Dalam dunia pemrograman tentunya istilah ini tidak asing lagi bagi telinga kita. Walaupun dalam PHP, penulisan variabel dan konstanta dibedakan, dimana variabel PHP selalu diawali dengan tanda string ($), namun secara keseluruhan, definisi keduanya sama saja dengan bahasa pemrograman lainnya, dimana variabel, nilainya dapat berubah-ubah, dan biasanya kita manfaatkan dalam aplikasi perulangan. Sedangkan konstanta sendiri, nilainya selalu tetap.
Beberapa teman lebih sering menggunakan variabel daripada konstanta. Bahkan dalam programnya, dia jarang sekali menggunakan konstanta, walaupun ada beberapa variabel yang digunakannya berfungsi sebagai konstanta dimana nilainya tidak pernah berubah.

Dalam PHP, variabel dapat kita deklarasikan dan masukkan nilainya di mana saja, dan kita tidak harus mendefinikan tipe variabel yang akan kita pakai.
Misalnya:

$a=1; maka variabel a akan berisi angka
$teks=’Kalimat’; maka variabel teks akan berisi string kalimat

Untuk konstanta, kita dapat menggunakan perintah define. Misalnya untuk judul tiap halaman website kita, kita definiskan sebagai berikut:

define(JUDUL, ‘Nama Website kita’);

dan deklarasi konstanta dapat kita letakkan dalam satu file sendiri, misalnya file konfig.php yang nantinya dapat kita include ke setiap halaman web kita.

Untuk memberi judul halaman dapat langsung kita gunakan perintah echo, sebagai berikut:

<TITLE><?php echo JUDUL;?></TITLE>

Salah satu keuntungan menggunakan konstanta adalah, apabila kita mau mengganti judul halaman web kita, maka kita cukup mengganti di bagian deklarasi konstanta. Hal ini tentu saja akan menghemat waktu dibandingkan kita harus mengganti manual satu demi satu di setiap halaman web.