Di sebuah tempat yang jauh, hiduplah 5 orang pemuda kembar yang mempunyai bakat dan kemampuan yang luar biasa.
Pemuda A mampu menghisap seluruh air laut sampai kering sebelum kemudian dikembalikan lagi. Oleh karena itu dia bekerja sebagai nelayan. Pemuda B mempunyai kemampuan memanjangkan kakinya sehingga pekerjaan sehari2nya adalah mengambil buah2an ataupun telur burung liar yang ada di tebing yang sangat tinggi. Pemuda C, yang mempunyai kekebalan terhadap api, bekerja di bagian pertambangan dan perminyakan. Pemuda D, sebaliknya, kebal terhadap berbagai senjata tajam. Tidak ada senjata yang mampu menembus kulitnya. Dia bekerja di kebun binatang. Sedangkan Pemuda E yang memiliki kemampuan mampu bertahan hidup di bawah tanah, sehari2nya beraktivitas di bidang pengeboran sumber alam di bawah tanah.

Sudah lama, para penduduk desa iri akan kemampuan yang dimiliki Pemuda A. Oleh karenanya, suatu hari mereka mendatangi Pemuda A untuk minta agar dia bisa menyedot air laut, sehingga anak2 bisa bermain2 dan menangkap ikan. Pemuda A menyanggupi namun dengan syarat apabila tangannya sudah melambai2, maka anak2 harus segera menyingkir karena itu pertanda Pemuda A sudah lelah dan air laut akan segera dikembalikan seperti semula.

Pada hari yang ditetapkan berkumpullah seluruh penduduk desa. Maka Pemuda A segera menyedot air laut hingga kering dan perutnya menjadi sangat besar. Anak2 sangat kegirangan melihat ikan2 menggelepar2. Mereka mengambili ikan2 tersebut dengan riang gembira. Tak seorang pun ingat akan pesan Pemuda A, padahal tidak lama kemudian Pemuda A sudah melambaikan tangannya. Tiba2 air laut kembali tumpah ke tempatnya semula dan menyapu bersih seluruh anak2 yang sedang bermain2. Bangkitlah amarah penduduk desa dan mereka segera menyeret Pemuda A ke pengadilan. Sesuai keputusan yang diambil, Pemuda A akan dihukum dengan cara ditenggelamkan keesokan harinya.

Malam itu, kelima saudara itu berunding. Pemuda B akan menggantikan posisi Pemuda A dan tak seorang pun yang akan tahu karena mereka berlima benar2 kembar identik.

Keesokan harinya, para penduduk desa membawa Pemuda B di tengah laut yang sangat dalam dan melemparkannya ke laut. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat Pemuda B tidak tenggelam. Mereka tidak tahu bahwa Pemuda B mempunyai kelebihan mampu memanjangkan kakinya sampai sepanjang apapun. Mereka kembali mengadukan masalah ini ke pengadilan dan bermaksud menghukum Pemuda B dengan cara lain.

Keesokannya, kayu2 sudah disiapkan dan pemuda yang mereka pikir Pemuda A, yang ternyata adalah Pemuda C, kelihatan tidak apa2 di tengah api yang mnggeliat2. Menyaksikan hal ini, kepala pengadilan mulai bimbang. Jangan2 pemuda ini memang tidak bersalah, pikirnya.
Namun penduduk desa masih tidak puas, mereka bermaksud mengeksekusi Pemuda C dengan senjata pada hari berikutnya.

Mereka semakin terkejut, ketika keesokan harinya lagi, tak ada senjata yang mampu melukai Pemuda D. Sampai akhirnya mereka mengajukan cara eksekusi yang terakhir yaitu mengubur pemuda itu hidup2 sepanjang hari. Jika cara ini tidak berhasil, mereka mengakui bahwa anak2 merekalah yang bersalah.

Demikianlah, Pemuda E menggantikan posisi saudara2nya untuk menjalani hukuman terakhir. Dia dikubur pada pagi2 sekali dan saat penduduk desa membongkar kuburnya saat menjelang malam, didapati mereka Pemuda E masih dalam keadaan sehat walafiat.

Maka terhindarlah Pemuda A dari hukuman dan tak seorang pun dari penduduk desa yang menyadari bahwa hukuman yang mereka berikan, ternyata dijalankan oleh orang yang berbeda.

Diadaptasi dari majalah Bobo tahun 80-an