Sewaktu saya masih SD dulu, suatu ketika saya liburan di rumah sepupu saya di Rogojampi. Saya dan sepupu saya sempat diceritai oleh ayah dari sepupu saya. Ceritanya adalah tentang tiga orang yang melakukan perjalanan jauh. Karena tanpa persiapan, mereka kemalaman dan mencari tempat bermalam. Namun uang mereka pas2an banget, mereka hanya punya uang Rp. 30.000,- saja. Tarif losmen kebetulan juga sebesar Rp. 30.000,- per malam. Ternyata salah seorang dari mereka kebetulan kenal dengan si pemilik losmen. Jadi mereka mendapat diskon Rp. 5.000,- Artinya mereka cukup membayar Rp. 25.000,- saja. Lalu terjadilah perdebatan bagaimana membagi uang Rp. 25.000,- itu diantara mereka bertiga, karena 25000 tidak habis dibagi tiga. Salah seorang dari mereka akhirnya memanggil office boy dan menyerahkan uang Rp. 2.000,- sebagai ongkos membantu mereka membawa barang-barang. Jadi mereka sudah mengeluarkan uang sebesar Rp. 27.000,- Uang itu kemudian dibagi tiga, sehingga masing2 dari mereka mendapat uang Rp. 9.000,-
Lalu saat mereka hitung2 lagi, kalau mereka sudah mengeluarkan uang sebesar Rp. 27.000,- ditambah dengan ongkos office boy Rp. 2.000,- totalnya adalah Rp. 29.000,-
Lalu yang uang Rp. 1.000,- kemana ya???
Kalau sudah dewasa begini, kok pertanyaannya jadi aneh ya?

oleh: Wahyu Kurniawan