“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4)

Jika kita belajar dari bangsa Israel, masa kejayaan mereka ada di pemerintahan raja Salomo. Salomo menjadi raja dan telah membangun kediaman yang luar biasa bagi Allah. Akhirnya, bangsa itu dipersatukan dibawah pemerintahan seorang raja yang adil, mereka hidup dalam kedamaian. Tapi kisah ini tidak berakhir sampai disitu dan terus berlanjut: “Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing” (1 Raja-raja 11:1), dan “istri-istrinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain” (ay.4). Disinilah kejatuhan bangsa Israel terjadi.

Seperti musim demi musim berganti sepanjang tahun, demikian juga siklus kehidupan. Kelahiran dan kematian, kesuksesan dan kegagalan, perbuatan dosa dan pengakuan dosa. Walaupun kita tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan waktu ketika kita sedang menikmati masa yang baik, kita dapat memegang janji Allah bahwa pada akhirnya masa yang buruk pun akan berlalu.

Ketika keadaan yang kita hadapi semakin tidak menentu, persoalan yang dihadapi sepertinya tidak menemukan jalan keluar, Tuhan seakan-akan lambat menjawab doa kita, ingatlah bahwa di masa baik maupun buruk, Allah tidak pernah berubah.