Batu empedu merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat Indonesia. Namun, sebagian besar tidak menyadari karena gejalanya mirip gangguan pencernaan atau maag.

Faktanya, gejala sakit batu empedu memang mirip sekali dengan sakit maag. Jarang sekali, penderita kembali berobat ke dokter karena keluhannya tak kunjung membaik. Ini karena kesalahan diagnosis, batu empedu dikira penyakit maag.

Kondisi tersebut terjadi karena keluhan dirasakan di tempat yang berdekatan, yakni lambung dan kantong empedu yang terletak di ulu hati. Itulah mengapa keberadaan batu-batu ini seringkali baru diketahui setelah pasien menjalani beberapa kaii pemeriksaan, untuk membedakan sakit akibat batu empedu dengan gejala maag perlu diperhatikan penjalaran dan frekuensi nyeri.

Pada maag, nyeri biasanya muncul pelan-pelan hingga terasa, sangat sakit. Beda dengan batu empedu yang menyebabkan rasa sakit hebat secara tiba-tiba dan kemudian bisa hilang begitu saja.

Batu empedu biasanya terbentuk di dalam kantong empedu atau di saluran empedu serta saluran hati. Batu dapat memicu radang dan infeksi pada organ-organ tersebut.

Batu empedu berukuran kecil lebih berbahaya dibandingkan dengan yang berukuran besar. ini karena batu berukuran kecil berpeluang untuk berpindah tempat dan menyebabkan gangguan di bagian tubuh lainnya apalagi jika batu sampai menyumbat saluran di organ hati, dapat meningkatkan produksi berbagai enzim yang menjurus pada timbulnya penyakit kuning.

Batu empedu umumnya terbentuk dari zat lemak atau kolesterol. Karena itu, untuk menangani batu empedu, pasien diminta menerapkan pola makan rendah lemak dan kolesterol.

Tindakan operasi tidak selalu diperlukan dalam menangani batu empedu, selama terapi obat masih dapat mengobatinya.

Apa saja yang ikut menyumbang pada terbentuknya batu empedu?

JENIS KELAMIN
Perempuan dua kali lebih berisiko ketimbang pria. Berlebihnya produksi estrogen akibat kehamilan, terapi sulih hormon, atau penggunaan pil KB dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam cairan empedu, sehingga, mudah terbentuk batu.

FAKTOR KETURUNAN
Sakit batu empedu seringkali merupakan penyakit keturunan dalam keluarga.

BERAT BADAN
Bahwa kelebihan berat badan meningkatkan risiko batu empedu. Sebab kadar garam dalam cairan empedu berkurang, sementara kolesterol meningkat. Kegemukan merupakan faktor risiko terbesar batu empedu pada wanita.

POLA MAKAN
Pola makan tinggi lemak serta kolesterol, dan rendah serat menambah risiko batu empedu.

BERAT BADAN TURUN SECARA DRASTIS
Melakukan diet ketat atau puasa dalam jangka panjang; sehingga berat badan turun drastis, membuat lever mengeluarkan ekstra kolesterol ke dalam cairan empedu. Akibatnya bisa terjadi batu empedu.

FAKTOR USIA
Orang berusia 60 tahun ke atas lebih mudah terbentuk batu empedu. Ini karena tubuh cenderung mengeluarkan lebih banyak kolesterol ke dalam cairan empedu.

PEMAKAIAN OBAT ANTIKOLESTEROL
Akibat pemakaian Obat-obatan penurun kolesterol malah bisa meningkatkan jumlah kolesterol yang dilepas ke dalam cairan empedu, maka bisa membuat terbentuknya batu empedu.

DIABETES
Pengidap diabetes (diabetesi) umumnya memiliki kadar asam lemak atau trigliserida yang tinggi, sehingga risiko menderita batu empedu semakin besar.

MAKANAN PENCETUS TERBENTUKNYA BATU

Berikut rekomendasi makanan untuk mengurangi risiko menderita batu saluran kemih :

1. Batasi asupan kalsium. Normalnya orang dewasa membutuhkan kalsium 1.000 mg per hari. lika berlebihan,kalsium bisa mengendap dan akhirnya terbentuk batu.
2. Batasi asupan: oksalat. Jauhi makanan sumber oksalat seperti teh, cokelat, bayam, stroberi,serta kacang-kacangan.
3. Perbanyak minum air putih. Normalnya, dianjurkan sedikitnva 2 liter air per hari atau setara 8 gelas.
4. Batasi asupan purin. jangan terlalu sering mengonsumsi makanan kaya zat purin seperti jeroan, kacang-kacangan, dan makanan laut.
5. Vitamin C. Masyarakat mengandalkan vitamin C sebagai penambah daya tahan tubuh, jika dikonsumsi terlalu banyak dapat mencetuskan terjadinya bebatuan. Batas pemakaian vitamin C kurang dari 2 gram sehari.
6. Vitamin 86. Orang yang mengonsumsi vitamin B6 dalam jumlah cukup (diperlukan 40 mg per hari) dapat terhindar resiko batu saluran kemih.
7. Kurangi pemakaian sodium. Dianjurkan kurang dari 2.300 mg per hari.

Sumber: http://www.scalamedia.net/artikel/keseh … abnya.html