepatutnya merasa untuk pensiun dini. Sekalipun kalah dan kehilangan pride, tapi kembali lagi, ini tetaplah permainan, jadi yang namanya permainan selalu ada yang menang dan yang kalah. Bertitik tolak dari hal tersebut dan adanya penghiburan dari Juragan bahwa kesusahan sehari cukuplah buat sehari, dimulailah perjuangan melawan Mirana Syndrome…

LEVIATHAN BY IMBOH

=============

Dalam permainan awal, Imboh yang menjalankan Leviathan yang mestinya bisa dibuat repot oleh Sang Dewa Babel dengan Puck-nya, justru mendapatkan first blood di dekat tower Scourge, dan ditambah lagi dengan memelokoto Sang Dewa, beberapa menit selanjutnya. Barathrum yang dijalankan oleh CD Tinez, cukup mampu mengukur waktu maju mundur dengan tepat, sehingga Atropos tidak begitu bisa memelokoto dia. Perjuangan yang ditunjukkan Imboh, sungguh berbeda dengan Traxex nya kemarin, dimana Imboh cukup tanggap dengan Fiend’s Grip dari Atropos, sehingga combo yang dihasilkan cukup membuat Sang Dewa Babel keteteran. Ditambah lagi Bara yang kurang sigap, mengakibatkan tim Sentinel dipelokoto oleh duet Atropos dan Leviathan.

BARATHRUM BY CD TINEZ

================

Dari sisi Barathrum sendiri, bentuk serangan combonya adalah Charge of Darkness ke Atropos dengan Puck yang ada dibelakangnya. Setelah musuhnya stun, dia buru2 nutuki beberapa kali sebelum kemudian Nether Strike. Dan Puck yang ada didekat situ siap mengeluarkan ultinya untuk mengikat Atropos. Sebenarnya strategi ini sangat bagus dan Atropos pernah luput meng-cast Nightmare dan belakangan YooHoo baru sadar, ternyata pada saat Barathrum menyerang membabi buta seperti itu, tampaknya hampir mustahil untuk mengeluarkan skill, karena hampir selalu nge-bash. Berkat kerja sama yang cukup apik dari YooHoo dan Imboh, beberapa kali terhindar dari marabahaya dan bahkan mampu memelokoto tim musuhnya dengan kombinasi Fiend’s Grip dan Ravage.

ATROPOS BY YOOHOO

==============

Secara jujur, hero ini sebenarnya bukan hero kemarin sore yang dimainkan YooHoo karena YooHoo sudah lama tidak menggunakannya, dan kombinasi skil2nya cukup mengerikan untuk hero 2v2, karena ada Nightmare nya, seorang hero musuh bisa ditidurkan, baru memelokoto hero satunya. Namun karena musuhnya adalah disabler dan juga Barathrum, tidak segampang itu untuk memelokoto lawannya. Item awal yang diincar YooHoo adalah Agahnim Scepter, karena Fiend’s Gripnya menjadi sangat sakit. Strategi yang digunakan adalah men-cast Fiend’s Grip sementara temannya memelokoto yang lagi disedot HP/Mana nya. Dan terbukti strategi ini cukup berhasil memelokoto musuh2nya.

PUCK BY SANG DEWA BABEL

=================

Mengacu pada kemenangan telak kemarin, Sang Dewa Babel kembali menggunakan Puck. Dan sungguh salut, bahwa pada akhirnya Sang Babel memilih heronya terlebih dahulu. Sebagai seorang Dewa yang memiliki pride dan reputasi di area 225, Sang Dewa selalu tenang dalam menghadapi segala sesuatu. Demikian juga ketika dia bolak-balik dipelokoto oleh Atropos dan temannya, Sang Dewa masih tetap tenang. Terjadilah adu strategi antara Sang Dewa Babel dan Ex Dewa YooHoo, dimana Babel cukup membuat YooHoo repot dengan taktik kocak mengocaknya yang selalu berpindah2 antara lane yang satu dengan lane lainnya. Tapi suatu ketika, Sang Dewa Babel terlambat menyembunyikan diri di area hutan Sentinel, sehingga Atropos dengan mudah memelokoto Sang Dewa. Bahkan player sekaliber Dewa Babel ‘terpaksa’ harus LEAVER dikarenakan dia menjual item Mekanism-nya tanpa sengaja.

BARATHRUM BY IMBOH

==============

Tidak banyak yang bisa diceritakan, karena Imboh juga tidak begitu menguasai Barathrum dengan baik. Namun atas petunjuk Sang Dewa, Imboh memfokuskan serangannya terhadap Atropos dan terbukti strategi ini cukup manjur dan sempat memelokoto Atropos dan Leviathan. Namun setelah Leviathannya sudah cukup atos, ancaman dari Barathrum menjadi tidak terlalu menakutkan lagi. Bahkan YooHoo bisa strikes back sampai menjebol lane tengah Scourge

LEVIATHAN BY CD TINEZ

===============

Seolah mengimbangi Imboh yang tidak pernah pakai Barathrum, CD Tinez dengan pedenya menggunakan Leviathan. Walaupun dari awal, dia menggunakan skill ultinya hanya untuk kabur, namun berkat kesabaran mereka, akhirnya sedikit demi sedikit arah permainan bisa berubah, apalagi dengan tewasnya Sang Dewa Babel dipelokoto oleh mereka berdua. Imboh yang masih hidup pun tidak mampu menahan ketika tower tengah dan bangunannya dihancurkan. Ketika pada akhirnya tinggal Frozen Throne yang ditutuki oleh creep Sentinel, Sang Dewa Babel malahan melenggang mengejar CD Tinez dan sayangnya hanya tinggal sekali serangan, game sudah selesai duluan, karena Frozen Throne berhasil dihancurkan. Sebuah sindrome yang baru telah ditemukan dari ucapan Sang Dewa Babel: ‘kasih aja tower tengah itu, gak apa2, Frozen Thronenya sekalian, kasih dah…’ wow… sindrome ini cepat sekali menular ya? mohon teman2 berhati2… :)) fin.