Ada bermacam2 cara untuk memproteksi program kita dari pengcopyan ilegal. Saat program buatan kita sudah diinstall di komputer client, selalu ada kemungkinan pihak ketiga untuk mengcopy langsung program tersebut dan diinstall di komputer lain. Terlebih lagi, mereka bisa melakukan reverse engineer, sehingga program kita bisa ditrace.
Berikut ini ada beberapa tips untuk melakukan copy protect terhadap program:

1. Proteksi terhadap pengcopyan
Kita bisa membuat file tertentu yang diletakkan di folder tertentu. Pada saat program dijalankan, program akan mengecek keberadaan file ini. Jika tidak ditemukan, program akan langsung quit. Untuk proteksi ganda, kita bisa juga membuat key di registry. Jika tidak dijumpai key yang dimaksud, sudah bisa dipastikan program dijalankan pada komputer yang ilegal, maka program akang langsung quit.

2. Proteksi terhadap pemakaian
Sebelum kita menginstall program kita ke client, ada baiknya kita berikan proteksi untuk membatasi pemakaian program. Hal ini mungkin dimaksudkan agar hubungan antara programmer dan client bisa terus berjalan karena kebanyakan yang terjadi adalah program setelah diinstall, hubungan programmer dan client berhenti sampai disitu. Padahal mungkin program masih membutuhkan maintenance dan pengembangan selanjutnya.
Cara yang termudah adalah dengan menyimpan nilai expiration date di suatu file yang dibandingkan dengan tanggal sistem. Jika sudah melebih dari tanggal yang tersimpan, maka program tidak dapat digunakan lagi. Cara ini mudah diakali dengan mengubah tanggal sistem. Untuk membuat yang lebih secure, kita bisa menyimpan tanggal instalasi program ke dalam sebuah file lainnya. Tanggal ini yang akan kita bandingkan dengan expiration date.
Pengembangan selanjutnya, kita bisa mengenkripsi file agar tidak ada yang tahu bahwa file tersebut adalah file penting untuk proteksi. Jadi sebelum file tersebut dibaca, akan ada proses deskripsi file dulu.