PROLOG

Setelah seminggu berpantang dan berpuasa bagi beberapa Dotters (sebutan DotA player), akhirnya jebol juga pertahanan dari sang empunya puasa dengan melampiaskannya dalam 3x game berturut2.

Semuanya secara kompak berkumpul kembali untuk menggabungkan skill yang sudah diasah selama ini. Bagaikan hero2 DotA yang selalu respawn setelah dibantai, review hari ini saya beri judul “The Revival of DotA Heroes” dimana diikuti oleh hampir seluruh anggota DotA yang aktif saat ini (minus Dirty Dewa Suzy). Tak usah nunggu lebih lama lagi, silakan menikmati reviewnya

GAME I

Sentinel:

Emboh: Sylabear – Lone Druid

YooHoo Squirrel: Rylai – Crystal Maiden

Scourge:

Serenade: Azwraith – Phantom lancer

Juragan: Lucifer – Doom Bringer

Mode Permainan: -apnpspnt

Lama Permainan: 30 menit saja 🙂

Tampaknya game ini menjadi milik Sentinel, karena Serenade tidak begitu bisa menjalankan Phantom Lancer. Dari awal PL mengambil line di bawah melawan Rylai, namun Rylai yang serangannya range, berhasil memelokoto PL dengan gilang gemilang, sehingga sudah dapat dipastikan First Blood menjadi milik Rylai.

Dengan serangan esnya, ilusi dari Phantom Lancer menjadi kurang efektif, karena saat diserang es, semua ilusi menjadi buyar dan kelihatanlah sang PL yang asli yang siap untuk dipelokoto. Sejak awal, Rylai langsung membuat Hood of Deviance, sebuah item yang cukup efektif untuk menahan keganasan racun Doom dari Lucifer.

Sementara Sylabear sendiri tidak banyak mengalami kesulitan untuk level up dan dalam tempo yang sebentar saja dia sudah memiliki item Desolator, sebuah item yang cukup membuat sakit musuh2nya. Ketika Lucifer dan PL tidak mampu berbuat banyak terhadap musuh2nya, maka yang ada di depan mata adalah kekalahan Scourge yang sangat mutlak, mengingat hanya dalam tempo 30 menit, Frozen Throne berhasil dihancurkan.

GAME II

Sentinel:

Emboh: Anub’arak – Nerubian Assassin

YooHoo Squirrel: Mangix – Pandaren Brewmaster

Scourge:

Serenade: Jah’rakal – Troll Warlord

Juragan: Axe – Mogul Kahn

Mode Permainan: -apnpspnt

Lama Permainan: lebih kurang 75 menit

Di game kedua, Serenade yang sudah lemes, ternyata mendapat bolo juragan lagi, yang membuatnya semakin lemesss saja. memang benang merah yang ada diantara mereka berdua, sulit dipisahkan bahkan oleh pengacakan dari komputer sekalipun. Namun di game kedua ini terbukti bahwa juragan sanggup melepaskan Jah’rakal beberapa kali dari situasi gawat dengan Berserker Call nya…

Permainan dibuka dengan Kungfu Panda di line bawah bersama Axe. Axe cukup percaya diri dengan menyerang Panda beberapa kali, namun tanpa diasadarinya Hpnya juga merah dan hampir saja dia difirst blood sama Panda. Dalam permainan levelling, Panda kalah jika dibandingkan dengan Axe, karena HP Panda yang sedikit, mengakibatkan dia tidak bisa sering2 menggunakan skillnya. Dalam sekejap saja, level Axe sudah jauh melampaui Panda.

Sementara itu, Emboh dengan Nerubian Assassinnya tidak mampu berbuat banyak menghadapi jah’rakal. Dan yang sangat disesalkan adalah Dagon yang dibeli oleh Emboh, hampir tidak pernah digunakan sepanjang permainan. padahal ada banyak sekali peluang dimana dengan serangan dagon saja sudah bisa membunuh musuhnya.

Jah’rakal yang sangat pede dengan kemampuannya, bolak-balik datang ke Roshan untuk mengambil Aegisnya. Namun pada kesempatan pertama, Jah’rakal mati ditangan Roshan yang mengakibatkan Aegisnya dicuri oleh Panda. namun aegis itu juga terpakai di line bawah pada saat Panda digangbang dengan sukses oleh jah’rakal dan Axe.

Emboh yang kurang piawai menggunakan Nerubian Assassin bolak-balik harus merasakan digangbang jah’rakal dan Axe. Untungnya emboh tidak sampai putus asa dan terus melakukan support terhadap Panda walaupun itemnya sendiri ga karuan.

Jah’rakal yang menggunakan lothar semakin buas dan dalam waktu sekejap sudah bisa membolongi line tengah Sentinel berikut dua tower terakhir penjaga Tree of Life. Sudah dapat dipastikan kemenangan di pihak Scourge, sedangkan Tree of Life sendiri HPnya sudah tinggal separo.

Apa yang menjadi hal penentu kekalahan Scourge adalah baik Jah’rakal ataupun Axe, tidak ada yang bisa menandingi Mangix yang saat itu HPnya sudah di atas 4,000. Bahkan saat Satanicnya digunakan dan Rampage juga dipakai, kemampuan Jah’rakal tidak seperti biasanya dan bashnya juga jarang keluar (thanks to Panda’s passive skill)

Dengan demikian situasi kembali berbalik dan kemenangan ada di pihak Sentinel…