Perintah untuk Taat dan lakukan yang benar 
"Dengarlah baik-baik segala yang kuperintahkan kepadamu, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian untuk selama-lamanya, apabila engkau melakukan apa yang baik dan benar di mata TUHAN, Allahmu"
Ulangan 12:28

[ add comment ]   |  permalink  |   ( 0 / 0 )
Membuat Timer dengan AJAX 
Mungkin seringkali kita bertanya2, bagaimana caranya membuat timer yang realtime pada halaman web kita. Salah satu contoh yang mungkin kita tahu adalah game Mafia Wars dari Facebook. Karena Facebook diakses di seluruh dunia dimana menggunakan zona waktu yang berbeda, maka tidak mungkin kita menggunakan time yang ada di client. Dan timer ini akan tetap tersimpan dalam database server, seandainya terjadi koneksi terputus pada komputer client, padahal client belum sempat logout.
Dari beberapa fakta ini, saya bisa menyimpulkan:
1. Tidak mungkin menggunakan time yang ada di client untuk kebutuhan ini.
2. Database harus selalu terupdate, artinya setiap detik akan terjadi proses pengupdatean data di server. Seandainya terjadi kesalahan pada komputer client, data sudah tersimpan dengan aman di server.

Salah satu teknik yang bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah AJAX, karena AJAX memungkinkan terciptanya hubungan ke server tanpa harus reload seluruh halaman. Dan bahkan, user sendiri mungkin tidak akan merasa bahwa sudah terjadi proses update data ke server.

Berikut adalah contoh script timer dengan menggunakan AJAX

<html>
<head>
<title>Ajax Example</title>

<script language="Javascript">

function postRequest(strURL) {

var xmlHttp;

if (window.XMLHttpRequest) { // Mozilla, Safari, ...
var xmlHttp = new XMLHttpRequest();
} else if (window.ActiveXObject) { // IE
var xmlHttp = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP");
}

xmlHttp.open('POST', strURL, true);

xmlHttp.setRequestHeader('Content-Type',
'application/x-www-form-urlencoded');

xmlHttp.onreadystatechange = function() {

if (xmlHttp.readyState == 4) {

updatepage(xmlHttp.responseText);

}

}

xmlHttp.send(strURL);

}


function updatepage(str){
document.getElementById("result").innerHTML =
"<font color='red' size='5'>" + str + "</font>";;
}

function showCurrentTime(){
var rnd = Math.random();

var detik = document.getElementById("detik").value;
var menit = document.getElementById("menit").value;
var jam = document.getElementById("jam").value;

if (detik<=0) {
detik=59;
document.getElementById("detik").value=detik;
if (menit<=0) {
menit=59;
document.getElementById("menit").value=menit;
jam=jam-1;
document.getElementById("jam").value=jam;
} else {
menit=menit-1;
document.getElementById("menit").value=menit;
}

} else {
detik=detik-1;
document.getElementById("detik").value=detik;
}


var url="timer.php?id="+rnd+"&jam="+jam+"&menit="+menit+"&detik="+detik;
postRequest(url);
timedRefresh(1000);
}


function timedRefresh(timeoutPeriod) {
setTimeout("showCurrentTime();",timeoutPeriod);
}

</script>

</head>

<body>

<?php

//remaining time in minutes
$remaining=500;

//convert in hour
$jam=intval($remaining/60);

//convert in minutes
$menit=intval($remaining % 60);

//initial second: 59
$detik=59;

echo "Jam Check In: ". date("H:i:s");
echo $jam;

?>

<form name="f1">

<p align="center">
<input value="Start" type="button" onclick='JavaScript:showCurrentTime()' name="startcounter">
<input value="<?php echo $jam?>" type="text" name="jam" id="jam" style="display:none">
<input value="<?php echo $menit?>" type="text" name="menit" id="menit" style="display:none">
<input value="<?php echo $detik?>" type="text" name="detik" id="detik" style="display:none">
</p>

</form>

<!-- tempat AJAX mengupdate halaman web -->
<div id=result></div>

</body>

</html>

dan berikut adalah file PHP yang dipanggil AJAX

<?php
//print date("H:i:s");
echo "Waktu tersisa: ".$_GET['jam']." jam ".$_GET['menit']." menit ".$_GET['detik']." detik";
?>

Jika dijalankan, script diatas akan menghitung mundur dari variabel yang sudah dimasukkan, dalam contoh diatas adalah 500 menit. Kita dapat memodifikasi script ini dengan menambahkan fungsi update database pada file PHPnya, sehingga setiap saat akan terjadi update database. Semoga tulisan ini bisa membantu rekan2 semua.

By: Wahyu Kurniawan

[ add comment ]   |  permalink  |   ( 0 / 0 )
Makna salib dalam pernikahan 
Bukan tulisan saya lho.. Tetapi inspiratif.. Moga keluarga-keluarga dan para calon bapak - ibu dapat mendasarkan perkawinannya seperti umat di Paroki Siroki Brijeg..



Di kota kecil Siroki Brijeg daerah Herzegovina, kurang lebih 20 mil dari Medjugorje, dikisahkan bahwa dalam catatan paroki sekitar 13 ribu umat tidakada perceraian. Sepanjang ingatan orang, di sana tidak ada keluarga yg berantakan. Apakah orang-orang di sini mendapat siraman rahmat istimewa atau previlese khusus dari surga untuk mengalami perkawinan yg kokoh kuat seperti
ini? Padahal orang-orang ini selama berabad-abad menderita penindasan dan penganiayaan karena iman yang teguh ada Tuhan Yesus Kristus yang wafat dan bangkit untuk menyelamatkan umat manusia. Dari pengalaman mereka sangat yakin bahwa sumber keselamatan satu-satunya datang dari Salib Kristus.

Orang-orang Kroasia mempunyai suatu tradisi perkawinan yang indah, yang menjadi inspirasi bagi peziarah dari manca negara. Bila pasangan muda-mudi akan menikah, orang2 tidak akan menyatakan bahwa mereka telah menemukan pasangan ideal yang mereka impikan, melainkan imam akan mengatakan kepada mereka: "Kamu telah menemukan salibmu! Istri adalah salib untuk suami dan suami adalah salib untuk istri. Dan sebuah salib harus dicintai dan untuk dipanggul. Sebuah salib tidak untuk dibuang melainkan untuk disandang (panggul) dan disayangi."

Selanjutnya pada waktu pemberkatan pernikahan, pengantin wanita meletakkan tangan kanannya di atas salib dan mempelai pria menumpangkan tangannya di atasnya, dengan demikian kedua tangan mereka terikat bersama-sama satu di atas yang lain di atas salib Kristus. Kemudian imam menumpangkan stola ke atas tangan-tangan mereka. Pasangan itu lalu mengucapkan janji setianya,
berdasarkan rumusan Liturgis Gereja. Setelah janji setia diucapkan keduanya tidak saling berciuman melainkan mencium salib! Mereka sadar bahwa yang mereka cium itu adalah sumber kasih! Pasangan itu dan semua orang yang menyaksikan peristiwa itu tahu bahwa bila sang suami melepaskan istrinya, berarti ia melepaskan salib demikian juga jika sang istri melepaskan suaminya maka ia pun melepaskan salib! Dengan begitu mereka kehilangan segala-galanya karena mereka melepaskan Kristus. Buah dari cinta kasih mereka, adalah buah dari salib mereka yaitu anak. Berbicara mengenai
kesatuan keluarga berarti berbicara mengenai kesatuan suami-istri- anak. Perekatnya adalah salib.

Hampir setiap hari di seluruh dunia, media massa tidak pernah sepi menyajikan berita menyedihkan mengenai perceraian, kekerasan dalam keluarga, aborsi, penjualan anak, dan lain-lain. Dalam situasi seperti ini yang paling menderita akibatnya adalah anak-anak, makhluk yang tidak berdaya. Kisah
hidup keluarga seperti itu di kota kecil Siroki Brijeg, Herzegovina di atas hendaknya membawa kesejukan dan inspirasi di tengah gemuruh badai berita mengenai perpecahan dan kehancuran ikatan keluarga / rumah tangga.

Oleh P. Moses Beding, CssR
(diambil dari Ave Maria Mei 2005)

[ add comment ]   |  permalink  |   ( 0 / 0 )
Mujizat bagi semua orang 
Apakah yang disebut berkat Tuhan itu? Atau bahkan lebih dalam lagi apa yang disebut berkat Tuhan dalam hidup kita itu? Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, marilah kita lihat terlebih dahulu kisah berikut ini.



Pernah terjadi sebuah keluarga yang anak-anaknya sudah percaya Tuhan, tetapi orangtuanya belum di dalam Tuhan, mengalami sebuah peristiwa dimana sang ayah mengalami sakit gawat dan sudah divonis tidak akan bertahan hidup lebih lama lagi oleh dokter yang merawatnya. Pada saat itu sang ayah berjanji akan percaya Tuhan bila sembuh dari penyakitnya ini. Ternyata Tuhan bermurah hati memberikan kesembuhan secara ajaib pada sang ayah. Sebuah mujizat telah terjadi dalam keluarga ini.



Apa yang terjadi selanjutnya? Logikanya sang ayah jadi percaya Tuhan sepulang dari rumah sakit. Tapi kenyataannya hidup ini seringkali banyak yang tidak cocok dengan logika. Sang ayah tetap tidak percaya Tuhan. Kenapa? Tidak ada yang tahu jawabannya.



Selanjutnya yang terjadi lebih mengherankan lagi. Beberapa lama kemudian, salah satu anaknya yang sudah di dalam Tuhan mengalami sakit yang juga dokter angkat tangan dalam menghadapinya. Saudara-saudaranya berdoa untuk anak ini, berharap kalau Tuhan melakukan mujizat menyembuhkan anak ini, dan sang ayah akan sadar dan menjadi percaya Tuhan. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, anak ini malah tidak tertolong dan meninggal. Sang ibu sangat sedih dan peristiwa ini makin membuat dia yakin bahwa Tuhan tidak ada dan tidak berkuasa. Tapi aneh, sang Ayah justru menjadi percaya Tuhan lewat peristiwa ini. Sang ayah bersaksi bahwa kematian anaknya ini justru malah menyadarkan dia bahwa setiap saat kita bisa dipanggil Tuhan dan dia ingin dipanggil Tuhan dalam kondisi seperti anaknya ini. Sang ayah sangat terkesan dengan sikap anaknya yang menghadapi kematian dengan kondisi tenang dan yakin pasti bertemu Tuhan di Surga karena sudah menerima keselamatan.



Sang ibu masih tidak bergeming. Celakanya, sang Ayah tidak lama kemudian malah meninggal juga karena satu penyakit yang malah tidak terlalu berat dan bahkan sebelumnya dokter mengatakan bahwa dia masih punya harapan hidup.

Secara logika, tidak ada harapan lagi bagi sang Ibu untuk percaya Tuhan. Dan memang kelihatannya demikian. Selama masa perkabungan sang Ibu hanya mengurung diri di dalam kamar dan sama sekali tidak mau menemui orang. Banyak orang menduga bahwa sang Ibu ini bisa menjadi gila kalau tidak ada orang yang menolongnya.



Tapi, inilah mujizat Tuhan. Cara Tuhan bekerja seringkali tidak sesuai dengan pemikiran kita. Beberapa hari setelah penguburan sang ayah, hari itu seperti hari-hari sebelumnya masing mengurung diri di kamar, ada seorang tukang becak yang datang bertamu ke rumah itu. Sang Ibu yang masih linglung menerima tamu yang notabene adalah tukang becak yang sama sekali belum dikenalnya. Tukang becak ini sama sekali tidak mempunyai penampilan yang berbeda dengan tukang becak lainnya. Penampilannya yang sederhana, pakaian yang lusuh, bau keringat dan semua tipikal penampilan tukang becak pada umumnya. Namun setelah sang Ibu bertemu dengan tukang becak ini, wajahnya berubah jadi berseri-seri, dia tidak lagi mengurung diri di kamar dan sang Ibu ini secara ajaib mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya.



Apa yang sebenarnya terjadi disini? Ternyata tukang becak itu bukanlah sembarang tukang becak. Dia adalah seorang Hamba Tuhan yg miskin, yang untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya sehari-hari ia menjadi tukang becak. Rupanya sejak sang Ayah percaya Tuhan, secara diam-diam dia mendukung pelayanan beberapa Hamba Tuhan yang miskin termasuk Hamba Tuhan yang menjadi tukang becak ini. Tukang becak ini hanya mengatakan kalimat yang singkat pada sang Ibu., bahwa hidup sang Ayah di dunia ini tidak sia-sia karena melalui para Hamba Tuhan yang didukungnya, sang Ayah sudah menjadi berkat dan memenangkan banyak jiwa untuk kemuliaan Tuhan. Rupanya sang Ibu menjadi sadar bahwa yang paling penting dalam hidup ini adalah mempunyai arti, bukan hanya hidup yang sekadar ‘numpang lewat’ di dunia ini. Sepulangnya sang tukang becak ini, sang Ibu masuk ke dalam kamarnya dan melihat sebuah Alkitab yang sudah sangat berdebu karena memang sang Ibu ini belum pernah membaca Alkitab ini. Kuasa Tuhan mengerakkannya untuk membuka Alkitab itu dan membacanya. Sang Ibu bertobat dan percaya Tuhan melalui pimpinan Roh Kudus.



Jadi kesimpulannya, apapun yang terjadi di dalam hidup kita, baik itu hal yang kelihatannya menyenangkan ataupun tidak menyenangkan, yang penting bukanlah peristiwanya ataupun bagaimana Tuhan bertindak dalam peristiwa itu, bahkan bukan juga mujizat apa yang Tuhan lakukan untuk memberkati kita atau menolong kita dalam menyelesaikan sebuah masalah kita, tapi yang terpenting adalah bagaimana respon kita pada peristiwa yang dialami itu dan sikap kita pada Tuhan saat menjalani peristiwa itu dan setelah peristiwa itu berlalu.



Semua peristiwa yang terjadi didalam hidup kita (baik yang terasa menyenangkan oleh kita, ataupun yang terasa kurang atau bahkan tidak menyenangkan) hanya bermanfaat bila peristiwa itu dapat mengubah atau menolong kita untuk lebih dekat dengan Tuhan dan lebih mengenal Tuhan.



Mujizat yang terbesar bukanlah kesembuhan atau bahkan orang yang mati dibangkitkan, tetapi mujizat terbesar dalam hidup seorang anak Tuhan adalah pada saat dia bisa merespons dengan benar, mengerti dan bersyukur pada Tuhan atas semua hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidupnya baik itu yang menyenangkan ataupun yang paling tidak menyenangkan sekalipun. Mengapa? Karena tidak mudah seseorang bisa mengerti makna terdalam dari semua pengalaman hidupnya. Hanya anugerah Tuhan yang memampukan semua anak Tuhan untuk mengerti semua itu. Dan untuk mendapatkan semua pengertian itu, dibutuhkan penyerahan dan kepasrahan yang sungguh-sungguh dalam semua aspek kehidupan. Itulah sebuah mujizat yang yang dapat dialami oleh semua orang yang menginginkannya.

Mujizat tidak selalu berarti kesembuhan, tapi mungkin justru berarti sebuah kematian. Mujizat tidak selalu berarti keberhasilan secara materi, tapi mungkin justru berarti sebuah kerugian secara materi. Masa depan yang cerah hanya dapat kita peroleh bila kita sudah bisa merespons secara tepat terhadap setiap peristiwa yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, karena dengan demikian kita akan merasakan keindahan sejati dari setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita.

[ add comment ]   |  permalink  |   ( 0 / 0 )
10 Principles for Peace of Mind 
1. Do Not Interfere In Others' Business Unless Asked

Most of us create our own problems by interfering too often in others' affairs. We do so because somehow we have convinced ourselves that our way is the best way, our logic is the perfect logic and those who do not conform to our thinking must be criticized and steered to the right direction, our direction. This thinking denies the existence of individuality and consequently the existence of God. God has created each one of us in a unique way. No two human beings can think or act in exactly the same way. All men or women act the way they do because God within them prompts them that way. Mind your own business and you will keep your peace.


2. Forgive And Forget

This is the most powerful aid to peace of mind. We often develop ill feelings inside our heart for the person who insults us or harms us. We nurture grievances. This in turn results in loss of sleep, development of stomach ulcers, and high blood pressure. This insult or injury was done once, but nourishing of grievance goes on forever by constantly remembering it. Get over this bad habit. Life is too short to waste in such trifles. Forgive and forget, and march on. Love flourishes in giving and forgiving.

3. Do Not Crave For Recognition

This world is full of selfish people. They seldom praise anybody without selfish motives. They may praise you today because you are in power, but no sooner than you are powerless, they will forget your achievement and will start finding faults in you. Why do you wish to kill your life in striving for their recognition? Their recognition is not worth the aggravation. Do your duties ethically and sincerely.


4. Do Not Be Jealous

We all have experienced how jealousy can disturb our peace of mind. You know that you work harder than your colleagues in the office, but sometimes they get promotions; you do not. You started a business several years ago, but you are not as successful as your neighbor whose business is only one year old. There are several examples like these in everyday life. Should you be jealous? No. Remember everybody's life is shaped by his/her destiny, which has now become his/her reality. If you are destined to be rich, nothing in the world can stop you. If you are not so destined, no one can help you either. Nothing will be gained by blaming others for your misfortune. Jealousy will not get you anywhere; it will only take away your peace of mind.

5. Change Yourself According To The Environment

If you try to change the environment single-handedly, the chances are you will fail. Instead, change yourself to suit your environment. As you do this, even the environment, which has been unfriendly to you, will mysteriously change and seem congenial and harmonious.

6. Endure What Cannot Be Cured

This is the best way to turn a disadvantage into an advantage. Every day we face numerous inconveniences, ailments, irritations, and accidents that are beyond our control... If we cannot control them or change them, we must learn to put up with these things. We must learn to endure them cheerfully. Believe in yourself and you will gain in terms of patience, inner strength and will power.

7. Do Not Bite Off More Than You Can Chew

This maxim needs to be remembered constantly. We often tend to take more responsibilities than we are capable of carrying out. This is done to satisfy our ego. Know your limitations. Why take on additional loads that may create more worries? You cannot gain peace of mind by expanding your external activities. Reduce your material engagements and spend time in prayer, introspection and meditation. This will reduce those thoughts in your mind that make you restless. Uncluttered mind will produce greater peace of mind.

8. Meditate Regularly

Meditation calms the mind and gets rid of disturbing thoughts. This is the highest state of peace of mind. Try and experience it yourself. If you meditate earnestly for half an hour everyday, your mind will tend to become peaceful during the remaining twenty-three and half-hours. Your mind will not be easily disturbed as it was before. You would benefit by gradually increasing the period of daily meditation. You may think that this will interfere with your daily work. On the contrary, this will increase your efficiency and you will be able to produce better results in less time.

9. Never Leave The Mind Vacant

An empty mind is the devil's workshop. All evil actions start in the vacant mind. Keep your mind occupied in something positive, something worthwhile . Actively follow a hobby. Do something that holds your interest. You must decide what you value more: money or peace of mind. Your hobby, like social work or religious work, may not always earn you more money, but you will have a sense of fulfillment and achievement. Even when you are resting physically, occupy yourself in healthy reading or mental chanting of God's name.

10. Do Not Procrastinate And Never Regret

Do not waste time in protracted wondering " Should I or shouldn't I?" Days, weeks, months, and years may be wasted in that futile mental debating. You can never plan enough because you can never anticipate all future happenings. Value your time and do the things that need to be done. It does not matter if you fail the first time. You can learn from your mistakes and succeed the next time. Sitting back and worrying will lead to nothing. Learn from your mistakes, but do not brood over the past. DO NOT REGRET. Whatever happened was destined to happen only that way. Why cry over spilt milk?

[ add comment ]   |  permalink  |   ( 0 / 0 )

<<First <Back | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | Next> Last>>