Definisi Batu-Batu Empedu

Batu-batu empedu adalah batu-batu yang terbentuk didalam empedu.

* Empedu adalah suatu cairan yang berair yang dibuat oleh sel-sel hati yang adalah penting untuk pencernaan makanan didalam usus, terutama lemak.
* Sel-sel hati mengeluarkan empedu yang mereka buat kedalam kanal-kanal (saluran-saluran) kecil didalam hati.
* Empedu mengalir melalui kanal-kanal dan kedalam saluran-saluran pengumpul yang lebih besar didalam hati (saluran-saluran empedu intrahepatik).
* Empedu kemudian mengalir didalam saluran-saluran empedu intrahepatik keluar dari hati dan kedalam saluran-saluran empedu ekstrahepatik – pertama-tama kedalam saluran-saluran empedu hepatik, kemudian kedalam saluran common hepatic, dan akhirnya kedalam saluran common bile.

Dari saluran common bile, ada dua arah (jurusan) yang berbeda yang dapat dialiri empedu.

* Arah pertama adalah kebawah ke saluran common bile dan kedalam usus kecil dimana empedu bercampur dengan makanan dan mempromosikan atau memajukan pencernaan makanan.
* Arah kedua adalah kedalam saluran cystic, dan dari sana kedalam kantong empedu (gallbladder).

Sekali didalam kantong empedu, empedu dikonsentrasikan/dipekatkan dengan pengangkatan/penyerapan airnya. Sewaktu makan, otot yang membentuk dinding kantong empedu berkontraksi dan mengeluarkan empedu yang pekat (terkonsentrasi) didalam kontong empedu kembali melalui saluran cystic kedalam saluran common dan kemudian kedalam usus kecil. Empedu yang pekat adalah jauh lebih efektif untuk pencernaan daripada empedu yang tidak pekat yang pergi dari hati langsung kedalam usus kecil. Pemilihan waktu dari kontraksi kantong empedu sewaktu makan mengizinkan empedu yang pekat dar kantong empedu bercampur dengan makanan.

Batu-batu empedu biasanya terbentuk didalam kantong empedu (gallbladder); bagaimanapun, mereka juga mungkin terbentuk dimana saja ada empedu; dalam saluran-saluran intrahepatik, hepatik, common bile, dan cystic.

Batu-batu empedu juga mungkin bergerak/berpindah didalam empedu, contohnya, dari kantong empedu kedalam saluran cystic atau common.

Penyebab Batu-Batu Empedu

Batu-batu empedu adalah umum; mereka terjadi pada hampir 20% dari wanita-wanita di Amerika, Kanada dan Eropa, namun ada suatu variasi yang besar dalam kelaziman diantara kelompok-kelompok etnik. Contohnya, batu-batu empedu terjadi 1 ½ sampai 2 kali lebh umum diantara orang-orang Skandinavia dan orang-orang Amerika keturunan Meksiko. Diantara orang-orang Amerika keturunan Indian, kelaziman batu empedu mencapai lebih dari 80%. Perbedaan-perbedaan ini mungkin dipertanggungjawabkan oleh faktor-faktor genetik (yang diturunkan). Saudara-saudara derajat pertama (orangtua, saudara kandung, dan anak-anak) dari individu-individu dengan batu-batu empedu adalah 1 ½ kali lebih mungkin mempunyai batu-batu empedu daripada jika mereka tidak mempunyai saudara derajat pertama dengan batu-batu empedu. Dukungan lebih jauh datang dari studi-studi kembar bahwa faktor-faktor genetik adalah penting dalam menentukan siapa mendapat batu-batu empedu. Diantara pasangan-pasangan kembar yang tidak identis (yang berbagi 50% dari gen-gen mereka dengan satu sama lain), kedua individu-individu dalam suatu pasangan mempunyai batu-batu empedu 8% dari waktu. Diantara pasangan-pasangan kembar yang identis (yang berbagi 100% dari gen-gen mereka dengan satu sama lain), kedua individu-individu dalam suatu pasangan mempunyai batu-batu empedu 23% dari waktu.

Ada beberapa tipe-tipe dari batu-batu empedu dan setiap tipe mempunyai suatu sebab yang berbeda.

Batu-Batu Empedu Kolesterol

Batu-batu empedu kolesterol terbuat terutama dari kolesterol. Mereka adalah tipe batu empedu yang paling umum, berisikan 80% dari batu-batu empedu pada individu-individu dari Eropa dan Amerika. Kolesterol adalah satu dari senyawa-senyawa yang dikeluarkan oleh sel-sel hati kedalam empedu. Pengeluaran kolesterol kedalam empedu adalah suatu cara yang penting dimana hati mengeliminasi kelebihan kolesterol dari tubuh.

Supaya empedu membawa kolesterol, kolesterol harus dilarutkan didalam empedu. Kolesterol adalah suatu lemak, bagaimanapun, dan empedu adalah suatu larutan yang encer atau berair; lemak-lemak tidak larut dalam larutan-larutan yang berair. Dalam rangka membuat kolesterol larut dalam empedu, hati juga mengeluarkan dua bahan-bahan pembersih (detergents) – asam-asam empedu dan lecithin – kedalam empedu. Bahan-bahan pembersih (detergents) ini, sama seperti bahan-bahan pembersih (detergents) pencuci piring, melarutkan kolesterol yang berlemak sehingga ia dapat dibawa oleh empedu melalui saluran-saluran. Jika hati mengeluarkan terlalu banyak kolesterol untuk jumlah asam-asam empedu dan lecithin yang dia keluarkan, beberapa dari kolesterol tidak larut. Sama halnya, jika hati tidak mengeluarkan cukup asam-asam empedu dan lecithin, beberapa dari kolesterol juga tidak larut. Pada kedua kasus, kolesterol yang tidak larut menempel bersama-sama dan membentuk partikel-partikel kolesterol yang tumbuh dalam ukurannya dan akhirnya membentuk batu-batu empedu yang lebih besar.

Ada dua proses-proses lain yang mempromosikan pembentukan batu-batu empedu kolesterol walaupun tidak satupun dari kedua proses-proses mampu menyebabkan batu-batu empedu secara sendiri-sendiri. Yang pertama adalah pembentukan dan pertumbuhan dari partikel-partikel kolesterol yang cepatnya abnormal kedalam batu-batu empedu. Jadi, dengan konsentrasi-konsentrasi yang sama dari kolesterol, asam-asam empedu dan lecithin dalam empedu mereka, pasien-pasien dengan batu-batu empedu membentuk partikel-prtikel kolesterol lebih cepat daripada individu-individu tanpa batu-batu empedu. Proses kedua yang mempromosikan pembentukan dan pertumbuhan batu-batu empedu adalah kontraksi dan pengosongan kantong empedu yang berkurang yang mengizinkan empedu didalam kantong empedu duduk lebih lama sehingga ada lebih banyak waktu untuk partikel-partikel kolesterol untuk membentuk dan tumbuh.

Batu-Batu Empedu Pigmen

Batu-batu empedu pigmen adalah tipe batu empedu yang paling umum kedua. Walaupun batu-batu empedu pigmen berisikan hanya 15% dari batu-batu empedu pada individu-individu dari Eropa dan Amerika, mereka lebih umum daripada batu-batu empedu kolesterol di Asia Tenggara. Ada dua tip-tipe batu-batu empedu pigmen: 1) batu-batu empedu pigmen hitam, dan 2) batu-batu empedu pigmen coklat.

Pigmen adalah suatu sisa pembuangan yang terbentk dari hemoglobin, bahan kimia yang membawa oksigen dalam sel-sel darah merah. Hemoglobin dari sel-sel darah merah yang tua yang dihancurkan dirubah kedalam suatu bahan kimia yang disebut bilirubin dan dilepaskan kedalam darah. Bilirubin dikeluarkan dari tubuh oleh hati. Hati memodifikasi bilirubin dan mengeluarkan bilirubin yang telah dimodifikasi kedalam empedu.

Batu-Batu Empedu Hitam: Jika ada terlalu banyak bilirubin dalam empedu, bilirubin bergabung dengan konstituen-konstituen lain dalam empedu, contohnya, Kalsium, membentuk pigmen (disebut begitu karena ia berwarna coklat tua). Pigmen larut secara buruk dalam empedu dan, seperti kolesterol, ia menempel bersama-sama dan membentuk partikel-partikel yang tumbuh dalam ukurannya dan akhirnya membentuk batu-batu empedu. Batu-batu empedu yang terbentuk dalam cara ini disebut batu-batu empedu pigmen hitam karena mereka adalah hitam dan keras.

Batu-Batu Empedu Coklat: Jika ada pengurangan kontraksi dari kantong empedu atau halangan pada aliran empedu melalui saluran-saluran, bakteri-bakteri mungkin naik dari usus dua belas jari (duodenum) kedalam saluran-saluran empedu dan kantong empedu. Bakteri-bakteri mengubah bilirubin dalam saluran-saluran dan kantong empedu, dan bilirubin yang telah dirubah bergabung dengan kalsium membentuk pigmen. Pigmen kemudian bergabung dengan lemak-lemak dalam empedu (kolesterol dan asam-asam lemak dari lecithin) membentuk partikel-partikel yang tumbuh kedalam batu-batu empedu. Tipe batu-batu empedu ini disebut suatu batu empedu pigmen coklat karena ia adalah lebih coklat daripada hitam. Ia juga lebih lembut daripada batu-batu empedu pigmen hitam.

Tipe-Tipe Lain dari Batu-Batu Empedu. Tipe-tipe lain dari batu-batu empedu adalah jarang. Mungkin tipe batu empedu yang paling menarik adalah batu empedu yang terbentuk pada pasien-pasien yang mengkonsumsi antibiotik-antibiotik, ceftriaxone (Rocephin). Ceftriaxone adalah tidak umum dimana ia dieliminasi dari tubuh dalam empedu dalam konsentrasi-konsentrasi yang tinggi. Ia bergabung dengan kalsium didalam empedu dan menjadi tidak dapat larut. Seperti kolesterol dan pigmen, ceftriaxone dan kalsium yang tidak dapat larut membentuk partikel-partikel yang tumbuh menjadi batu-batu empedu. Untungnya, kebanyakan dari batu-batu empedu ini menghilang sekali antibiotiknya dihentikan; bagaimanapun, mereka mungkin masih menyebabkan persoalan-persoalan hingga mereka menghilang. Tipe batu empedu lainnya yang jarang adalah dibentuk dari kalsium karbonat (calcium carbonate).

Orang-Orang Yang Berisiko Batu-Batu Empedu

Risiko untuk batu-batu empedu kolesterol.

Tidak ada hubungan antara kolesterol dalam darah dan batu-batu empedu kolesterol. Individu-individu dengan kolesterol darah yang meningkat tidak mempunyai suatu kelaziman batu-batu empedu kolesterol yang meningkat. Suatu kesalahan konsep yang umum adalah bahwa diet adalah bertanggung jawab untuk pengembangan batu-batu empedu kolesterol, bagaimanapun, ia adalah bukan. Faktor-faktor risiko mengembangkan batu-batu empedu kolesterol termasuk:

1. Jenis kelamin. Batu-batu empedu terbentuk lebih umum pada wanita-wanita daripada pria-pria.
2. Umur. Kelaziman batu-batu empedu meningkat dengan umur.
3. Kegemukan. Individu-individu yang kegemukan adalah lebih mungkin membentuk batu-batu empedu daripada individu-individu yang kurus.
4. Kehamilan. Wanita-wanita yang pernah hamil adalah lebih mungkin membentuk batu-batu empedu daripada wanita-wanita yang belum pernah hamil. Kehamilan meningkatkan risiko batu-batu empedu kolesterol karena selama kehamilan, empedu mengandung lebih banyak kolesterol, dan kantong empedu tidak berkontraksi secara normal.
5. Pil-Pil Pengontrol Kelahiran dan Terapi Hormon. Tingkatan-tingkatan hormon-hormon yang meningkat yang disebabkan oleh kedua perawatan meniru kehamilan.
6. Kehilangan Berat Badan yang cepat. Kehilangan berat badan yang cepat dengan cara-cara apapun, diet-diet kalori sangat rendah atau operasi kegemukan, menyebabkan batu-batu empedu kolesterol pada sampai 50% dari individu-individu. Banyak batu-batu empedu akan menghilang setelah kehilangan berat, namun banyak yang tidak. Lebih dari itu, sampai mereka menghilang, mereka mungkin menyebabkan persoalan-persoalan.
7. Penyakit Crohn. Individu-individu dengan penyakit Crohn dari terminal ileum adalah lebih mungkin membentuk batu-batu empedu. Batu-batu empedu membentuk karena pasien-pasien dengan penyakit Crohn kekurangan asam-asam empedu yang cukup untuk melarutkan kolesterol dalam empedu. Secara normal, asam-asam empedu yang memasuki usus kecil dari hati dan kantong empedu diserap kembali kedalam tubuh dalam terminal ileum dan dkeluarkan kembali oleh hati kedalam empedu. Dengan kata-kata lain, asam-asam empedu didaur ulang (recycle). Pada penyakit Crohn, terminal ileum berpenyakit. Asam-asam empedu tidak diserap secra normal, tubuh menjadi kehabisan asam-asam empedu, dan lebih sedikit asam-asam empedu yang dikeluarkan kedalam empedu. Tidak ada asam-asam empedu yang cukup untuk mempertahankan kolesterol larut dalam empedu, dan batu-batu empedu terbentuk.
8. Trigliserid Darah yang Meningkat. Batu-batu empedu terjadi lebih seringkali pada individu-individu dengan tingkatan-tingkatan trigliseid darah yang meningkat.

Risiko untuk Batu-Batu Empedu Pigmen

Batu-batu empedu pigmen hitam terbentuk kapan saja ada suatu beban bilirubin yang meningkat yang mencapai hati. Ini terjadi kapan saja ada penghancuran sel-sel darah merah yang meningkat, seperti yang ada pada penyakit sel sabit dan thalassemia. Batu-batu empedu pigmen hitam juga adalah umum diantara pasien-pasien dengan sirosis hati. Batu-batu empedu pigmen coklat terbentuk jika ada stasis empedu (pengurangan aliran), contohnya, ketika ada penyempitan, rintangan/halangan saluran-saluran empedu.

Gejala-Gejala Batu-Batu Empedu

Kebanyakan orang-orang dengan batu-batu empedu tidak mempunyai tanda-tanda atau gejala-gejala dan tidak sadar atas batu-batu empedu mereka. Batu-batu empedu adalah “diam”. Batu-batu empedu mereka seringkali ditemukan sebagai suatu hasil dari tes-tes (contohnya, pemeriksaan ultrasound atau X-ray perut) yang dilakukan ketika mengevaluasi kondisi-kondisi medis lain daripada batu-batu empedu. Gejala-gejala mungkin nampak kemudian dalam kehidupan, bagaimanapun, setelah bertahun-tahun tanpa gejala-gejala. Jadi, melalui suatu periode dari lima tahun, kira-kira 10% dari orang-orang dengan batu-batu empedu yang diam akan mengembangkan gejala-gejala. Sekali gejala-gejala berkembang, mereka kemungkinan berlanjut dan seringkali akan memburuk.

Batu-batu empedu disalahkan untuk banyak gejala-gejala yang tidak disebabkan oleh mereka. Diantara gejala-gejala yang tidak disebabkan oleh batu-batu empedu adalah:

* dyspepsia (termasuk kembung perut dan ketidakenakan setelah makan),
* ketidaktoleranan pada makanan-makanan berlemak,
* bersendawa, dan
* membuang gas atau kentut.

Ketika tanda-tanda dan gejala-gejala dari batu-batu empedu terjadi, mereka pada hakekatnya selalu terjadi karena batu-batu empedu menghalangi saluran-saluran empedu.

Gejala-gejala yang paling umum dari batu-batu empedu adalah biliary colic. Biliary colic adalah suatu tipe nyeri yang sangat spesifik, terjadi sebagai gejala utama atau gejala satu-satunya pada 80% dari orang-orang dengan batu-batu empedu yang mengembangkan gejala-gejala. Biliary colic terjadi ketika saluran-saluran ekstrahepatik – cystic, hepatik atau common bile – tiba-tiba terblokir/terhalangi oleh sebuah batu empedu. Halangan/rintangan yang berlanjut secara perlahan, seperti dari suatu tumor, tidak menyebabkan biliary colic. Dibelakang rintangan/halangan, cairan berakumulasi (berkumpul) dan menggembungkan saluran-saluran dan kantong empedu. Dalam kasus rintangan/halangan saluran hepatik atau common bile, ini disebabkan oleh pengeluaran empedu oleh hati secara terus menerus. Dalam kasus rintangan/halangan saluran cystic, dinding dari kantong empedu mengeluarkan cairan kedalam kantong empedu. Adalah penggembungan dari saluran-saluran atau kantong empedu yang menyebabkan biliary colic.

Secara karakteristik, biliary colic datang secara tiba-tiba atau membangun secara cepat ke suatu puncak melalui waktu beberapa menit.

* Ia adalah suatu nyeri yang konstan, ia tidak datang dan pergi, walaupun ia mungkin berubah dalam intensitasnya (kekuatannya) ketika ia hadir.
* Ia berlangsung untuk 15 menit sampai 4-5 jam. Jika nyerinya berlangsung lebih dari 4-5 jam, itu berarti bahwa suatu komplikasi – biasanya cholecystitis – telah berkembang.
* Nyerinya biasanya berat/parah, namun gerakan tidak membuat nyeri memburuk. Bahkan, pasien-pasien yang mengalami biliary colic seringkali jalan atau menggeliat (memutar tubuh dalam posisi-posisi yang berbeda) dalam ranjang untuk menemukan suatu posisi yang enak.
* Biliary colic seringkali ditemani oleh mual.
* Paling umum, biliary colic dirasakan ditengah perut bagian atas tepat dibawah sternum.
* Lokasi kedua yang paling umum untuk nyeri adalah kanan perut bagian atas tepat dibawah pinggiran dari tulang-tulang rusuk.
* Adakalanya, nyeri juga mungkin dirasakan pada punggung pada ujung yang lebih bawah dari scapula pada sisi kanan.
* Pada kejadian-kejadian yang jarang, nyeri mungkin dirasakan dibawah sternum dan disalah artikan sebagai angina atau suatu serangan jantung.
* Suatu episode dari biliary colic mereda secara berangsur-angsur sekali batu-batu empedu berpindah didalam saluran sehingga ia tidak lagi menghalangi.

Biliary colic adalah suatu gejala yang berulang. Sekali episode pertama terjadi, kemungkinan ada episode-episode lain. Juga, ada suatu pola perulangan untuk setiap individu, yaitu, untuk beberapa individu-individu episode-episode cenderung tetap seringkali dimana untuk yang lain-lainnya mereka cenderung tetap tidak seringkali. Mayoritas dari orang-orang yang mengembangkan biliary colic tidak berlanjut mengembangkan cholecystitis atau komplikasi-komplikasi lain.

Komplikasi-Komplikasi Batu-Batu Empedu

Biliary colic adalah gegala yang paling umum dari batu-batu empedu, namun, untungnya, ia biasanya adalah gejala yang hilang sendiri. Bagaimanapun ada beberapa kompliksi-komplikasi batu-batu empedu yang lebih serius.
Cholecystitis

Cholecystitis berarti peradangan dari kantong empedu. Seperti biliary colic, ia juga disebabkan oleh halangan/rintangan yang tiba-tiba dari saluran-saluran oleh suatu batu empedu, biasanya saluran cystic. Bahkan, cholecystitis mungkin mulai dengan suatu episode dari biliary colic. Rintangan dari saluran cystic menyebabkan dinding kantong empedu mulai mengeluarkan cairan tepat seperti biliary colic, bagaimanapun, untuk sebab-sebab yang tidak jelas, peradangan terjadi. Pada pertama-tama peradangan adalah steril, yaitu, tidak ada infeksi dengan bakteri-bakteri; bagaimanapun, melalui waktu empedu dan kantong empedu menjadi terinfeksi dengan bakteri-bakteri yang berjalan melalui saluran-saluran dari usus kecil.

Dengan cholecystitis, ada nyeri yang konstan pada perut kanan bagian atas. Peradangan meluas melalui dinding kantong empedu, dan perut kanan bagian atas menjadi sangat sensitif/peka ketika ia ditekan atau bahkan ditepuk. Tidak seperti dengan biliary colic, bagaimanapun, adalah nyeri untuk bergerak. Individu-individu dengan cholecystitis biasanya terbaring diam. Ada demam, dan jumlah sel darah putih meningkat, keduanya adalah tanda-tanda peradangan. Cholecystitis biasanya dirawat dengan antibiotik-antibiotik, dan kebanyakan episode-episode akan hilang dalam beberapa hari. Bahkan tanpa antibiotik-antibiotik, cholecystitis seringkali menghilang. Seperti dengan biliary colic, gerakan batu-batu empedu keluar dari saluran cystic dan kembali kedalam kantong empedu menghilangkan rintangan dan mengizinkan peradangan menghilang.
Cholangitis

Cholangitis adalah suatu kondisi dimana empedu didalam saluran-saluran common, hepatik, dan intrahepatik menjadi terinfeksi. Seperti cholecystitis, infeksi menyebar melalui saluran-saluran dari usus kecil setelah saluran-saluran menjadi terhalang oleh sebuah batu empedu. Pasien-pasien dengan cholangitis adalah sangat sakit dengan suatu demam yang tinggi dan peningkatan jumlah-jumlah sel darah putih. Cholangitis mungkin berakibat pada suatu abses (abscess) didalam hati atau sepsis.
Gangrene

Gangrene dari kantong empedu adalah suatu kondisi dimana peradangan dari cholecystitis memutus penyediaan darah ke kantong empedu. Tanpa darah, jaringan-jaringan yang membentuk dinding kantong empedu mati, dan ini membuat dinding sangat lemah. Kelemahan digabung dengan infeksi seringkali menjurus pada robek/pecahnya kantong empedu. Infeksi kemudian mungkin menyebar keseluruh perut, walaupun seringkali robekan terbatas pada suatu area yang kecil disekitar kantong empedu (suatu perforasi yang terbatas).
Jaundice

Jaundice adalah suatu kondisi dimana bilirubin akumulasi didalam tubuh. Bilirubin adalah hitam kecoklatan namun kuning ketika ia tidak terlalu terkonsentrasi (pekat). Suatu penumpukan dari bilirubin dalam tubuh merubah kulit dan putih-putih mata (sclera) menjadi kuning. Jaundice terjadi ketika ada rintangan/halangan yang berkepanjangan dari saluran-saluran empedu. Rintangan mungkin disebabkan oleh batu-batu empedu, namun itu juga mungkin disebabkan oleh banyak penyebab-penyebab rintangan yang lain, contohnya, tumor-tumor dari saluran-saluran empedu atau jaringan-jaringan sekelilingnya. Penyebab-penyebab lain dari jaundice adalah suatu penghancuran yang cepat dari sel-sel darah merah yang memberati/melebihi kemampuan hati untuk mengeluarkan bilirubin dari darah atau suatu hati yang rusak yang tidak dapat mengeluarkan bilirubin dari darah secara normal. Jaundice sendiri, umumnya tidak menyebabkan persoalan-persoalan.
Pankreatitis

Pankreatitis berarti peradangan pankreas. Dua penyebab-penyebab yang paling umum dari pankreatitis adalah alkoholisme dan batu-batu empedu. Pankreas mengelilingi saluran empedu common ketika saluran masuk ke usus kecil. Saluran pankreatik yang mengalirkan getah-getah pencernaan dari pankreas bergabung dengan saluran empedu common tepat sebelum ia bermuara kedalam usus kecil. Jika sebuah batu empedu menghalangi saluran empedu common tepat setelah saluran pankreatik bergabung dengannya, aliran dari getah pankreatik dari pankreas terhalang/terblokir. Ini berakibat pada peradangan didalam pankreas. Pankreatitis yang disebabkan oleh batu-batu empedu biasanya adalah ringan, namun ia mungkin menyebabkan penyakit yang serius dan bahka kematian. Untungnya, pankreatitis yang berat yang disebabkan oleh batu-batu empedu adalah jarang.
Sepsis

Sepsis adalah suatu kondisi dimana bakteri-bakteri dari sumber mana saja didalam tubuh, termasuk kantong empedu atau saluran-saluran empedu, masuk kedalam aliran darah dan menyebar keseluruh tubuh. Walaupun bakteri-bakteri biasanya berdiam didalam darah, mereka juga mungkin menyebar ke jaringabn-jaringan yang jauh dan menjurus pada pembentukan abses-abses (area-area infeksi yang terlokalisir dengan pembentukan nanah). Sepsis adalah suatu komplikasi yang ditakutkan dari infeksi apa saja. Tanda-tanda dari sepsis termasuk demam yang tinggi, jumlah sel darah putih yang tinggi, dan, lebih jarang, kekakuan-kekakuan (menggigil) atau suatu kejatuhan (drop) dalam tekanan darah.

Fistula. Suatu fistula adalah suatu saluran abnormal yang melaluinya cairan dapat mengalir antara dua organ-organ berongga atau antara suatu abses dan suatu organ berongga atau kulit. Batu-batu empedu menyebabkan fistula-fistula ketika batu-batu empedu yang keras mengikis melalui dinding yang lembut dari kantong empedu atau saluran-saluran empedu. Paling umum, batu-batu empedu mengikis kedalam usus kecil, lambung, atau saluran empedu common. Ini dapat meninggalkan suatu jalur/saluran yang mengizinkan empedu untuk mengalir dari kantong empedu ke usus kecil, lambung, atau saluran common. Jika fistula memasuki bagian distal dari usus kecil, empedu yang terkonsentrasi (pekat) dapat menjurus pada persoalan-persoalan seperti diare. Jarang, batu empedu mengikis kedalam rongga perut yang mengelilingi organ-organ perut. Empedu kemudian bocor dari kantong empedu atau saluran empedu keseluruh rongga perut dan menyebabkan peradangan lapisan perut (peritoneum), suatu kondisi yang disebut bile peritonitis.

Ileus. Ileus adalah suatu kondisi dimana ada suatu rintangan/halangan aliran dari makanan yang sedang dicerna, gas, dan cairan didalam usus kecil. Itu mungkin disebabkan oleh suatu rintangan/halangan mekanik, contohnya, suatu tumor didalam usus kecil, atau suatu rintangan fungsional, contohnya, peradangan dari usus kecil atau jaringan-jaringan yang mengelilinginya yang mencegah otot usus kecil bekerja secara normal dan mendorong isi-isinya. Jika suatu batu empedu yang besar mengikis melalui dinding kantong empedu dan kedalam lambung atau usus kecil, ia akan didorong melalui usus kecil. Bagian yang paling sempit dari usus kecil adalah klep ileo-cecal, yang berlokasi dimana usus kecil bergabung dengan usus besar (kolon). Jika batu empedu terlalu besar untuk melewati klep, ia dapat menghalangi usus kecil dan menyebabkan suatu ileus.

Kanker. Kanker kantong empedu hampir selalu dikaitkan dengan batu-batu empedu, namun itu tidak jelas yang mana datang pertama, yaitu, apakah batu-batu empedu mendahului kanker dan , oleh karenanya, dapat secara potensi menjadi penyebab dari kanker. Lagi pula, kanker kantong empedu timbul pada kurang dari 1% dari individu-individu dengan batu-batu empedu. Oleh karenanya, keprihatinan tentang perkembangan masa depan dari kanker sendirian adalah bukan suatu alasan yang baik untuk mengangkat kantong empedu ketika batu-batu empedu hadir.

Selengkapnya: http://www.totalkesehatananda.com/batuempedu1.html