*** WARNING – WAJIB DIBACA DULU!!! **********************************

Sebelum anda membaca review ini, mohon diperhatikan baik2 bahwa review yang saya tulis disini sudah saya olah dengan kata2 yang penuh pertimbangan masak2 dan tidak ada niat untuk memelokoto ataupun mendiskreditkan sebagian golongan. Jika anda tidak merasa siap untuk membaca Review ini, MOHON JANGAN DILANJUTKAN MEMBACA!!! Review yang ditulis di sini (termasuk review2 yang terdahulu) hanyalah sebagai sarana untuk kita bisa mengevaluasi bersama permainan kita sendiri dan terkadang juga tertawa dengan membaca tingkah polah para Dotters yang sedang berlaga termasuk segala bentuk pemelokotoan yang terjadi di dalamnya. So, before you start, just be gentle, be objective and be fair with all of the contents!!! NO OFFENSE PLEASE…!!!

*** WARNING – WAJIB DIBACA DULU!!! **********************************

Note. Sebelum dipublish, dokumen ini telah melalui banyak penyuntingan dalam kata2nya, jadi harap maklum jika ada bagian yang kurang alias tidak lulus sensor :))

STRATEGI AWAL

===========

Adapun tim Sentinel yang terdiri dari Imboh, Serenade (yang juga dikenal sbg seperempat dewa) dan Muzifreak berunding terlebih dahulu.

Yoohoo wrote: “Entah apa yang mereka rundingkan dan dengan setengah memaksa, Dewa Babel dan Ex Dewa YooHoo dijadikan satu tim dengan Calon Dewa Juragan” (iMboh: Usulan tim itu justru atas permintaan Dewa Babel, maka tim iMboh meminta syarat 2 Dewa harus “-random”). Sudah gitu, YooHoo dan Babel masih disuruh random. Sebuah teknik pemelokotan yang cukup keji yang dilakukan tim Sentinel di awal permainan.

Maka dihasilkanlah komposisi tim yang akan berlaga sebagai berikut:

SENTINEL

Imboh: Slardar Slytherin Guard

Serenade: Mortred Phantom Assassin

Muzifreak: Vengeful Spirit

SCOURGE

Sang Dewa Babel: Azgalor

Ex Dewa YooHoo: Balanar Night Stalker

Calon Dewa Juragan: Axe Mogul Kahn

Sekali lagi pengamatan Sang Dewa Babel sudah teruji begitu tajam, dimana dia bisa memprediksi bahwa Imboh akan menggunakan Axe. Serta merta Babel menyuruh Juragan untuk cepat2 mengambil Axe terlebih dahulu sebelum keduluan diambil Imboh. Dan akhirnya Imboh memilih Slardar, sebuah keputusan yang sangat bijak, mengingat hanya Slardar yang mampu mengimbangi kecepatan lari dari Balanar di kala malam dengan skill Sprint nya.

BELOW LEVEL 6

==========

Permainan berjalan dengan cukup alot. Balanar yang mengambil lane tengah berhadapan langsung dengan Imboh yang menggunakan Slardar. Imboh yang kelihatan cukup pede dengan Slardarnya berusaha untuk merangsek maju dan menekan Balanar. Namun akibat penggunaan skill Void secara efektif, Imboh dapat dipelokoto dan menghasilkan First Blood bagi YooHoo. Sementara itu pada lane yang berbeda, Dewa Babel dibuat cukup terkejut dengan skill Azgalor yang mana Fire Stormnya ternyata pada map 6.72 ini merupakan skill Chanelling, sehingga saat mengeluarkan skill, dia tidak boleh mengalami gangguan apapun. Hal ini tentu saja sangat mengganggu, karena apabila Slardar memberikan stun areanya sudah dapat dipastikan skill Fire Stormnya tidak akan keluar secara sempurna. Dan pada saat itulah Sang Dewa Babel menyerukan kepada teman2nya bahwa dia akan menjadi support saja. Dan hal ini merupakan beban yang berat bagi YooHoo pribadi.

UNIT SHARE – AWAL PERPECAHAN

=======================

Sementara itu, karena terbiasa bermain di B-Net, Juragan selalu membeli ayam/burung untuk menunjang kelancaran pembelian item2 untuk heronya. Dan seperti biasa pula, burung ini dishare agar teman2nya bisa menikmati fasilitas ini. Tidak disangka2 bahwa unit yang dishare ini membawa malapetaka tersendiri, dimana hero yang dimainkan, ternyata bisa juga dishare skillnya. YooHoo baru menyadari ini dari Dirty Dewa Suzy sendiri yang mengatakan bahwa tidaklah selalu salah apabila temannya membantu mengklik salah satu skill hero yang sedang terdesak, sementara kita semua tahu bahwa peraturan yang selalu diomongkan oleh Dirty Dewa Suzy itu bisa berubah sewaktu2.

THE BATTLE BEGINS

=============

Ketika permainan sudah mencapai menit ke 15, mulailah terjadi peperangan antara Sentinel dan Scourge yang melibatkan seluruh anggota heronya. Sang Dewa Babel yang tidak begitu menguasai Azgalor yang baru, bolak-balik dipelokoto oleh musuhnya. Dengan surviving skill yang terasah dan berkat bantuan teman2nya, beberapa kali sempat lolos dari pemelokotan Sentinel. Skill Ulti Azgalor pun cukup membantu meloloskan tim Scourge dari beberapa kali situasi gawat. Sementara itu Mortred, yang dianggap YooHoo sebagai rival yang paling mengerikan, menjadi sasaran utama pemelokotan tim Scourge. Balanar dengan skill malam harinya cukup merepotkan pihak Sentinel dimana dia selalu ngepush dan mbadak tower. Ketika diawal2 Balanar masih sangat empuk, namun belakangan Balanar yang sudah mempunyai item Van Guard sudah cukup pede melawan musuh2nya walaupun levelnya tertinggal cukup jauh. Dengan koordinasi tim yang cukup matang, dalam waktu singkat, tim Scourge berhasil menjebol lane tengah dari tim Sentinel, yang kemudian disusul dengan bangunannya.

ROSHAN BATTLE

===========

Yang cukup seru adalah terjadinya peperangan di daerah Roshan yang benar2 menuntut ketepatan dan kelihaian menggunakan skill yang ada. Beruntung dalam dua kali battle memperebutkan Aegis di depan Roshan, tim Scourge yang berhasil mengantongi Aegisnya. Yang pertama, Axe mendapatkan Aegis tanpa sengaja, dan tentu saja setelah memelokoto tim Sentinel yang sebenarnya berusaha menyerobot Aegis dari tangan Sentinel. Aegis ini terpakai saat Juragan dipelokoto di dalam markas Sentinel. Dan saat dia bangkit lagi, sudah siap 3 hero musuh yang dengan senang hati memelokoto dia. Untuk battle Roshan yang kedua, tim Sentinel terlihat kurang kompak dimana Venge datang belakangan, sehingga teman2nya sudah habis dipelokoto duluan. Aegis pun dibawa oleh Sang Dewa Babel.

PERPECAHAN UNDEFEATABLE

====================

Hal yang patut disayangkan adalah terjadinya perpecahan di tim Undefeatable, setelah terjadi battle di lane bawah. Balanar yang sudah merah, melarikan diri dari kejaran Venge, sementara itu Axe yang juga sudah merah, berani menghadang Venge. Ketika Axe sudah semakin terpojok, Balanar kembali lagi dan meng-cast Void ke Venge, dan menghajar Venge. Axe yang kritis melakukan Berserk dan Venge berhasil dilumpuhkan. Terdengar pekik girang dari YooHoo (Lha yo ngono Gan, lek war…) bahwa war berhasil dimenangkan oleh mereka, sekalipun kondisi HP mereka sudah sangat low. Namun ternyata Sang Dewa Babel ikut terlibat dalam battle kali ini, dimana dia ikut menekan skill dari Axe agar melakukan Berserk. Hal ini rupanya benar2 melecehkan harga diri Juragan, dimana dia sebagai seorang Dotters, punya hak untuk menentukan pola permainannya sendiri, bahkan dia mengatakan, “lebih baik mati daripada dihandycap seperti itu… benar2 memalukan”

ABAB PANAS IMBOH

==============

Di tengah kericuhan yang terjadi, Imboh yang duduk di sebelah Juragan, justru semakin memanas2i situasi yang sudah panas dengan abab panasnya. Sehingga sudah dipastikan ketidakkompakan kembali terjadi di kubu Scourge. Juragan terlihat sudah sangat emosi, sehingga apa yang dilakukannya sungguh mengejutkan teman2 setimnya antara lain:

* Menutup share unit secara sepihak tanpa konfirmasi terlebih dahulu

* Bertahan di lane bawah dengan menutuki creep yang ada di dekat tower bawah (sekalipun YooHoo sudah mengingatkan bahwa itu Backdoor, tapi Juragan seolah tidak peduli)

* Berdiam diri di salah satu pohon di markas Sentinel untuk waktu yang cukup lama (Belakangan Imboh ternyata tahu kalau Juragan ada disitu, tapi karena alasan tertentu Imboh tidak mengatakan teman2nya mengenai hal ini)

* Terkena demam observer (yang biasanya mendera Imboh) dan mengatakan bahwa untuk selanjutnya dia tidak akan memakai Axe lagi, jika ada yang pakai Axe, dia akan bertindak sebagai observer saja

Dengan Imboh yang duduk di sebelah Juragan, yang senantiasa mengipas2i Juragan dengan abab panasnya, sudah dapat dipastikan Juragan terkena sindrome MINGKEM sepanjang sisa permainan, yang terus terang membuat kedua temannya menjadi cukup bingung juga, bagaimana mengatasi hal ini

AKHIR PERMAINAN

=============

Dengan tertatih2, perpecahan yang terjadi di kubu Scourge masih bisa sedikit diatasi, dengan bergabungnya kembali Axe diantara Balanar dan Azgalor. Bahkan YooHoo dan Dewa Babel menilai, permainan akhir tim Scourge terlihat sangat cantik sekalipun Juragan lebih banyak diam dalam menjalankan Axenya… Dan segera setelah kedua tower terakhir dihancurkan, maka giliran Tree of Life yang dihancurkan oleh Scourge. Dan dengan demikian kemenangan untuk game kali ini ada di tangan Scourge… fin

MORAL

“Janganlah menjalankan hero milik temanmu sendiri karena belum tentu teman setim mu senang apabila heronya dijalankan olehmu”

TETAP SEMANGAT YO REKKK… INGAT, INI CUMA PERMAINAN. HATI BOLEH PANAS, KEPALA TETAP DINGIN (DIKOMPRESS KALEEE…:)) EMOSI BOLEH2 AJA, TAPI SELESAI MAIN, YA JANGAN DITERUS2IN … OKEEE???