Pengenalan Tampilan Flash


Berikut ini adalah contoh tampilan dari flash :

Gambar Tampilan Flash
Nama Bagian Keterangan
ToolBox Bagian yang berisi peralatan untuk menggambar dan memodifikasi object animasi.
Options Bagian yang berisi elemen penunjang kinerja peralatan yang dipilih pada toolbox.
Panel/Jendela Properties Bagian yang digunakan untuk memberikan perintah tambahan dari object yang sedang dipilih. Tampilan jendela properties tergantung dari object yang dipilih.
Timeline Bagian yang digunakan untuk mengatur susunan layer.
Menu Bagian yang berisi sekelompok perintah untuk mengatur pembuatan object, animasi, layar, dan sebagainya.
Scene/Stage Layar yang digunakan untuk menyusun object gambar, teks, animasi dan sebagainya.
Frame Suatu bagian dari layer yang digunakan untuk mengatur pergerakan animasi.
Untuk mengatur pemakaian stage atau dokumen yang akan dipakai untuk merancang movie atau animasi, tekan tombol CTRL + J atau pilih menu Modify – Document. Maka akan ditampilkan kotak dialog seperti berikut ini :
Kotak Dialog Document Properties
Gambar Kotak Dialog Document Properties
Pada kotak dialog Document Properties, berisi pilihan-pilihan perintah :
Dimensions, untuk mengubah lebar (width) dan tinggi (height) stage dalam pixel. Ukuran standardnya 550 x 400 pixel. Ukuran minimumnya 1 x 1 pixel; dan maksimum 2880 x 2880 pixel.
Match, jika dipilih Printer, maka ukuran stage yang tercetak disesuaikan dengan ukuran kertas dengan batas (margin) pencetakan seperti yang ditentukan; jika dipilih Contents, maka ukuran stage diminimalkan artinya ruang kosong (space) tidak diikutsertakan; atau pilih Default jika diinginkan ukuran sesuai standard.
Background Color, untuk menentukan warna latar belakang stage.
Frame Rate, untuk menentukan banyaknya frame yang ditampilkan tiap detiknya. Biasanya antara 8 sampai 12 fps (frames per second). Makin besar angkanya berarti tampilan animasinya makin cepat.
Ruler Units, untuk menentukan satuan ukuran mistar atau object. Kemudian pilih OK, jika isian pada pilihan-pilihan Document Properties digunakan hanya untuk stage aktif saja; atau pilih Make Default, jika digunakan sebagai standard untuk stage-stage lainnya.
Berikut ini adalah bagian-bagian dari Timeline yang harus dikenal :
Timeline Flash
Gambar Timeline Flash

Keterangan :

  1. Layer, adalah lapisan atau lembar kerja yang fungsinya mirip lembaran transparansi untuk OHP (Over Head Projector). Ada 3 jenis layer, yaitu layer normal, layer guide (penuntun) dan layer mask (penutup).
  2. Show / Hide Layer, digunakan untuk menyembunyikan layer.
  3. Lock / Unlock Layer, digunakan untuk mengunci layer.
  4. Show All Layer as Outline, untuk menampilkan object dalam layer dengan tampilan outline (garis, tidak ada fill color).
  5. Insert Layer, digunakan untuk menyisipkan atau menambah layer.
  6. Add Motion Guide, digunakan untuk menambah layer penuntun.
  7. Insert Layer Folder, untuk menyisipkan atau menambah folder layer.
  8. Delete Layer, untuk menghapus layer aktif.
Blank Keyframe, ditunjukkan oleh bulatan warna putih yang menunjukkan bahwa keyframe kosong atau stage tidak berisi object.
Keyframe, ditunjukkan oleh bulatan warna hitam yang menunjukkan bahwa stage berisi object.
Frame, ditunjukkan oleh gambar kotak pada frame adalah tanda untuk membatasi pergerakan animasi.
Playhead, kotak dengan ekor garis berwarna merah adalah petunjuk pergerakan animasi.
Script Sign, ditunjukkan dengan tanda huruf a, adalah tanda jika frame atau object berisi perintah (action script).
Tween, ditunjukkan dengan tanda panah yang menghubungkan keyframe awal dan keyframe akhir. Tanda ini menunjukkan bahwa object dalam stage dianimasikan. Ada 2 jenis tween, yaitu tween motion (warna latar belakang : biru muda) dan tween shape (warna latar belakang : hijau muda).
Tween error, ditunjukkan dengan tanda panah dengan garis putus-putus. Tanda ini menunjukkan ada kesalahan pada object animasi, jenis object berbeda atau pemakaian animasi tween yang kurang tepat.
Bagian Toolbox dibagi menjadi 4 bagian, yaitu Tools, View, Colors dan Options. Pada bagian View, berisi pilihan :
Hand Tool (H) untuk menampilkan bagian-bagian stage dengan cara menggeser sesuai keinginan.
Dan Zoom Tool (M,Z) untuk memperbesar tampilan stage.
Bagian Colors, digunakan untuk memberi warna isi object atau bidang (Fill Color); dan garis atau sisi luar bidang (Stroke Color). Ketika menggambar suatu bentuk object, flash memang secara otomatis membedakannya menjadi dua unsur, yaitu Fill (bidang) dan Stroke (sisi luar/bingkai).
Bagian Options, berisi pilihan-pilihan yang sesuai dengan tool yang aktif. Misalnya, yang aktif Pencil tool, maka pilihan option-nya adalah seperti gambar berikut ini :
Straighten, untuk menggambar bentuk dasar/meluruskan.
Smooth, untuk memperhalus gambar khususnya lekukannya.
Ink, untuk menggambar sesuai gerakan tangan.
Credit: Martinez Meinardi