Konsultasi: Ogah Operasi Batu Kandung Empedu
Oleh: dr Iwan Kristian SpBD, Spesialis Bedah Digestive RS Husada Utama Surabaya

Saya seorang laki-laki berusia 28 tahun. Dalam setahun terakhir, saya beberapa kali mengalami nyeri ulu hati yang tembus ke belikat. Ketika USG, ditemukan batu kandung empedu. Setelah berkonsultasi dengan beberapa dokter, saya dianjurkan untuk operasi. Apakah ada cara lain selain operasi untuk mengobati penyakit batu kandung empedu?

Yosafat, Surabaya

DALAM pengobatan penyakit batu kandung empedu, pasien dibedakan dalam dua kategori. Yaitu, pasien tanpa keluhan (asimptomatik). Pasien jenis itu diketahui memiliki batu kandung empedu secara kebetulan saat checkup. Kedua, pasien dengan keluhan (simptomatik) seperti Anda. Untuk pasien asimptomatik, hanya sekelompok kecil yang perlu dilakukan pengobatan.

Untuk pasien simptomatik, seluruhnya memerlukan tindakan pengobatan. Dikenal beberapa metode pengobatan untuk penyakit batu kandung empedu.

Dua di antaranya yang paling populer adalah pembedahan dan pemberian obat penghancur batu. Obat penghancur batu kandung empedu sudah banyak di Indonesia. Sayang, efektivitasnya tidak begitu bagus. Obat itu hanya efektif pada sebagian kecil pasien. Yaitu, pasien pengidap batu kolesterol murni berukuran kecil, yang agak jarang ditemukan di Benua Asia. Sedangkan fungsi kandung empedu normal.

Pada kelompok pasien tersebut, diperlukan pemberian obat secara terus-menerus selama 6-24 bulan hingga seluruh batu hancur. Tingkat kekambuhan pada kelompok pasien itu berkisar sekitar 50 persen.

Hingga saat ini, metode pembedahan masih diakui sebagai satu-satunya cara yang paling efektif untuk pengobatan batu kandung empedu. Bahkan, tingkat kekambuhan 0 persen. Kekurangan metode pembedahan adalah kemungkinan timbul komplikasi selama operasi dan nyeri pascaoperasi.

Pembedahan minimal invasif dengan menggunakan teknologi kamera memungkinkan dokter bedah menge­luarkan kandung empedu yang sakit beserta batu di dalamnya. Luka operasi kecil sehingga pasien tidak mengalami nyeri hebat pascaoperasi. Pasien bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dalam waktu dua minggu.

Sumber:
http://www.jawapos.co.id/metropolis/ind … nid=133314