Nats: Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan   hikmat, didikan dan pengertian (Amsal 23:23)

Dalam salah satu amsalnya, Salomo mendorong kita untuk “membeli  kebenaran dan tidak menjualnya” (Amsal 23:23). Apakah artinya ini?
Tentu kita tidak dapat membeli kebenaran Allah dengan uang. Kita  hanya dapat menerima kebenaran itu sebagai anugerah yang cuma-cuma  dari Allah. Ketika kita menyambut kebenaran Allah, maka kita  menjauhi kefasikan. Dalam hal ini, tentu kita perlu gigih dan  memberi pengorbanan. Dalam amsal lain, Salomo menggambarkan  pencarian hikmat seperti pencarian harta karun-ada usaha yang  sungguh-sungguh (2:4). Dalam perumpamaan yang Yesus ceritakan, orang
sampai rela menjual seluruh miliknya untuk mendapatkan mutiara yang  sangat berharga (Matius 13:46).

Kita ditantang untuk “membeli kebenaran”, semahal apa pun harga yang  harus kita bayar. Ketika kita mengembangkan disiplin pribadi untuk  menyimak firman Tuhan dengan berwaktu teduh, kita sedang “membeli  kebenaran”. Ketika kita menolak untuk mengambil jalan pintas kecurangan dan memilih untuk menempuh jalur yang-walaupun berat, sesuai dengan prinsip firman Tuhan, kita juga sedang “membeli  kebenaran”,  Menjual kebenaran, sebaliknya, berarti meremehkan bahkan  mengkhianati kebenaran. Ketika kita membaca atau mendengarkan firman  Tuhan, tetapi kemudian mengabaikan dan tidak menerapkannya, kita  sedang “menjual kebenaran”. Ketika kita mengompromikan integritas  karena tergoda iming-iming kenaikan jabatan, kita juga sedang  “menjual kebenaran”.

Hari ini, baiklah kita meminta anugerah Allah, agar dimampukan untuk  membeli kebenaran, dan tidak menjualnya –ARS

PENGORBANAN ANDA UNTUK MENDAPATKAN KEBENARAN
MENUNJUKKAN SEBERAPA BESAR NILAI KEBENARAN BAGI ANDA