Lebih jauh tentang Operator Logika

Sebagaimana sudah dibahas, bahwa sebuah operator logika dapat berupa NOT, AND ataupun OR. Hasil yang akan kita peroleh dengan menggunakan operator yang berbeda tentu saja akan menghasilkan output yang berbeda pula. Sebuah operator logika dapat dimanfaatkan untuk menggabungkan dua buah kondisi atau keadaan, dimana masing-masing kondisi tersebut akan memiliki nilai logika masing-masing.
Langsung saja akan kita perhatikan contoh program berikut ini: (catatan; program berikut ini memakai operator logika pada pencabangan)

Uses crt;
Var
a,b,i:integer;
Begin
Clrscr;
a:=1;
i:=2;
If (a=1) and (i=2) then
Begin
write(a);
end
else
begin
write(i);
end;
End.

Sesuai dengan sifat pencabangan bahwa alur program akan mengerjakan salah satu blok program, yang diperoleh dari pernyataan apabila benar dan apabila salah. Untuk contoh diatas operator AND yang digunakan akan menghasilkan nilai benar, sebab dua kondisi yang ada masing-masing bernilai benar, yaitu nilai variabel a=1 dan nilai variabel i=2. Demikian juga apabila operator AND diatas kita ubah menjadi OR, maka akan didapatkan hasil yang sama. Untuk dapat menentukan hasil dari operator logika, kita kembali lagi harus mengetahui tabel kebenaran seperti yang sudah dibahas pada pertemuan yang lalu.
Tidak hanya dapat digunakan di dalam pencabangan, operator logika dapat pula dipakai di dalam looping, contohnya sebagai berikut:

Uses crt;
Var
a,b,i:integer;
Begin
Clrscr;
a:=1;
i:=2;
While (a<=2) and (i>1) then
Begin
write(a);
end
End.

Pada contoh diatas, karena yang digunakan operator AND berarti looping akan dikerjakan apabila kondisi 1 dan kondisi 2 bernilai benar. Jika salah satu saja bernilai salah, maka akibatnya looping tidak akan dikerjakan. Hal ini berbeda jika kita menggunakan operator OR. Sesuai dengan tabel kebenaran, untuk operator OR akan bernilai benar apabila salah satu saja atau kedua-duanya kondisi tersebut bernilai benar.

Menggunakan fasilitas Debug

Debug adalah suatu istilah di dalam komputer yang diyakini berarti mencari kesalahan dalam program yang kita kerjakan. Istilah aslinya didapat pada saat seorang ahli komputer mengetahui ada yang tidak beres dalam komputernya dan ternyata dia menemukan seekor kutu (bug) yang mati terjepit diantara komponen-komponen di dalam komputer. Sejak saat itulah, proses mencari kesalahan yang terjadi pada komputer dikenal dengan nama proses debug.
Di dalam Pascal, proses debug diawali dengan memasukkan variabel-variabel yang akan diperiksa nilainya dan dilakukan proses trace atau menjalankan satu demi satu instruksi program, sehingga kita akan dapat dengan mudah mengetahui algoritma ataupun alur program dan tentunya juga akan dapat menemukan kesalahan yang kita buat dengan tidak sengaja.
Pertama-tama kita menekan tombol CTRL+F7 untuk memasukkan variabel-variabel yang akan kita periksa. Daftar variabel tersebut akan muncul di bawah editor Pascal. Lalu untuk melakukan trace, kita tinggal menekan tombol F7 berulang-ulang dari awal hingga akhir program.