Foto: dari kiri – Ms. Nuke, Ms. Lina, Pak Is, Bang Ranto dan gue…
Sedikit sharing dari pengalaman leadership training tanggal 20-22 September 2008 yang lalu. Kita disuruh menyiapkan sebuah icon, dimana kelompok kami sepakat untuk menggunakan icon squirrel alias bajing.
Filosofinya adalah:
1. Well prepared! Karena bajing suka mengumpulkan makanan untuk persediaan di musim dingin
2. Mengingatkan kita agar tidak sombong, bagai pepatah: “Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga”
3. Jika kita jatuh, kita akan bangkit lagi.

Ada ayat dari Firman Tuhan yang harus kita hafalkan
Filipi 2:5-7
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus
yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan
melainkan telah mengosongkan dirinya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.”
Filipi 2:2-3
“Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini:
hendaklah kamu sehati sepikir dalam satu hati satu jiwa satu tujuan dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri.”

Ayat-ayat ini harus kita hafalkan, jika pada saat ditanya ada yang lupa, maka dia akan dihukum dalam bentuk hukuman fisik sesuai dengan kesepakatan kelompok. Dalam kelompok kami adalah push up sebanyak 20 kali. Tim-tim lainnya yang juga berasal dari Cita Hati Leader adalah tim Renovasi, tim Semit dan tim AP.

Start jam 13.00, dimulai dengan permainan gampang2an, yaitu dengan mata tertutup kita harus mendengar ketua tim memandu kita untuk keluar dari sebuah lingkaran. Berikutnya, kita harus naik ke atas bukit ke sebuah pos yang dinamakan Gua Adulam. Tugasnya adalah mengambil air di perigi Bethlehem yang ada di bawah. Namun sebelumnya harus menyelesaikan 3 Pos terlebih dahulu.
Main Flying Carpet, yaitu seluruh tim berada di atas kain, dan kita harus memindah kain itu hanya dengan kaki sedikit demi sedikit, tanpa boleh anggota badan salah satu tim menyentuh tanah. Kekompakan dan kerja sama tim sangat dibutuhkan dalam hal ini.
Kemudian menyeberangi tembok setinggi 3 meter dan di pos Yordan, kita harus merayap di tanah berlumpur sambil meneriakkan ayat hafalan. Wah… kalau sudah situasi seperti itu, ayat yang sudah kita hafalkan pun bisa lupa. Kalau sudah lupa, disiram air sama panitia, tambah membuat gugup dan tambah lupa semua.
Dan memanjat jaring setinggi 6 meter, dimana kita harus sampai di puncak dan turun disisi baliknya. wow, ini benar-benar berat. Selain dibutuhkan kekuatan fisik yang besar, juga dibutuhkan tekad yang besar pula untuk menyelesaikan tantangan ini.
Akhirnya tim Squirrel yang selesai lebih dulu. Bang Ranto walau badan besar tapi cepat sekali bisa menyelesaikan tantangan ini.

Sampai hari sudah gelap, kita masih mondar-mandir ke atas bukit, karena air yang pertama kita bawa sudah jatuh dan kotor, akibatnya kita harus mengulang permainan Flying Carpet dengan kain yang lebih kecil. Nah loe…
Pak Is sebagai ketua tim sangat protektif terhadap bendera tim, karena tim lain bisa mencuri bendera kita apabila kita lengah.

Sesi malam: GOOD LEADER IS A GOOD SERVANT
Pemimpin yang baik adalah hamba yang baik
Akar2 dosa:
kepahitan, cinta uang dan kenajisan
akar dari semuanya itu adalah kesombongan
Jika kita ingin menumpas dosa, caranya adalah rendah hati, karena yang renda hati akan ditinggikan Tuhan
5 hak yang harus dilepaskan hamba:
1. hak untuk dihargai, Lukas 17:10
2. hak untuk membalas
3. hak untuk kuatir akan kehidupan
4. hak untuk memiliki sesuatu
5. hak untuk dilayani
Basic kepemimpinan adalah memiliki karakter hamba

Hari kedua, semua tim lebih semangat. Diawali dengan permainan yang berhubungan dengan air, jadi basah2an lagi. Dan di hari kedua, Pak Angga gabung di dalam tim Squirrel. Namun sekali lagi yang terberat adalah meniti tali yang tergantung setinggi 7 meter, kemudian sampai di tengah2 harus menjatuhkan diri. Waduh, aku sampai berputar2 karena katanya aku meloncat. Padahal perintahnya adalah menjatuhkan diri.

Tapi overall, its ok lah. dan sebuah pengalaman yang baru ini semoga menjadi pelajaran yang berharga dalam kehidupan kita.
Tuhan memberkati.

Penyelenggara:
http://www.excellentleader.org