Yang dimaksud dengan Frameset di dalam dunia website adalah membagi tampilan website ke dalam beberapa file HTML. Jadi dengan Frameset, kita dapat menggabung dua atau lebih file HTML ke dalam satu tampilan website. Jika suatu saat kita browsing di internet dan kita menjumpai tampilan website yang menampilkan banner iklan di bagian tertentu, misalnya di atas atau di bawah dan iklan tersebut tetap ada sekalipun kita scroll halaman web ke bawah, maka kemungkinan website tersebut menggunakan Frameset.
Frameset dapat bervariasi tergantung dari usernya. Sebagai contoh, kita akan membuat Frameset yang tersusun dari 2 bagian web, masing-masing bernama 1.html dan 2.html. File 1.html akan kita letakkan di bagian atas, sedangkan file 2.html kita letakkan ke bagian bawah.

<frameset rows=”*,80″ cols=”*” framespacing=”0″ frameborder=”no” border=”0″>
<frame src=”1.html” name=”mainFrame” id=”mainFrame” />
<frame src=”2.html” name=”bottomFrame” scrolling=”No” noresize=”noresize” id=”bottomFrame” />
</frameset>

Variasi lainnya, kita dapat membuat 2 bagian web sebelah kiri dan kanan, tag yang digunakan adalah sebagai berikut:

<frameset cols=”80,*” frameborder=”no” border=”0″ framespacing=”0″>
<frame src=”1.html” name=”leftFrame” scrolling=”No” noresize=”noresize” id=”leftFrame” />
<frame src=”2.html” name=”mainFrame” id=”mainFrame” />
</frameset>

Coba perhatikan perbedaannya. Pada contoh pertama, kita membagi baris, maka properti yang digunakan adalah rows, sedangkan pada contoh yang kedua, yang kita bagi adalah kolomnya, sehingga properti yang digunakan adalah cols.

Berikutnya, contoh frameset dimana kita membagi halaman web ke dalam tiga bagian, yaitu atas, tengah dan bawah. Contoh frameset seperti ini sering kita jumpai pada situs berita, dimana bagian atas dan bawah umumnya digunakan sebagai iklan. Sehingga sekalipun user scroll halaman beritanya, frame bagian atas dan bawah akan tetap ditampilkan. Berikut adalag tag framesetnya,

<frameset rows=”80,*,80″ frameborder=”no” border=”0″ framespacing=”0″>
<frame src=1.html” name=”topFrame” scrolling=”No” noresize=”noresize” id=”topFrame” title=”topFrame” />
<frame src=”2.html” name=”mainFrame” id=”mainFrame” title=”mainFrame” />
<frame src=”3.html” name=”bottomFrame” scrolling=”No” noresize=”noresize” id=”bottomFrame” title=”bottomFrame” />
</frameset>

Pada contoh terakhir, halaman web disusun dari 3 file HTML, dimana file utamanya adalah file 2.html. Selanjutnya adalah yang lebih rumit, dimana kita membagi halaman web ke tiga bagian, masing-masing sebelah kiri, atas dan bawah. Berikut adalah contoh tagnya

<frameset rows=”*” cols=”80,*” frameborder=”no” border=”0″ framespacing=”0″>
<frame src=”1.html” name=”leftFrame” scrolling=”No” noresize=”noresize” id=”leftFrame” title=”leftFrame” />
<frameset rows=”80,*” frameborder=”no” border=”0″ framespacing=”0″>
<frame src=”2.html” name=”topFrame” scrolling=”No” noresize=”noresize” id=”topFrame” title=”topFrame” />
<frame src=”3.html” name=”mainFrame” id=”mainFrame” title=”mainFrame” />
</frameset>
</frameset>

LATIHAN

Dari latihan yang sudah pernah kita buat, coba ditampilkan ke dalam frameset yang sesuai dengan pembahasan diatas!