Batu empedu (Coletiasis) adalah batu yang terbentuk dalam kantung empedu atau saluran empedu akibat aliran cairan empedu yang terhambat. Pada awalnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala penyakit baru dirasakan apabila saluran empedu telah tersumbat oleh batu yang mengakibatkan peradangan pada kantung empedu tersebut.

Gejala sakit yang ditimbulkan akibat dari peradangan hampir sama dengan gejala sakit maag atau tukak lambung sehingga sering kali penderita yang salah dalam menganalisanya karena hanya dianggap akibat dari radang lambung semata.

Gejala sakit akibat peradangan pada kantung empedu adalah nyeri pada ulu hati disebelah kanan atas menjalar kepunggung dan bahu, mual-mual, muntah, dan dalam keadaan tertentu dapat pula muncul nyeri perut yang hebat yang hilang timbul serta panas yang tinggi.

Batu empedu terbentuk dari proses biokimiawi antara pigmen empedu, kalsium, dan kolesterol yang meningkat, serta akibat dari menurunya hormon esterogen. Kolesterol yang meningkat dan pada saat itu terjadi penurunan dari kadar asam empedu sehingga terjadi kejenuhan yang tinggi yang menyebabkan pengkristalan dari kolesterol.

Pengerasan dari sisa makanan yang tidak bisa diolah karena metabolisme yang buruk serta akibat infeksi dari parasit dan kuman yang dapat menjadi inti batu dipercaya juga sebagai faktor penyebab.

Sedangkan perubahan warna pada kulit menjadi kekuningan karena meningkatnya zat bilirubin dalam darah. Zat bilirubin merupakan pigmen (zat warna) empedu hasil pemecahan sel darah merah. Meningkatnya zat bilirubin ini merupakan akibat dari proses penyumbatan saluran empedu oleh batu empedu itu sendiri.

Sumber: http://www.ahlinyalambung.com/?q=conten … mbung-akut